
Seorang pria tampan berhidung mancung nampak berdiri di sisi jendela, ia menatap lurus kedepan kearah hamparan hijau di bawah sana.
" cklek...." pintu terbuka, seorang wanita cantik berkulit putih yang menutupi kepalanya dengan kerudung yang menjuntai menutupi dadanya nampak masuk kedalam kamar dengan membawa beberapa potong pakaian.
" ini...pilihlah yang ingin kau pakai " katanya lembut kepada pria tampan berdarah arab itu.
" hmmm....letakkan saja di sana, aku akan mengambilnya "
" jam berapa kita akan berangkat ?! " tanya wanita itu dan masih dengan nada yang sangat lembut dan sopan. Sungguh perpaduan yang sangat epik.
" jika masih ada waktu...turunlah, mari kita sarapan dahulu " sambungnya
Wajah cantik yang di tunjang dengah bentuk tubuh yang ideal dan proposional di tambah dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan seoalah menambah kesempurnaan seorang wanita cantik bernama Nadira Ibrahim Khan. Gadis cantik berdarah Arab dan India yang dipilihkan tuan besar Zain Almeer Al Kahfi untuk cucu kesayangannya, putra mahkota Al Kahfi. Zaidan Almeer Al Kahfi.
" hmmm...." sekali lagi tak ada kata kata panjang yang keluar dari mulut pria tampan itu.
Nampak Nadira keluar dari kamar itu, sesampainya ia di luar pintu kamar ia menghela nafas. Sudah hampir satu tahun lebih pernikahannya dengan Zaidan, tapi tak ada perubahan sedikitpun dari sikap pria itu terhadap dirinya.
Zain tetap saja dingin.
🌺🌺🌺🌺🌺
Satu minggu telah berlalu sejak Zain pamit untuk pergi menyelesaikan pekerjaannya, Alika tak pernah melihat pria yang telah menikahinya secara siri itu.
Ia di temani dua orang paruh baya di setiap hari harinya.
Bik Sumi dan Bik Anti. Dua orang wanita paruh baya yang di pilih Zain untuk menemani Alika.
Flass on
" aku akan agak lama tidak pulang...mungkin satu mingguan ...kamu baik baik ya nunggu aku " pamit Zain di pagi hari sembari Alika yang memasangkan dasi untuknya
" bik Sumi dan bik Anti akan menemanimu, akan ada seseorang yang datang membawa kebutuhanmu setiap dua hari sekali " kata Zain
" jadi kau tidak perlu repot repot keluar hanya untuk berbelanja " lanjut Zain lagi
" ck...kau bermaksud memenjarakan aku begitu ?! " tanya Alika sedikit jengkel
" jangan negatif thinking begitu, aku hanya tidak mau di saat aku tidak ada kau sakit seperti saat kita di lapangan basket waktu itu hanya karena berdesakan desakan dengan orang lain...lagi pula itu juga untuk meminimalisir kau dekat dengan pria lian selain aku, itu saja " terang Zain yang di jawab Alika dengan cebikan bibirnya.
Mana ada aku akan dekat dengan pria lain selain kamu, yang ada aku malah mati berdiri karenanya. Oceh Alika dalam hati.
Alika memang tidak memberitahu Zain jika dirinya tidak bisa berdekatan dengan pria lain.
" hmmm....." jawab Alika akhirnya
__ADS_1
" kenapa harus lama " lanjut Alika.
" apa kau akan merindukan aku ?! " tanya Zain sembari menciumi bibir sang istri.
" lihat saja nanti..." jawab Alika dengan berusaha melepaskan diri dari Zain yang kini telah memeluknya
" lihat nanti apanya...sudah sepantasnya kau merindukan aku jika kita lama tak bertemu, aku suamimu...jangan lupakan itu " oceh Zain merasa tak terima dengan jawaban Alika.
" ck...kau sudah membuatku tak tidur semalam...apa kau masih kurang ?! " elak Alika ketika Zain terus saja menciumi lehernya dan kini mulai beralih ke bibirnya.
Zain tersenyum manja. Semalam dia memang sengaja terus meminta pada Alika dengan alasan sebagai ganti ia yang akan lama tak pulang. Ia ingin sepulangnya ia nanti dirinya akan mendapat berita bahagia dari wanita pemilik separuh nyawanya itu.
Selain dari pada itu, yang sebenarnya adalah ia ingin Alika tergantung dan selalu teringat kepadanya.
" kita akan lama tidak bertemu...beri aku sedikit vitamin " kata Zain dengan terus meraup bibir Alika.
Dan Alika tak mampu lagi menolaknya. Akhirnya diapun diam dan menerima saja ciuman dan sentuhan lembutnya.
" kau akan kesiangan nanti... Kemejamu akan kusut juga " Alika mengingatkan
" emmmm....." jawab Zain dengan bibirnya yang masih di dada Alika. Di tatapnya wajah teduh Alika, di belainya rambut panjang nan hitam dan lurus itu.
Sejenak ia mencium aroma rambut Alika, di ciumnya kelopak mata Alika bagian bawah yang terlihat bengkak efek tidak tidur semalam.
" ck...kau bohong, aku tidak percaya kata katamu. kau memperlakukanku seperti tahanan lalu sekarang kau bilang bekerja demi aku, seakan akan aku majikanmu ....kau pikir aku percaya ?! " ledek Alika
" ck..jangan bicara terlalu jutek begitu padaku.." jawab Zain sembari membenamkan tubuh Alika di dalam pelukannya.
Zain terasa berat untuk meninggalkan Alika
Andai Alika tahu, apa yang di katakan Zain memang benar, ia harus bekerja keras demi keberlangsungan hidupnya dan Alika.
Karena jika proyeknya gagal, maka ia harus rela meninggalkan wanita itu.
Salah satu syarat yang di berikan kepada Zaidan oleh kakeknya jika tetap ingin menikahi Alika.
Membangkitkan kembali perusahaannya yang bergerak di bidang keuangan yang telah coleb hampir lima tahun lalu.
Flass of
Alika duduk di pinggiran tempat tidur ketika bik Sumi masuk dengan membawa makanan.
" nona sedang apa ? Menunggu telephon tuan muda ?! " tanya bik Sumi pada Alika.
Alika tersenyum menjawabnya
__ADS_1
Biasanya Zain selalu menghubunginya setiap saat, tapi entah kenapa hampir dua hari belakangan ini pria itu tak menghubunginya sama sekali.
Ia sedikit khawatir.
" bukannya jam segini biasanya tuan muda sudah menghubungi nona ?! "
" duduk sini bik Sumi... " ajak Alika pada bik Sumi untuk turut duduk di sisi tempat tidurnya.
Bik Sumi awalnya menolak, tapi Alika malah menggeretnya.
" sudah dari kemaren dia tidak menelpon bik...semoga tidak terjadi apa apa dengannya " kata Alika pelan.
" kalau begitu kenapa tidak nona yang menelponnya saja ?! " tanya Bik Sum.
Alika menggeleng saja
" kenapa ?! tanya Bik Suk lagi
" enggak bik...aku sungkan " jawab Alika.
Bik Sumi tersenyum hangat mendengar jawaban majikan barunya itu.
Bik Sumi dan Bik Anti sangat menyayangi Alika meski mereka baru bertemu.
Sebenarnya bik Sumi dan bik Anti adalah pelayan mansion tuan Osmand yang turut merawat Zain sejak kecil jika ia ditinggal untuk perjalanan bisnis kedua orang tuanya.
Kedua orang itu jelas tahu bagaimana Zain selama ini. Dan begitu melihat bagaimana Zain memperlakukan Alika mereka bisa tahu bagaimana posisi wanita cantik nan lembut itu di hati tuan mudanya.
Di mata bik Sumi dan bik Anti, Alika adalah satu satunya wanita yang mampu membuat Zaidan Almeer Al Kahfi tersenyum sumringah.
Jelas terpancar cinta yang besar dari tuan mudanya itu untuk wanita cantik yatim piatu itu.
Sebab dari itu mereka akan menjaga permata berharga tuan muda mereka itu dengan sangat hati hati dan dengan seluruh jiwa raganya jika di perlukan.
Keluarga tuan Osmand sudah sangat baik kepada mereka, dan mereka yakin jika tuan Osmand dan nyonya Almayra melihat Zain memperlakukan Alika, kedua orang itu sudah pasti akan bersikap sama seperti mereka berdua.
Tapi sayang, kedua orang tua Zaidan tak punya cukup kendali untuk itu.
Semua keputusan yang menyangkut keluarga Al Kahfi akan di tentukan oleh dia yang paling tua. Dan itu adalah tuan besar Zain Almeer Al Kahfi yang terkenal sebagi pria tegas dan diktaktor di mata semua keluarganya.
Apalagi setelah kepulangam sang istri kepada sang penciptaNya, ia semakin keras dan tak ada lagi yang mampu membelokkan setiap keputusannya.
Selama ini tidak ada yang mampu membuatnya tunduk selain sang istri, yakni nyonya besar Kamalya Almeer Al Kahfi.
Dialah satu satunya wanita yang di cintainya seumur hidupnya.
__ADS_1