Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 92


__ADS_3

Nadira menatap pria di hadapannya itu dengan wajah sendu dan penuh penyesalan. Sejuta asa coba ia bangun bersama pria ini. Sejuta harapan telah ia untai untuk menggapai masadepan bahagia bersamanya.


Meski pernikahan ini bukan di landasi karena cinta, meski ada orang lain di balik terjadinya pernikahan ini bagi Zain. Ia tetap menerimanya.


Alasan bisnis sebagai alasan di balik pernikahannyan itu, nyatanya hanya omong kosong, yang sebenarnya adalah dirinya memang telah lama menaruh hati pada Zain sejak dulu. Sejak keduanya masih tinggal di komplex perumahan yang sama dahulu.


Hingga perpisahan keduanya karena Zain di bawa kembali ke Indonesia.


Hingga keduanya dewasa ia tak mampu menempatkan orang lain di hatinya sebagai pengganti Zain.


Dan ketika berita perjodohan itu di gaungkan oleh kedua bela pihak keluarga ia sangat bahagia. Ia merasa yakin...Zain adalah takdirnya.


Ia menutup mata dan telinga dengan apa pun yang berkaitan dengan Zain.


Begitupun yang ia pinta kepada abi dan uminya...


Hingga kenyataan seakan menampar keyakinannya, cinta seorang wanita yang begitu besar kepada pria yang ia cintai hingga membuat wanita itu bersedia menggadaikan cintanya demi kehormatan seorang Zaidan Almeer Al Kahfi, seorang pria yang juga telah menikahi wanita itu dan memberikan posisi yang sulit baginya...


Sebagai istri kedua...wanita yang ia anggap sebagai duri dalam pernikahannya, wanita yang telah ia anggap rivalnya sejak awal.


Nyatanya wanita itu justru telah mendapatkan semua cinta yang selalu ia harapkan selama ini dari pria itu, tapi wanita itu justru rela membaginya dengan dirinya bahkan rela menyerahkannya pada dirinya tanpa syarat.

__ADS_1


Malayka Khumaira Rasyid....sosok wanita yang menjadi cinta Zaidan Almeer Al Kahfi.


Sebenarnya sang abi dan tuan besar telah mengingatkannya untuk melepaskan saja, agar ia tak menyia nyiakan hidup dan masa depannya.


Namun ia tetap bersikeras. Ia ingin mencoba sekali lagi. Tapi kali ini...tanpa adanya Alika di sekitar mereka.


Ia merasa yakin, tanpa adanya Alika di sekitar mereka...dengan cintanya ia akan mampu menggapai cinta Zaidan.


Dan ya....tuan besar mengiyakan keinginannya. Dan untuk yang kesekian kalinya, wanita itu kembali melepaskan Zain untuk dirinya.....


Sungguh kenyataan ini membuatnya sesak dan malu, ia yang merasa memiliki cinta yang besar terhadap Zaidan...nyatanya itu hanya sebuah wujud keegoisan dan keras kepala serta keangkuhannya.


Nadira menghembuskan nafas berat.


Kini keduanya telah duduk berhadapan di sofa ruang keluarga, hanya ada mereka berdua di sana. Karena entah kemana perginya tuan besar Zain...mereka berdua tak tahu.


Sejak hampir dua bulan lebih ini, sang kakek memang menjadi orang yang super sibuk. Terkadang ia hanya nampak di mansion dua tiga hari saja, kemudian menghilang lagi entah kemana.


Tak jarang ia membawa Nadira berjalan jalan bersamanya mengunjungi beberapa cabang perusahaannya ketika sedang di mansion...namun lagi lagi...ia pergi lagi entah kemana.


Bila di tanya oleh Nadira ia hanya berkata....

__ADS_1


" sedang mencari kesibukan saja "


" apa kau yakin dengan yang kau katakan ini Nadira ?! " tanya Zain menanggapi kata kata Nadira.


Nadira terdiam sejenak.


" maaf jika aku mengatakan di waktu yang tidak tepat seperti ini..." kembali wanita cantik itu terdengar menghembuskan nafasnya dengan berat.


" hmm..." jawab Zain pelan.


" aku yakin Zain....cepatlah kau urus perpisahan kita...." akhirnya Nadira mengucapkannya juga, walau sesak di dada ia rasakan. Matanya tiba tiba terasa panas.


" maafkan aku Nadira...." satu kata terucap dari bibir Zaidan membuat Nadira mendongak dan kembali menatap wajah pria di hadapannya itu.


" sejak awal aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku Nadira, tidak lebih....ku pikir kau satu satunya wanita yang bisa kuanggap saudara karena interaksi kita di masa lalu...."Zain berkedip sangat pelan. Ia menghela nafas.


" aku sangat mencintainya melebihi nyawaku sendiri, hingga karena aku memaksakan cintaku itu aku telah banyak menorehkan luka dan duka padanya hingga air mata tak henti mengalir di matanya karena ku sejak dia mengenalku.." Zain terus berkata.


" permintaan terakhirnya kepadaku untuk menerimamu dan memberimu kesempatan membuatku sadar....cintaku tak lebih besar dari luka yang telah aku berikan padanya..." lanjut Zaidan lagi membuat Nadira semakin sesenggukan,


Ia sadar...itu karena dirinya. Alika telah relah mengalah dan mau berbagi dengannya, menghormatinya sebagai seorang istri pertama suaminya.

__ADS_1


Tapi apa yang ia lakukan...


" maafkan aku Zain....aku yang telah salah memaksakan keadaan, sampaikan salam ku kepadanya jika kau sudah bersamanya..." kata Alika kemudian ia berdiri dan berlalu meninggalkan Zain sendirian di sana.


__ADS_2