Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 63


__ADS_3

Alika merebahkan tubuhnya dengan posis miring, bantal yang ia tindih telah basah.


tak dapat lagi ia pungkiri, hatinya sangat sakit dan perih


Tanpa ia sadari ternyata cintanya kepada Zain sudah sebesar ini, hingga membayangkan saja Zain tengah bersama Nadira rasanya dunianya runtuh.


Namun ia terus berusaha menguatkan diri,


Alika masih sibuk dengan rintihan di hatinya ketika tiba tiba sebuah lengan kekar melingkar di atas perut ratanya.


menyibak rambut panjangnya dan membenamkan wajah di tengkuknya.


Alika mencium aroma tubuh yang sangat ia kenal, aroma maskulin seorang pria yang membuat hidupnya yang tadinya rapi terkontrol menjadi jungkir balik hingga ia tak tahu lagi harus memulai dari mana untuk menatanya kembali


Secepat kilat Alika membalikkan tubuhnya dan menubruk tubuh Zain yang memeluknya.


Alika menangis sesenggukan.


Rasanya sangatlah sakit, dia sendiri yang meminta...tapi, kenapa rasanya sesakit ini.


Alika masih merintih di dalam hati.


" jangan pernah lagi memintaku melakukan itu lagi Malayka...itu hanya akan melukaimu " bisik Zain di telinga Alika.


Alika mengangguk dengan cepat, sesaat kemudian Alika mendongak menatap mata Zain.


Sungguh hati Alika berdesir, darahnya seakan mengalir lebih cepat. Detak jantungnya tak lagi mampu ia kontrol.

__ADS_1


Sungguh ia telah jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada pria pemaksa di hadapannya itu.


Perlahan tapi pasti, dan entah bagaimana awalannya...Alika mencium bibir Zain.


Zain sangat terkejut sekaligus senang bukan main.


Pasalnya...selama ini, jangankan menciumya lebih dulu. Alika bahkan tak mau membalas ciumannya sama sekali.


Tak ingin menyia nyiakan kesempatan, zain sedikit menarik tubuh Alika keatas tubuhnya. Dada bidang Zain tertindih sesuatu milik Alika yang membuat jiwa kelelakiannya semakin bangkit.


Kenyal dan padat, Alika memejamkan mata begitupun dengan Zain. Ia mengeksplor seluruh bibir mungil yang telah menjadi candu baginya itu.


Tangannya telah sejak tadi meremas dan membelai kesana kemari.


" aku ingin mengandung anakmu...aku ingin anak itu akan menjadi alasan terkuatku berada di sisimu " bisik Alika di telinga Zain.


Zain tersenyum bahagia


Ia semakin menarik tubuh Alika keatasnya, dan entah sejak kapan keduanya telah polos tanpa benang. Zain masih belum puas dengan pemanasannya.


Waktu dua bulan tidak bertemu membuatnya sangat merindukan Alika. Apalagi Alika kini seakan memberikan warna lain dalam urusan bercintanya.


Zain masih sibuk dengan sesuatu yang bulat dan kenyal juga lumayan besar di bibirnya, tangannya pun sibuk di salah satunya.


Lenguhan dan desisan Alika membuatnya semakin menggila. Ia seakan tak puas telah mengh**** dan tak jarang menggigit kecil bulatan kembar itu


Posisi Alika yang dadanya berada diatasnya sungguh membuatnya gila.

__ADS_1


Posisi yang sama sekali tak pernah ia lihat dari sosok wanita yang ia cintai itu. Sungguh ini mengahadirkan sensasi berbeda di hati Zain.


Ia merasa di rajakan oleh Alika, di layani wanita itu


hingga Zain tak mampu lagi menahan hasratnya. Ia membalik tubuh Alika untuk berada di bawahnya.


Tak lupa menyematkan seuntai doa, semoga kerja kerasnya malam ini kembali membuahkan hasil. Zain membawa Alika mengarungi surga dunia yang halal bagi keduanya.


Meski hanya pernikan siri, tapi setidaknya...hubungan keduanya halal di mata Tuhan.


Zain sungguh merasakan sensasi yang berbeda, sentuhan Alika yang seakan mengimbangi setiap sentuhannya membuatnya tak mampu lagi menahan senyum yang terus terulas dibibirnya sejak tadi.


Zain mengusap keringat di wajah Alika, menyesap perlahan bibir tipis nan mungil itu. Kemudian ia kembali melanjutkan aksinya di bawah sana.


Alika memejamkan matanya sembari menggigit bibir bawahnya sendiri.


Sungguh ekspresi yang membuat Zain semakin gemas dan menggila.


Hingga akhirnya, Zain menjatuhkan wajahnya di ceruk leher Alika, menciumi berkali kali bahu polos wanita itu. Menghirup dalam dalam aroma tubuh Alika yang menenangkannya.


" terimakasih....sayang..." bisik Zain membisikkan kata di telinga Alika penuh keikhlasan.


Alika tersenyum manis membalas ucapan Zain.


Ia menghapus keringat yang bercucuran di lengan dan tubuh Zain dengan tangannya.


Sesuatu yang tak pernah ia lakukan. Namun sangat ingin ia lakukan kini.

__ADS_1


Sesaat Alika mengecup bibir Zain sejenak. Kembali senyum ia sunggingkan di bibirnya untuk Zain.


Zain menatapnya penuh haru dan rasa bahagia.


__ADS_2