Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 95


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah yang bergaya mediterania exvlusive, nampak seorang wanita cantik berhijab syar'i terlihat tengah memeluk tubuhnya sendiri sembari matanya menatap jauh kedepan.


Bulir bulir bening melerai di pipinya yang putih bak susu.


Seorang pria paruh baya nampak duduk di kursi meja kerjanya.


Matanya menatap sendu wanita cantik di hadapannya itu.


" kau sudah yakin dengan keputusanmu ini Nadira...?! " terucap tanya di bibir pria itu pada wanita cantik berhijab syar'i yang berdiri menatap kejauhan di hadapannya sana, wanita yang tak lain adalah Nadira Ibrahim Khan.


Nadira menarik nafas dalam dalam...kemudian ia menghembuskannya dengan perlahan dan terasa sangat berat.


Tuan Ibrahim menatap pilu anak bungsunya itu.


" ya.. Abi aku sudah yakin, tolong dady membantu mempercepat perceraianku. Aku tak mungkin terus menahannya dalam ikatan pernikahan ini..." jawab Nadira kemudian, sejenak ia memejamkan mata.


Sekali lagi tuan Ibrahim menghela nafas.


" maafkan abi...andai abi tak mengiyakan begitu saja perjodohan itu, kau tak akan perlu berada di situasi yang buruk seperti ini..." kata tuan Ibrahim penuh penyesalan.


Sungguh ia menyesali perjodohan itu, dimana ia telah mengetahui ada bara di dalamnya.

__ADS_1


Seharusnya ia tak mengiyakan begitu saja persetujuan Nadira untuk menerima perjodohan itu.


" tidak abi..ini bukan salah abi, ini salahku sendiri. Aku yang terlalu memaksakan diri melawan takdirku sendiri " jawab Nadira masih dengan menatap kejauhan.


" hmmm....terserah padamu, mungkin mencoba menerima dan menjalani takdir akan lebih baik untukmu honey..." seorang wanita cantik paruh baya yang berpenampilan tak jauh beda dari Nadira itu nampak masuk sembari membawa nampan berisi makanan ringan dan minuman.


" amma...." Nadira melangkah cepat dan menghambur kearah wanita itu setelah wanita nampak meletakkan baki yang ia bawa.


Nyonya Zainab Ibrahim Khan, istri tuan Ibrahim Khan dan merupakan sosok wanita lembut yang telah melahirkan seorang Nadira Ibrahim Khan juga Abdullah Ibrahim Khan dan Zubair Ibrahim Khan.


Wanita itu mencium puncak kepala anak perempuan satu satunya itu dan mengusap punggungnya dengan lembut.


" menangislah....mungkin dengan menangis kau akan sedikit lebih baik " kata nyonya Zainab berusaha menenangkan jiwa sang putri yang nampak tergunang.


Nyonya Zainab bahkan tuan Ibrahim Khan pun tak dapat menyalahkan siapa siapa, meski itu keluarga Al Kahfi sekalipun. Mereka telah mendengar tentang wanita dalam hidup Zaidan dari mulut Zaidan sendiri waktu itu menjelang perjodohan mereka.


Namun karena sang putri yang bersikeras menerima perjodohan itu, mereka pun akhirnya tetap melanjutkan perjodohan itu dengan menutup mata dan telinga mereka dengan segala scandal yang juga di akui bahkan oleh yang telah bersangkutan sendiri.


Bahkan mereka sebenarnya sadar itu bukan sekedar skandal pewaris Al Kahfi, namun jalan hidup yang telah di pilih sang calon menantu.


Namun..sekali lagi, demi sang putri. Mereka mencoba menjadikan kerjasama bisnis sebagai jaminan hubungan Nadira dan Zaidan.

__ADS_1


" bersabarlah.....lanjutkan hidupmu lagi "


" maafkan Nadira amma....."


" sudahlah.....semua yang sudah terjadi biarlah terjadi, jangan menyimpan dendam....kau bilang dia wanita yang baik bukan ?! " tanya nyonya Zainab lagi.


Nadira mengangguk, ia audah mulai tenang.


" temuilah dia sebelum kau pergi...agar kau jauh lebih tenang dan lebih ringan menjalani hidup barumu " saran nyonya Zainab pada putrinya,


Nadira mengangguk....ammanya benar, ia harus memperbaiki apa yang sudah ia retakkan.


Alika sudah begitu mempercayainya bahkan menerima bila harus berbagi dengannya.


Dan masih saja ia merasa tak terima.


Hingga akhirnya ia tetap meminta Zaidan hanya untuknya melalui sang kakek dan abinya.


Tapi ternyata....Zaidan memang bukan takdirnya.


Sekeras apapun ia mencoba, ia tetap tak mampu menggapai cinta pria itu.

__ADS_1


Nadira memutuskan akan pergi jauh ketempat yang mungkin mampu membuat hidupnya kembali tenang.


__ADS_2