Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 70


__ADS_3

 Almayra menatap sendu kearah Alika, kembali ia mengusap lembut pipi halus Alika, menyibak rambut yang tergerai di wajahnya.


" dengarkan kata mamy ini, meski jika kau tidak di akui sebagai menantu al Kahfi...kau akan tetap menjadi menantu pertama Razack Al Fatih. Karena itu mulai sekarang tegakkan kepalamu Malayka. Kau adalah Malayka Razack Al Fatih....aku tidak perduli dengan pengakuan tuan besar Zain Almeer. Bagiku..


Kau adalah menantuku.....aku akan segera membawamu kepada keluargaku " seakan memberi ultimatum, Almayra kini menoleh kepada sang suamu yang juga berdiri di ambang pintu balkon.


Tuan Osmand menghela nafas, ia sadar mungkin papanya telah sangat keterlaluan mengatur hidup putranya, Zaidan....


Perlahan ia mendekat kearah sang istri.


" aku juga mempunyai nama keluarga untuk sekedar memberi nama belakang untuk cucuku....meski aku tahu, papa tidak akan tinggal diam. Aku putuskan akan membawa Malayka kepada keluargaku..." Almayra berkata dengan lantang kepada tuan Osmand.


Almayra bertekad akan mempertahankan wanita yang di cintai dan di perjuangkan putra semata wayangnya itu mati matian.


Tak akan ia biarkan lagi putranya menggila seperti dulu karena kepergian dan kehilangan seorang Malayka Khumaira Rasyid.


Baginya..Malayka adalah obat bagi Zaidan.


Seolah paham dengan kegundahan yang kini di rasakan sang istri, Osmand mengusap lembut bahu istrinya itu sembari mengangguk.


" aku bersamamu my....ayo kita keluar,biarkan mereka istirahat terlebih dahulu.." ajak tuan Osmand kepada istrinya itu.


Menoleh sesaat kepada Alika sembari tersenyum lembut, kemudian Almayra mengikuti langkah sang suami meninggalkan kamar itu.


sepeninggal kedua orang tuanya, Zain mendekat kepada Malayka. Menggenggam jemarinya...mengusap lembut wajah sendu itu.


" maaf..." satu kata terlontar dari bibir Zain.


Alika menggeleng pelan,


" jangan seperti itu, beri aku kekuatan dengan wajah ceriamu..." sahut Alika kemudian dengan tersenyum.


Zain kembali meraih jemari Alika dan mengecupnya lembut.


" tentu saja...." katanya kemudian sambil tersenyum.


Zain menarik Alika kedalam kamar, memakaikan kerudungnya kembali


" kita pulang setelah mengantar mamy dan dady kebandara...mamy dan dady akan segera kembali ke Arkana beberapa jam lagi " kata Zain.


Alika mengangguk mengerti.


Zain dan Alika mengantar kedua orang tuan Zain ke bandara, sekali lagi Almayra memberi kekuatan dan dukungan untuk menantunya itu.


Sementara di dalam mansion besar tuan besar Zain Almeer Al Kahfi, Nadira duduk menghadap taman bunga di taman samping mansion.

__ADS_1


Tatapan matanya tampak sendu dan menggelap


Hatinya bagai teriris, kabar yang baru saja ia dengar dari orang suruhannya membuatnya sakit hati.


" jadi mamy mengakui keberadaan wanita itu ?! " tanyanya pelan pada seorang wanita berbadan tegap di sisinya.


" kami melihatnya mengantar nyonya Almayra dan tuan Osmand ke bandara bersama tuan muda nona " terang orang itu.


" baiklah..terimakasih " kata Nadira kemudian, ia terus saja menatap hamparan bunga di depannya sana.


Ia menggigit kecil bibirnya.


" kau akan tahu...sedang berebut dengan siapa kamu saat ini, aku tidak perduli Zain....cinta atau tidak akulah istrimu yang sah..." bisiknya lagi dengan pelan dan sangat pelan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Zain telah beraktifitas dengan kesibukannya lagi dalam beberapa hari ini seperti biasa.


Dan karena kesibukannya yang menggila itu, tanpa ia ketahui...seseorang membawa Alika ke mansion tuan besar.


Meski tak menyukai Alika, tetap saja tuan besar Zain Almeer Al Kahfi memerintahkan beberapa orang wanita untuk menjemput Alika. Bukan karena ia yang tahu wanita itu mengalami trauma karena cucunya...


Tapi lebih kepada dasar hatinya yang paling dalam. Ia tak ingin wanita yang di cintai cucunya itu, terlepas ia mengakui atau tidak...


Ia tetep tak ingin wanita itu berinteraksi dengan pria lain.


Wanita yang tetap teguh dengan tampilan syar'inya meski cobaan menghantam kehidupannya bertubi tubi.


Di lecehkan sedemikian rupa oleh sang cucu, kehilangan bayinya hingga dua kali, dan kenyataan hanya menjadi yang kedua, tak serta merta membuat wanita itu oleng dan hancur begitu saja.


sungguh jauh di lubuk hati tuan besar Zain Almeer Al Kahfi menyimpan ketakjupan tersendiri pada wanita itu.


" silahkan nona...tuan akan segera datang " seorang pelayan mempersilahkan Alika dengan sopan, mereka para pelayan di mansion itu cukup mendengar tentang istri kedua tuan muda mereke.


Dan kini mereka di beri kesempatan untuk melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana sosok wanita yang telah menciptakan keretakan hubungan antara cucu dan kakek itu, juga menciptakan kegaduhan pada keluarga besar Al Kahfi itu.


Sangat luar biasa cantik...itu lah yang terukir di hati mereka demi melihat Alika yang kini datang ke Mansion tanpa memakai cadar.


Meski Nadira memiliki kecantikan yang juga luar biasa, entah kenapa...para pelayan itu seakan melihat aura berbeda dari istri kedua tuan mudanya itu.


" terimakasih..." jawab Alika tak kalah sopan, semakin membuat para pelayan yang ada di sana ternganga.


Selain cantik dia juga sopan dan lembut. Sungguh kepribadian yang berbanding terbalik dengan tuan muda mereka yang dingin dan arrogant.


Juga Nadira tentunya. Meski Nadira bukanlah sosok yang sombong, tapi ia juga terkesan kurang ramah kepada orang bawah.

__ADS_1


Mungkin karena latar belakangnya adalah berasal dari keluarga konglomerat. Membuat Nadira kurang respeck kepada orang orang kalangan bawah. Meski ia tak juga merendahkan.


Setidaknya itulah yang para pelayan tangkap dari kepribadian para majikannya kini.


Tak butuh waktu lama, tuan besar datang bersama Nadira dan dua orang pria berjas hitam di belakangnya.


Alika segera berdiri dari duduknya dan manyapa sopan tuan besar dan juga Nadira dengan menganggukkan kepalanya.


" tuan besar....nona.." sapanya lembut, Tuan besar Zain mengehela nafas. Hati Nadira sedikit berdesir mendengar sapaan Alika itu.


Betapa wanita itu mengakui dan menghormati keberadaannya pula.


Kemudian tuan besar Zain duduk di hadapan Alika di ikuti oleh Nadira.


" duduklah..." perintah tuan besar


" kalian menghadap kebelakang " perintahnya lagi kepada para pengawalnya karena melihat gelagat kurang nyaman dari Alika.


Alika sadar Zain tak mengizinkannya menunjukkan wajahnya pada sembarang pria. Hanya saja tadi ketika ia tahu yang menjemputnya adalah orang orang suruhan sang kakek apalagi mereka semua adalah wanita. Alika tak terpikir memakai cadar.


Dan sepertinya tuan besar Zain menyadari itu.


Nadira melirik sang kakek sejenak. Ia sedikit mengerutkan keningnya.


Perlakuan kakek kepada Alika ini hampir mirip perlakuan kepadanya.


Tuan besar Zain juga selalu meminta para pengawalnya menghadap kebelakang bila ada dirinya. Oleh sebab itu pelayan di dalam mansion kesemuanya adalah wanita tanpa terkecuali.


" terimakasih tuan besar..." kata Alika merasa lega.


Setidaknya ia tak melanggar keinginan sang suami.


" kau sudah punya jawaban atas pilihan yang aku berikan kepadamu ?! " tanya


" insyaAllah sudah tuan besar " jawab Alika cepat.


" katakan ...apa pilihanmu "


" tetap bersama nya....." jawab Alik lagi dengan tegas dan cukup lantang.


Ia sudah memutuskan akan berada di sisi Zain, tak akan ia sia siakan lagi pengorbanan pria itu untuk dirinya.


Meski nanti dirinya hanya menjadi yang kedua. Toh hidup ini sudah ada yang mengatur. Ia telah berusaha menghindar dengan lari sejauh mungkin.


Tapi kenyataannya ia malah terikat pernikahan bersama Zain. Ia mengalah....dan berusaha menerima takdir.

__ADS_1


Nadira membelalakkan matanya, begitupun tuan besar Zain. Ia cukup terkejut dengan keberanian wanita di hadapannya itu.


__ADS_2