
Tampilan Malayka Khumaira Rasyid ketika menemani Zain, sambil menenteng kamera...ia siap mengambil gambar sang suami tampannya.
Zain memasangkan cadar warna senada dengan pakian syar'i Alika lengkap dengan sarung tangan yang juga dengan warna senada.
Alikapun tak protes ketika pria itu menutupi separuh wajahnya dengan cadar.
Sesuatu yang selalu di lakukan Zain ketika keduanya keluar rumah. Bahkan Zain sudah melakukannya sejak keduanya keluar untuk pertama kalinya berdua saja dulu.
Kini kedua orang itu telah berada di tribun penonton, Zain terus mendekap Alika agar wanita itu tak bersentuhan sedikitpun dengan pengunjung pria lain.
Ia tak ingin merusak momen mereka berdua kali ini, hanya karena interaksi tak sengaja Alika dengan pengunjung lain.
Pemandangan itu menarik perhatian seorang pria yang turut bermain basket di bawah sana.
Berkali kali pria itu melemparkan pandangan kepada Zain dan Alika.
hingga pertandingan selesai, ketika Zain sibuk dengn sapaan para dewan guru dan para pengurus yayasan. Pria itu mensekati Alika yang masih duduk di bangku tribun.
" Alika..." panggil pria itu.
Seketika Alika menoleh, ia seakan tak percaya dengan yang ia lihat.
" kak Anggara...." desis Alika, sulit ia percaya pria itu masih mengenali dirinya meski kini ia memakai cadar.
__ADS_1
" apa kabar... ?? " sapa Anggara, yang tak lain adalah kakak dari sahabtnya Amreeta.
" alhamdulillah....baik kak, kakak apa kabar ?! " tanya Alika balik, ia tak menerima uluran tangan pria itu tapi ia menangkup kedua tangannya di depan dada.
Pria tampan bernama Anggara itu menarik tangannya yang terulur dengan senyuman.
Masih terlihat dengan jelas tatapan penuh kekaguman pria itu terhadap wanita di hadapannya itu.
" tidak baik....sejak tak bisa melihatmu, tapi....siapa orang yang sedang bersamamu ?! " tanya Anggara lagi, dan bersamaan dengan itu tiba tiba seseorang menarik tangannya yang menggantung kebawah dan menjabatnya.
" kenalkan...saya Zaidan, suami Malayka..." Zain tiba tiba hadir di antara keduanya.
Anggara menatap tak berkedip Zain, pasalnya ia cukup tahu siapa Zain. Ia juga beberapa kali meakukan kerjasama dengan perusahaan pria ini meski keduanya tak berinteraksi secara langsung.
Ia pun tahu, siapa wanita yang selalu berada di sisi Zain saat meeting bersama rekan rekan bisnisnya.
Wanuta yang selalu bersama Zain adalah seorang putri keluarga konglomerat bernama Nadira Ibrahim Khan.
Lalu siapa Alika bagi pria ini.
Anggarapu tak pelak menyebutkan namanya.
" Anggara...." jawabnya kemudian masih dengan otak yang penuh pertanyaan
Mungkinkah Alika seorang.....
__ADS_1
Zain yang merasa tak suka dengan interaksi dan cara memandang pria itu kepada Alika segera mengajak Alika pergi dari sana.
" kak...aku permisi dulu " Alika memaksa untuk berpamitan kepada Anggara.
" kau sudah akan pergi Alika...boleh aku tahu di mana sekarang kau tinggal. Dan....apakah kau tak ingin tahu tentang kabar kesua orang tuaku ?! " Anggara sengaja berkata seperti itu untuk sedikit menahan Alika, ia masih ingin berbicara pada gadis itu.
Gadis sahabat adiknya yang diam diam telah mencuri hatinya.
" ayah dan ibuku selalu menanyakan tentang dirimhmu, sejak pernikahan Amreeta waktu itu kalian tak lagi pernah bertemu bukan ?? " Anggara melanjutkan kata katanya.
" iya kak.....tolong sampaikan salamku kepada kedua orang tuamu..."
" kau tidak ingin memyampaikan sendiri salam mu kepada mereka ?! " Anggara masih terus mencoba menahan Alika. Membuat Zain menahan geram
" maaf kami...." Zain tak meneruskan kata katanya karena Alika meremas tangannya.
" mungkin nanti kakak, tolong sampaikan salamku kepada merek. Akupun sangat merindukan mereka...permisi kak Angga " pamit Alika membuat Anggara tak lagi bisa berkata kata.
Terpaksa ia merelakan Alika berlalu begitu saja dari hadapannya.
Hatinya sungguh sakit melihat pria lain memeluk posesif Alika dengan cara tangan pria itu melingkar di pinggang ramping Alika.
Sampai di dalam mobil, Zain hanya terdiam membisu. Sesekali ia melempar pandangannya ketempat lain.
" siapa dia...aku pernah melihatnya dulu sekali bersamamu. Mantan pacar mu ?! " tanya Zain akhirnya tak mampu menahan kesal dan dongkol di hatinya.
__ADS_1
Zain ingat, pria itu yang bersama Alika di pasar malam dulu.
Hatinya semakin geram manakala ia ingat, pria itu masih saja mengenali Alika meski Alika tengah bercadar.