Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 91


__ADS_3

Setelah drama panjang seputar kehamilan bersama dokter obgyn di rumah sakit....sekarang pria tua beserta rombongannya telah berdiri di depan sebuah warung tenda yang ada di taman kota.


Tuan besar berkacak pinggang dan menatap Alika dengan tajam.


Sementara Alika menunduk begitu dalam.


" apa maksudmu makan di sini hah..." tanya tuan besar Zain dengan nada marah, tadi Alika menolak ketika ia mengajak makan di sebuah restaurant mahal.


Dan sekarang....Alika benar benar menguji kesabaran pria paling berkuasa di keluarga Al Kahfi itu.


" makan di sini maksudmu..?! " tuan Zain kembali mengulang kata katanya,


Alika mengangguk takut takut...


" apa maksudmu....kau ingin wajahmu di lihat banyak orang hah...!!" kembali tuan besar Zain membentak Alika.


Alika semakin menunduk ketakutan, ia juga tak tahu kenapa ia sangat ingin mengajak pri tua di hadapannya itu untuk makan di emperan seperti ini.


Melihat Alika yang terus menunduk, tuan besar Zain menghela nafas dengan kasar.


" Maycle....coba kau pinta pada penju...." kata kata tuan besar terpotong.


" tidak tuan....tidak, biarkan mereka makan disini..baiklah saya akan menurut kepada anda " kata Alika kemudian.


Kembali tuan besar Zain terdengar menghela nafas.


" kau sangat ingin makan di sini bersamaku..atau kau hanya ingin makan saja ?! " tannya nya kemudian

__ADS_1


Alika menggeleng


Akhirnya tuan besar mengalah, ia mengikuti keinginan Alika.


Alika tersenyum tipis, kemudian ia memilih tempat duduk lesehan di bawah.


Tuan besar meminta orang orangnya untuk berdiri memutari duduk mereka, dengan posisi berdiri membelakangi mereka duduk.


Tentu saja, tindakan itu menarik perhatian semua orang, tapi tampaknya itu tak berpengaruh pada tuan nesar Zain. Ia hanya tidak ingin wajah Alika di lihat banyak orang,


Karena yang selama ia lihat, Zain selalu meminta Alika memakai cadar bila di luar rumah.


Pria tua berdarah timur tengah itu tetap tak bergeming sedikitpun.


Makanan datang, Alika segera menyantap makanan di hadapannya setelah tuan besar membolehkannya makan.


Sejenak ia sedikit membelalakkan matanya, ketika sebuah rasa yang sangat lezat dan nano nano menyapa lidahnya.


selanjutnya ia nampak sangat menikmati setiap rasa dari suapan suapan itu.


Ia meminta Alika mengambilkan ini dan itu, singkatnya ia makan dengan di layani oleh Alika.


🌺🌺🌺🌺🌺


Dua bulan terbelalu, Alika menjalani kehamalannya dengan bahagia meski kerinduan kepada sang suami sering kali membuatnya menangia di malam hari. Namun ia berhasil terhibur dengan keramaian yang asa di panti.


Tuan besar Zain hampir dua hari sekali datang ke panti,

__ADS_1


Ia membawa ini dan itu, menanyakan ini dan itu. Tapi sungguh membuat hati Alika berbunga bunga.


Meski terkadang kata demi kata yang kaluar dari bibirnya terasa pedas, Alika hanya tersenyum.


Namun berbanding terbalik dengan keadaan Zain, ia sudah seperti orang yang gila kerja. Ia selalu pulang malam dari kantor, setelahnya ia akan segera masuk ke dalam ruang kerjanya hingg dini haru baru dia akan kembali ke dalam kamarnya bersama Nadira. Esoknya.....ia kembali lagi pergi bekerja.


Nadira hanya mampu menghela nafas melihat kesibukan Zain.


Pria itu memang memutuskan bersedia tinggal di mansion bersamanya. Zain juga mengizinkannya melayaninya seperti seorang istri melayani suminya.


keculali di atas ranjang...Zain tak bisa melakukannya. Bayang banyang Alika yang trauma terhadap laki laki membuatnya sangat merasa bersalah.


Ia berjanji dalam hati, hanya Alika satu satunya wanita yang akan ia sentuh.


" kau baru pulang...?! " tanya Nadira kepada Zain saat ia melihat Zain baru saja datang.


" hmmm....kau belum tidur ?! Kenapa belum tidur....ini sudah malam, tidurlah..." jawab Zain.


" aku menunggumu....." jawab Nadira lagi.


" ada Apa ?! " tanya Zain, ia masih berdiri di hadaoan Nadira.


Nadira terdengar menghela nafas berat.


" ada apa Nadira.....katakan saja "


" mari kita bercerai.....kita sudahi pernikahan ini, aku sadar tak ada lagi kesempatan bagi kita mempertahankan rumah tangga kita...."

__ADS_1


__ADS_2