
Amreeta, Ohan dan Alika nampak tengah menikmati makanan mereka masing masing
" kau tahu Ohan...ada berita besar dari Alika " Amreeta terdengar antusias berbicara, Alika mendongak kepadanya sambil mengerutkan keningnya.
" oh ya...kasih tahu Ret, apapun tentang Alika aku harus tahu " respon Ohan sungguh manis membuat Alika yang mendengar ucapannya tersenyum malu.
Amreeta tertawa melihat wajah Alika yang memerah karena malu
" Alika berhasil mendapat beasiswa seratus persen Han..." suara Amreeta terdengar terpekik perlahan dan sarat kebanggaan.
Begitupun dengan Ohan, pemuda itu melototkan matanya tak percaya.
" wow...amazing, seratus persen ?! Itu artinya kau bebas memilih universitas dimanapun kamu mau kan Alika ?! " Ohan terkagum kagum Alika mengangguk perlahan sambil tersenyum malu.
" calon istriku memang amazing " seketika ucapan Ohan semakin membuat wajah Alika memerah seperti kepiting rebus. Ia mati matian menahan rasa malu sekaligus rasa bahagia yang tak dapat ia pungkiri tersirat di hatinya, tanpa ia ketahui seseorang di belakangnya meradang mendengar kata kata Ohan padanya barusan.
Sekali lagi Amreeta tertawa terbahak melihat ekspresi Alika itu.
" kamu apaan sih Han..." omel Alika kemudian
" gak apa apa gak usah pakek pacaran, langsung kawin aja...lagian kamu nggak mau kan pacaran Al, makanya Ohan langsung ngajakin kamu kawin, gantle kan dia " cerocos Amreeta
" kawin kawin..emang aku hewan dikawinin, nikah tahu....." omel Alika lagi
" ha ha ha.....iya iya itu maksud aku, nikah...iya nikah ha ha ha...." tawa Amreeta
__ADS_1
" jadi kamu mau ya nikah sama aku nanti " Ohan menimpali dengan seriusnya.
" masih kecil...sekolah yang bener, nikah nikah.....kayak udah bener aja lo jadi orang mau nikah " tiba tiba Zain berdiri dari duduknya dan menjawab omongan Ohan tadi kemudian ia berlalu pergi dari tempat itu begitu saja.
Ohan melongo mendengar ucapan Zain padanya barusan.
" tumben panjang banget kalimatnya....kesambet di mana tu orang ?! " oceh Ohan sendiri. Sedangkan Amreeta memandang tak berkedip punggung Zain yang terlihat menjauh.
" kamu ada masalah sama tu orang Al ?! " tanya Amreeta, tiba tiba entah mengapa ia merasa bahwa kata kata Zain barusan lebih ditujukan pada Alika sahabatnya itu ketimbang pada Ohan.
Alika menggelengkan kepalanya
" saraf kayaknya tu anak...." oceh Amreeta lagi, kemudian ketiganya nampak melanjutkan sesi makan siangnya.
" pulang sekolah kita jalan jalan ke mall yuk Al....sekalian ngerayain keberhasilan kamu memperoleh beasiswa " ajak Amreeta
" gak ada tapi tapian...aku tahu hari ini jadwal kamu libur kan di resto ?! " serobot Amreeta
" wow..jadi hari ini Alika libur, ok....kita having fan yuk di mal " tambah Ohan. Akhirnya Alika pun mengiyakan ajakan kedua sahabatnya itu.
Memang benar, hari ini adalah jadwalnya libur, tapi sebenarnya ia ingin lembur. Itung itung nyari tambahan lah sedikit sedikit.
Tapi yah....sudahlah, ia tak mampu menolak ajakan teman temanya itu.
Akan ada lain kali kan untuk dirinya lembur dan mendapatkan uang tambahan. Toh beberapa hari yang lalu ia sudah bisa mengirimkan sebagian penghasilannya dari resto yang cukup lumayan baginya untuk adik adiknya di panti.
__ADS_1
Sebenarnya ibu panti melarangnya mengirimkan uang kepanti, ia minta agar uang itu di simpan saja untuk biaya kuliahnya nanti, tapi Alika bersikeras tetap mengirimkannya ke panti asuhan.
Penghasilannya di resto memanglah lumayan banyak, itu di karenakan ia yang amat rajin hingga ia selalu mendapat bonus, belum lagi tamu resto yang selalu rame membuat semua karyawan mendapatkan tambahan bonus termasuk dirinya.
Alika memulai kerjanya di jam dua siang dan pulang di jam sembilan malam. dirinya tak memerlukan biaya untuk keperluan sekolah karena semua sudah di tanggung pihak pemberi beasiswa. Dia hanya tinggal mencari biaya makan saja karena ia pun tinggal di asrama yang sudah di siapkan.
🌺🌺🌺🌺🌺
Alika nampak masuk kedalam mobil Amreeta dan Ohan mengikuti di belakangnya. Ketiganya nampak memasuki area asrama Alika. Setelah beberapa saat ketiganya telah memakai baju ganti.
Ohan ganti di ruang ganti yang memang di sediakan di asrama itu, sedangkan Amreeta ganti di kamar Alika.
Amreeta nampal stylist dengan celana jeans pencil dan kaos kedodoran serta rambut yang terurai panjang membuat ia terlihat manis,
Alika mengenakan stelan syar'i dengan atasan putih dan bawahan juga kerudung pasmina lebar warna hitam dan juga sepatu warna putih menambah kesan feminim pada gadis itu.
Ohan menatap tak berkedip sosok gadis yang kini tengah mengunci pintu kamarnya dan mendekat kearahnya.
" sungguh kau salah satu bukti ciptaanNya yang sangat sempurna Al....kau selalu menyembunyikan kemewahan dirimu di balik pakaianmu " puji Oham dalam hati menyaksikan kecantikan seorang Malayka Khumaira Rasyid.
" bagaimana aku akan mampu berpaling darimu al..." imbuh Ohan lagi dalam hati.
Ohan memang telah lama menaruh hati pada Alika, bahkan sejak mereka bertemu tiga tahun lalu di Aula sekolah.
Tapi sayang Alika menolak perasaannya dengan alasan masih ingin fokus sekolah.
__ADS_1
Tak berapa lama ketiganya telah berada di dalam mobil Amreeta, Ohan memutuskan menitipkan motor sportnya di parkiran asrama.