Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 109


__ADS_3

" apa kau yakin kalau bayi yang sedang kau kandung itu adalah anak Zain Alika..." ulang Zubair lagi sembari menatap intens wanita di hadapannya itu.


Ia tak lagi menyematkan kata nona dalam panggilannya. Ia tak ingin ada yang formal antara dirinya dengan wanita itu lagi.


Pria itu benar benar ingin berkesan seolah dirinya memang telah memiliki wanita itu dan memang mempunyai hubungan sedekat itu.


" apa maksud anda tuan muda Khan....jaga bicara anda " Alika berkata dengan suara bergetar.


Hampir saja ia tak mampu meredam emosinya karena ucapan Zubair kepadanya itu.


" aku bukan wanita murahan...." kembali suara Alika terdengar bergetar.


" bagaimana jika anak itu adalah anakku...jangan lupa kita yang pernah bersama " Zubair semakin berani berkata kata, pria itu benar benar telah gila.


Ia tak lagi mampu menguasai akal dan pikirannya. Hatinya benar benar telah tertutup dengan rasa cinta dan ingin memiliki wanita di hadapannya itu.


Tak perduli meski ia harus berbohong sekalipun....


" tutup mulut anda tuan muda Khan, itu tidak mungkin...aku...." Alika masih mencoba menyangkal dan mempertahankan kewarasannya.


" aku tahu..kau tidak bisa berdekatan dengan pria manapun selain suamimu...tapi, bagaimana jika aku melakukannya ketika kau tidak sadarkan diri karena sedang bersamaku..." Zubair kian gila...ia benar benar tak mampu lagi berfikir waras.


Alika menggeleng geleng tak percaya.

__ADS_1


" jadi...ayo ikut bersamaku, kau harus bersamaku karena tempatmu sebenarnya memang harus berada di sisiku " lanjut Zubair lagi.


" omong kosong..." jawab Alika


" anda seorang pria terhormat tuan muda....tolong jaga sikap dan tingkah laku anda, anda tidak mungkin melakukan hal menjijikkan seperti itu " ringis Alika, ia menolak percaya dengan ucapan pria itu.


" aku mencintaimu Alika....sungguh....apalagi yang bisa aku lakukan saat aku bisa melakukannya. Aku memang seorang pria terhormat...tapi bukan berarti aku tak mempunyai nafsu......" kata Zubair lagi


" bersamamu aku seakan kehilangan akal sehatku, aku tak mampu menahan hasratku padamu malam itu Alika..." lanjut Zubair membuat wajah Alika seketika merah padam.


" tutup mulut anda tuan muda..." bentak Alika dengan keras, Zubair menatap wanita itu dengan intens dan tak berkedip.


" aku tak akan tutup mulut lagi, sudah cukup selama ini aku bersabar dan menahan diri melihatmu bersamanya....dia adalah anakku, semua harus tahu itu.....terutama pria sombong dan tak tahu diri itu " ucap Zubair kemudian membuat darah Alika seakan berhenti mengalir.


Apa maksudnya.....semua harus tahu ?! Monolog Alika di dalam hati.


Alika berdiri dengan gemetar, kedua tangannya mengepal dengan erat.


" jika kau tidak percaya...ayo ikut denganku, kita kerumah sakit dan kita buktikan yang sebenarnya..." tantang Zubair kepada Alika.


Keputusannya sudah bulat.... tak akan ia batalkan lagi, meski sebenarnya ia tak tega melihat wajah Alika yang sudah memucat dan gemetar. Keinginannya untuk memiliki wanita di hadapannya itu jauh lebih besar.


" aku pasti akan melakukannya...tapi tidak denganmu, aku akan pergi bersama suamiku " jawab Alika dengan suara yang masih bergetar, namun tatapan matanya sangat tajam menghujam kearah Zubair.

__ADS_1


" tidak...bersamaku, kau harus pergi bersamaku....dia adalah anakku, aku yang jauh berhak atas dia dan dirimu " jawab Zubair tak kalah tegas, sembari hendak melangkah maju medekat kepada Alika.


Alika dengan cepat memutar tubuhnya kemudian masuk dengan cepat kedalam kamar dan mengunci rapat rapat pintu kamar itu karena melihat gelagat Zubair yang ingin semakin mendekat kepadanya.


Zubair mengepalkan tangannya dengan erat dan meninju ke udara. Tak putus asa...ia mendekat kearah pintu kamar Alika yang tertutup dan terkunci dari dalam.


Kedua tangannya seolah memeluk daun pintu itu.


" dengarkan aku...dan percaya padaku, aku adalah ayah dari bayi yang sedang kau kandung itu.....aku tahu kau bisa mendengarku...." kata Zubair sembari terus memeluk daung pintu kamar Alika itu.


" aku tahu kau tidak sadar saat itu Alika, tapi aku sangat sadar saat melakukannya...semua masih jelas teringat dan tergambar dalam ingatanku Alika. Aku sangat menginginkanmu....dan kau datang padaku malam itu " Zubair masih terus mengoceh.


Sementara Alika...tubuh wanita itu telah luruh kelantai, ia seakan tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya.


" drama apalagi ini....kenapa semua harus terjadi kepadaku, apa yang harus aku lakukan ?! " tanya Alika setengah berbisik di dalam hatinya.


Kemudian wanita itu nampak berdiri dan melangkah kearah tempat tidur.


Tangannya mengepal erat mencengkeram seprai yang membungkus tempat tidurnya.


Ia tak boleh lemah....tak akan ia biarkan orang lain mengendalikan kehidupannya lagi.


Zubair berbohong, pria itu berbohong....tak mungkin bayi yang ia kandung adalah anak Zubair.

__ADS_1


Alika kembali menjerit di dalam hatinya.


Sekuat apapun ia menolak kata kata Zubair, tetap saja statment pria itu membuat jiwanya terguncang.


__ADS_2