
Alika menatap layar berkedip di hadapannya sejak tadi. Tak ada pergerakan yang cukup signifikan darinya. Matanya sesekali berkedip perlahan.
Sudah seminggu ini ia merasakan tubuhnya lemas tak bertenaga,
Nafsu makannya juga semakin berkurang, seperti pagi tadi...ia hanya mengaduk ngaduk saja sarapannya tanpa ada selera untuk menyuapnya.
" cklek..." pintu terbuka, Alex masuk dengan membawa setumpuk berkas di tangannya.
" nona...ada apa, anda terlihat sangat pucat ?! " tanya Alex menelisik keadaan wanita di hadapannya itu.
Hampir satu bulan ini Zain tidak datang ke kantor, juga pulang ke apartemen. Ia menitipkan Alika pada Alex. Sebenarnya ia sudah melarang Alika untuk kekantor ketika ia tidak ada di kantor. Tapi gadis itu tetap memaksa datang kekantor.
" aku tidak apa apa tuan.... " jawab Alika.
" nona ...kita mendapat undangan exklusive dari tuan besar Zain untuk menghadiri pesta ulang tahun beliau nanti malam " Alex perlahan memberi tahu Alika perlahan.
" apa saya harus juga hadir tuan...?! "
" sepertinya begitu nona...saya rasa tuan besar cukup mengenal anda, rasanya sangat tidak sopan kalau kita tidak hadir di acara beliau " Alex menjelaskan, sebenarnya ia merasa berat memberitahukan itu pada Alika. Tapi apa boleh buat.
" baiklah tuan...aku akan hadir..."jawab Alika kemudian.
Alex mengangguk paham.
" pukul tujuh saya akan menjemput anda nona..." tawar Alex.
" terimakasih tuan Alex " jawab Alika, kemudian keduanya sama sama larut dalam kesibukan masing masing.
Alex sesekali melirik wanita bercadar itu, ada sesuatu yang berdesir di hatinya melihat Alika.
Andai ia mampu, ingin sekali ia membawa gadis ini lari kepada tuan mudanya Zaidan.
Ia sangat tahu, betapa besar cinta Zain kepada wanita bercadar di hadapannya itu.
ya...sejak Zain tidak datang ke kantor, ia meminta Alex selalu berada di sisi Alika.
Malam pukul tujuh Alika telah bersiap menunggu kedatangan Alex. Dan benar saja tak lama kemudian pria kepercayaan Zaidan itu telah berada di hadapannya.
Dengan berat hati sebenarnya bik Anti dan bik Sumi melepaskan Alika, entah kenapa tiba tiba saja mereka merasa takut kalau kalau hal buruk akan menimpa nona mudanya itu.
" jangan khawatir bik...aku akan baik baik saja " kata Alika menenangkan kedua pelayannya itu.
Cukup lama tidak bertemu Zain, kejiwaan Alika sedikit membaik, meski tak dapat ia pungkiri ada sesuatu di lubuk hatinya yang paling dalam yang seoalah mencari sosok Zain.
__ADS_1
Alika menghembuskan nafasnya ketika ia nampak turun dari mobil Alex.
Penampilannya sangat memukau, meski ia menutupi separuh iwajahnya dengan cadar...itu tak cukup mampu menutupi aura mempesona yang terpancar dari dirinya.
Alex pun mengakui itu, jika saja wanita di sisinya itu bukan orang yang di cintai tuan mudanya...sudah pasti ia akan mati matian berusaha memperjuangkannya.
Bersisihan Alex dan Alika memasuki tempat di selenggarakannya acara, kesan mewah dan glamour semakin tersaji di hadapan Alika.
Ia semakim insecure di buatnya. Belum sempat ia mampu menguasai kesadaran dirinya, ia di kejutkan lagi dengan pemandangan yang sungguh sukses merobek hatinya.
Di sana...diatas podium, sosok pria yang hampir satu bulan ini tak dapat ia lihat. Pria yang tanpa ia sadari ia rindukan dalam diam tengah berdiri bersisihan dengan sorang wanita cantik yang penampilannya sangat mewah.
Alika memejamkan mata sejenak.
" mari nona.." ajak Alex untuk menemui yang empunya acara dan seketika membuyarkan lamunan Alika.
Keduanya melangkah mendekat kepada tuan besar Zain yq di kelilingi keluarga dekatnya.
" selamat ulang tahun tuan besar Zain..."Alex mengucapkan selamat kepada tuan besar Zain diikuti oleh Alika di belakangnya sembari menyerahkan kotak berbungkus indah kepada pria yang berbahagia itu.
Tuan besar Zain nampak menatap sejenak Alika, namun kemudian ia pun menerima kado dari Alika dan Alex itu.
" terimamasih sudah datang...kalian nikmatilah pestanya " kata pria tua itu akhirnya, entah apa yang dipikirkan tuan besar Zain saat ini. Hanya saja ia nampak menatap kepergian Alika dengan tatapan mata yang sulit di artikan.
Sejenak kehadiran Alika bersama Alex memantik rasa cemburu seseorang yang ada di sana.
Tak dapat lagi ia lukiskan betapa ia sangat merindukan Alika. Saat ini entah mengapa, melihat Alika ia merasakan perasaan yang lain. Antara rindu...dan entah apa lagi, ia bahkan tak mampu menggambarkannya.
Ya pria itu adalah Zain, ia pergi menyelesaikan urusan perusahaan yang ia bangun atas namanya sendiri. Ia ingin semua telah siap saat ia memutuskan akan pergi dari keluarganya dengan membawa Alika bersamanya nanti.
Alika nampak menangkupkan kedua tangannya di depan dada saat mengucapkan selamat pada kekek Zaidan itu.
Kemudian Alex membawanya untuk di perkenalkan kepada kelurga Tuan mudanya yang lain sesuai perintah tuan besar Zain.
Saat melewati Zain, Alika menunduk hormat...tak dapat terlukiskan lagi sakit yang ia rasakan ketika matanya menatap lengan kekar Zain menjadi tempat bergelayut manja tangan seorang wanita cantik.
Selesai menyapa semua anggota, langkah Alika di hentikan oleh seorang pria yang sangat ia kenal. Sementara Alex pamit entah kemana.
" bagaimana kabarmu...apa kau baik baik saja ?! " tanya Ohan yang ternyata juga turut hadir di sana.
Alika mendongakkan wajahnya, pandangan keduanya nampak bertemu untuk sekian detik. Alika mundur satu langkah karena merasa Ohan terlalu dekat dengannya.
" alhamdulillah...aku baik baik saja " jawab Alika kemudian
__ADS_1
" kau mengenaliku...?! " tanya Alika balik, ia sedikit terkejut kepada ohan. Ia masih mengenakan cadar..tapi mengapa Ohan masih mengenalinya.
" apa yang bisa membuatku lupa padamu, kau telah ada di hati dan pikiranku sejak dulu. Alika...ikutlah bersamaku. izinkan aku membawamu pergi dari sini..." kata Ohan penuh kerinduan. Tak dapat ia pungkiri..hatinya masih terpaut begitu dalam kepada Alika.
Hati Alika tergetar mendengar ucapan Ohan, sosok satu satunya pria lembut yang selalu mampu menumbuhkan semangat dan rasa pantang menyerah di hatinya.
Alika yang telah merasakan sakit karena Ohan yang semakin mendekat kepadanya. Mundur kebelakang.
" Ohan...aku mohon jangan begini, aku aku..."
" aku akan membuat kau terbiasa pada ku Alika, aku tahu sulit bagimu bersama aku ....tapi aku pastikan, aku akan mencarikan pengobatan untukmu " ajak Ohan dengan tangan mulai hendak menyentuh Alika namun tiba tiba..
" aku mohon...mengertilah keadaanku Ohan, aku bukan Alika yang dulu...tolong jangan membuatku takut " Alika berdiri dengan tegak sembari menangkup kedua tangannya di depan dada. sedanhkan kepalanya ia tundukkan sangat dalam.
Ohan terkesiap melihatnya, hatinya trenyuh melihat pemandangan itu.
Gadis yang selalu bertahta di hatinya, gadis yang selalu ia harap harapkan, kini ia membangun jarak di antara keduanya.
Alika benar benar melindungi marwah dirinya. Meski ia tak bisa menerima pernikahannya dengan Zain...namun ia sadar, dirinya juga tidak mungkin membiarkan pria lain menyentuhnya.
Walau bagaimanapun juga ia adalah seorang wanita yang bergelar seorang istri.
Alika sangat khawatir, Ohan akan memaksa membawanya meski pria itu tahu ia tak bisa berdekatan dengan laki laki.
Merasa tak ada pergerakan apapun dari Ohan, Alika segera berlalu meninggalkan tempat itu. Tiba tiba ia merasa pusing dan lemas. Ia berniat mencari Alex dan memintanya untuk mengantarnya pulang.
Tanpa ia sadari, seseorang mengikuti langkahnya sejak dirinya berlalu dari Ohan tadi.
Ketika mereka berada di tempat yang lumayan sepi, meski tidak benar benar sepi, seseorang itu memanggil Alika.
" Alika...." panggilnya yang sontak membuatnya menoleh, dan betapa terejutnya ia begitu ia menyadari siapa yang memanggilnya.
Seketika Alika merasakan tubuhnya menggigil ketakutan.
" Ricko..." desis Alika tertahan, langkahnya seakan tercekat di lantai.
" apa kabar, lama tak bertemu..." sapa Ricko dengan tatapan yang mencurigakan dan tampak memuja.
" baik...seperti yang kau lihat..." jawab Alika setenang mungkin.
" maaf jika tidak ada yang perlu di bicarakan, aku mohon diri..."
" kau banyak berubah Alika...aku melihat kau bersama Ohan tadi, ternyata akupun masih sangat mengenalimu meski kau memaki cadar. Tidakkah kau ingin mengapresiasi diriku ?!" oceh Ricko semakin mendekat kepada Alika.
__ADS_1
Alika memundurkan dirinya beberapa langkah, mencoba menjauh dari Ricko. Ia sudah merasakan tubuhnya yang terasa sakit. Peluh membasahi dahinya...
" kau takut padaku ?! ...ayolah Alika, kita selesaikan urusan kita yang belum selesai dulu..." kata Ricko semakin mendekat kepada Alika.