
 Nadira menatap kakaknya penuh tanya dan juga rasa tak percaya. Selama ini ia tak pernah melihat kakak laki lakinya yang satu itu memberikan perhatian atau sekedar memperhatikan seorang wanita.
Tapi ini....apa yang terjadi, ataukah kakaknya itu telah jatuh hati pada Alika. Pekik Nadira dalam hati.
Jika saja itu bukan Alika, pasti ia akan senang melihat kakaknya ternyata masih normal dan masih menyukai seorang wanita ternyata.
Tapi wanita itu adalah madunya....desah Nadira tak terdengar karena hanya tertahan di hati.
Zubair cukup menjaga diri dari pergaulan dengan seorang wanita selama ini. Hingga ia di jodohkan lima tahun lalu.
Usia Zubair sudah tiga puluh tiga tahun, tapi tak pernah sekalipun Nadira pernah mendengar sang kakak sedang dekat dengan seorang wanita paskah meninggalnya calon istrinya karena sebuah kecelakaan lima tahun lalu. Apalagi membawa seorang wanita untuk di perkenalkan kepada keluarganya.
Karena itu, Zubair juga terkenal dingin meski yang sebenarnya adalah ia sangat hangat pada keluarganya terlebih pada Nadira, adik perempuannya satu satunya.
Nadira memang anak perempuan satu satunya setelah Abdullah Ibrahim Khan sang kakak pertama yang merupakan pengusaha tambang batu bara dan batu permata. Abdullah berusia tiga puluh lima tahun dan telah menikah dan mempunyai dua orang anak laki laki.
Kemudian sang kakak kedua yang kini tengah berdiri di hadapannya. Zubair Ibrahim Khan.
Zubair seorang ceo perusahaan elektronik terbesar di kotanya.
" jadi benar...kakak yang telah menculik wanita itu ?! " sarkas Nadira
" jaga bicaramu Nadira...dia calon kakak iparmu " jawab Zubair percaya diri membuat Nadira melotot tak percaya. Zubair tak suka cara Nadira menyebut Alika meski ia belum tahu nama wanita yang kini tengah ia kagumi.
" kau sadar dengan yang kau ucapkan kakak...dia istri kedua suamiku ?! " Nadira sedikit mengeraskan suaranya, ia tak suka Zubair berkata seperti itu...seakan sang kakak tidak menghormati status Alika saat ini.
" hanya tinggal sebentar lagi...selanjutnya dia akan menjadi kakak iparmu " jawab Zubair dengan santai.
" lagi pula tidakkah kau ikut senang, kau akan mempunyai kakak ipar yang sangat luar biasa cantik....bisa kau bayangkan akan secantik dan setampan apa nanti keponakan keponakanmu. Perpaduan ketampananku dan kecantikan calon kakak iparmu itu..." kata Zubair dengan narsis.
" lihatlah...dia sangat cantik bukan..." Zubair terus bermonolog sembari menunjukkan foto Alika di hand phonenya kepada Nadira..
" dia sangat cantik Nadira...lihatlah matanya, tatapan matanya begitu lembut, wajahnya begitu menenangkan. Aku menginginkannya Nadira.." lanjut Zubair lagi dan kali ini ia mengusap foto Alika yang ia simpan di salah satu aplikasi di hand phonenya.
__ADS_1
" kakak sadarlah....apa kau tidak malu menginginkan sesuatu yang bukan hak mu ?? " ucap Nadira jengah. Zubair seketika terdiam.
" dia istri kedua suamiku...dia seorang istri kakak. kau atau pria lain tidak di berikan hak untuk sekedar mengaguminya apalagi ingin memilikinya.... Dia sudah menjadi hak pria lain kakak.." kata Nadira dengan sangat tegasnya.
Kembali Zubair terdiam.
" dia hanya akan menjadi duri dalam rumah tanggamu Nadira, selama ada dia..Zain tidak akan bisa menjadi milikmu seutuhnya...biarkan aku membawanya pergi dari kehidupan kalian " kata Zubair kemudian.
Awalnya Zubair memang hanya ingin memperingati wanita kedua iparnya itu, tapi siapa sangka..
Ia justru langsung jatuh hati pada wanita kedua suami adiknya itu.
" aku tahu kakak, tapi biarkan aku menyelesaikan urusan rumah tanggaku sendiri. Meski itu bukan wanita itu, jika Tuhan mentakdirkan ada wanita lain dalam rumah tanggaku, aku bisa apa ... Apakaj abi akan mengizinkan aku berpisah dari suami perjodohanku ?! Sudahlah kakak jangan ikut campur lagi...aku sudah dewasa untuk sekedar menjalani hidupku kakak " Nadira mencoba memberi peringatan kepada kakaknya itu.
" toh...di dunia ini bukan hanya Zain yang memiliki istri lebih dari satu " kata Nadira lagi, entah kekuatan dari mana sehingga Nadira mampu berkata seperti itu.
Tak ia hiraukan sang kakak yang kini menatapnya tak berkedip.
" aku atau dia sama sama istri sah suamiku...hubungan kami sama sama di saksikan Tuhan, hanya bedanya...aku direstui oleh kakek sedangkan dia tidak..." lanjut Nadira lagi sembari menatap ke kejauhan.
Berpisah dari Zain...sama sekali tak terpikirkan oleh Nadira.
Karena bisnis keluarga mereka seakan menjadi taruhan jika perpisahan sampai terjadi di antara keduanya.
" kau atau pria lain tak akan bisa bersamanya kakak, wanita itu seakan sengaja di ciptakan Tuhan hanya untuk suamiku " lanjut Nadira, kini wanita cantik berpenampilan syar'i itu duduk di bangku yang ada di balkon itu.
sementara Zubair memperhatikan kata demi kata yang di ucapkan sang adik dengan seksama.
" apa maksudnya ..?! " tanya Zubair kemudian
" Alika menderita trauma yang sangat besar, ia tak bisa terlalu dekat dengan pria lain selain Zain apalagi bersentuhan " terang Nadira
" Alika...?! " bibir Zubair bergetar menyebut sebuah nama yang baru saja ia dengar dari Nadira.
__ADS_1
" ya...namanya Alika, Malayka Khumaira Rasyid " jawab Nadira lagi
" dan sekarang...karena ulah kakak kemaren, ia terbaring tak sadarkan diri selama dua hari ini di rumah sakit...sungguh nasib Alika yang malang..tak kusangka, kakakku menjadi penyebab trauma Alika kembali " desis Nadira.
Sekali lagi Zubair terdiam membisu, sulit ia percaya gadis itu tak sadarkan diri sejak hari itu hingga kini karena dirinya.
Ingatannya melayang pada ingatannya dimana ia melihat tubuh Alika bergetar hebat tak biasa ketika ia mendekatinya.
Wajah gadis itu tiba tiba memutih seperti kapas, dan ketika ia menggendongnya, ia bisa merasakan tubuh itu sangat dingin.
Ternyata dia memiliki trauma....desis Zubair kemudian.
" kau menerima di poligami olehnya.." tanya Zubair kemudian
" entahlah kakak...aku akan memikirkannya lagi, tapi kumohon....jangan ikut campur tangan lagi dengan urusan rumah tanggaku, itu tidak baik untukku...kau mengertikan ?! " pinta Nadira kemudian
Zubair terdengar menghelas nafas, sebesar itu kah hati adiknya itu. Atau...sebodoh itukah adiknya itu.
Entahlah yang tahu hanya Nadira dan Tuhan.....pikir Zubair.
Tapi ia tetap sulit menghapus keinginannya untuk memiliki Alika.
" menurutmu...apakah aku mencintai wanita itu dengan semudah itu ?! "
" aku rasa itu bukan cinta kakak....kau hanya terobsesi padanya, cinta..tak akan membuatmu tega menyakitinya, tapi buktinya...kau sukses membuatnya tak sadarkan diri hingga dua hari ini di rumah sakit. Dan entah kapan ia akan sadar karena ulahmu itu..." cibir Nadira
" cihh...mana aku tahu dia memiliki trauma sebesar itu. Aku hanya tak terima adikku di duakan...itu saja pada awalnya " cebik Zubair membela diri.
Nadira tersenyum manis kearah kakaknya itu, di banding dengan Abdullah, Zubair memang lebih impulsif jika menyangkut tentang dirinya.
" terima kasih kakak....aku tahu, kau memang sangat menyayangiku " kata Nadira sambil menghambur memeluk Zubair dengan erat.
Jarak keduanya yang terpaut hampir empat tahun membuat keduanya sangat dekat karena Zubair memang sangat menginginkan adik perempuan.
__ADS_1
Meski sebenarnya Abdullah juga tak kalah sayangnya pada Nadira sama seperti Zubair. Hanya saja kini Abdullah telah berumah tangga. Hingga keadaan sedikit terasa berbeda.