
Alika berjalan di koridor sekolah bersama Amreeta, keduanya berjalan beriringan.
Amreeta terus menanyakan alasan Alika kenapa tidak masuk kemaren.
Alika mencoba menghindari pertanyaan sahabatnya itu.
" ada acara apa Reet....ramai sekali ?! " Alika berpura pura tidak tahu dengan keramaian di lapangan basket.
" oh..itu, biasa ada turnamen basket antar sekolah " jawab Amreeta malas.
" liat yuk...kayaknya rame banget " ajak Alika yang di sambut dengan mata Amreeta yang melotot.
Pasalnya selama ini tak pernah sekalipun sahabatnya itu mau melihat pertandingan seperti itu.
Dia lebih memilih berada di kelas saja sambil membaca atau berada di kantin saja.
Sedang Alika..entah kenapa ia sangat ingin memenuhi permintaan Zain kemaren untuk melihat dirinya bertanding di arena. Tapi tidak mungkin ia mengatakan itu pada Amreeta.
" apa Al...aku gak salah denger kan, ini beneran kamu yang ngajakin aku liat basket ?! Ini turnamen antar sekolah lho Al...pastai ramai bangetlah di sana " kata Amreeta seakan tak percaya dengan ucapan Alika.
" sekali sekali kenapa Reet....mumpung kita bebas, dan ini juga kesempatan terakhir kita melihat sekolah kita bertanding " kata Alika lagi dan di angguki oleh Amreeta.
" iya juga ya....ok deh ayok..." ajak Amreeta sembari menggamit lengan Alika menuju lapangan basket.
Zain yang telah berada di lapangan sejak tadi dan meski pertandingan yang belum di mulai matanya menangkap bayangan gadis yang memang telah ia cari cari sejak tadi.
Seorang gadis yang telah membuat hidupnya menjadi lebih berwarna, dan yang paling nyata...karena gadis itu, hubungan persaudaraan antara dirinya dan Ohan dipertaruhkan.
Senyum manis tersungging di bibir pemuda tampan itu ketika matanya melihat Alika memasuki tribun penonton bersama dengan sahabatnya.
Dalam jarak yang cukup jauh, Zain melempar senyuman kepada Alika dan seakan dapat di pahami oleh gadis itu. Alika tersenyum tipis sembari menganggukkan kepalanya pelan.
__ADS_1
Interaksi rahasia antara Zain dan Alika itu dapat ditangkap dengan baik oleh Ricko.Wajah Ricko nampak pias dan penuh kebencian.
Berbeda dengan respon Ricko, Ohan yang juga melihat kehadiran Alika dan Amreeta nampak melambaikan tangannya kepada Alika sembari meneriakkan nama Alika membuat Zain menoleh dan menatap tajam kearah Ohan.
Ohan sama sekali tidak bisa membaca kode rahasia antara Zain dan Alika. Ia pikir Alika sengaja datang untuk menyemangatinya dan melihat dirinya bertanding.
Pertandingan telah di mulai, Zain sang kapten tim basket, bermain dengan sangat memukau dan mampu menghipnotis siapa saja kaum hawa yang melihatnya.
Zain sangat di elu elukan.
Sementara Zain, setiap kali selesai memasukkan bal kedalam gawang dan berhasil ia akan menatap kearah dimana Alika tengah duduk.
Amreeta merasa aneh dengan kelakuan Zain. Pasalnya Amreeta merasa Zain sengaja menoleh kearah dirinya ataukah Zain sengaja menoleh kepada.....
Amreeta menatap kearah Zain, dan ketika Zain menatap kearahnya ia melihat kearah Alika.....di lihatnya Alika tanpa ekspresi menatap kearah pertandingan.
Amreeta mengerutkan kening sembari menggeleng geleng.
" Reet....aku ke kamar mandi bentar ya...." pamit Alika pada Amreeta.
" jangan lama lama Al....bentar lagi selesai " kata Amreeta
" hmmm....bentar kok " jawab Alika kemudian segera pergi dari sana, tanpa ia ketahui ada sepasang mata yang terus mengawasinya sedari tadi. Tak berapa lama kemudian ia berdiri dan melangkah menuju ketempat yang sama yang di tuju Alika.
Toilet.
Hampir lima menit Alika baru keluar dari kamar kecil, ia melangkah kearah kaca toilet dan mencuci tangannya di sana.
Namun ketika ia mendongak setelah mencuci tangan, Alika di kejutkan dengan adanya seseorang yang berdiri di pojokan tengah menatapnya yang bayangannya di pantulkan oleh kaca di hadapan Alika.
" Ricko...sedang apa dia di toilet perempuan " bisik Alika dalam hati, gadis itu segera mempercepat aktivitasnya dan ingin segera pergi.
__ADS_1
Namun Ricko tiba tiba telah berada di belakangnya, dan ketika Alika memutar tubuhnya, betapa terkejutnya Alika karena menemukan Ricko telah begitu dekat dengannya.
Dengan wajah yang memucat Alika melangkah mundur beberapa langkah kebelakang, hingga tubuhnya menabrak wastafel.
" mau kemana...kenapa buru buru sekali " kata Ricko dengan menyeringai, di tatapnya gadis di hadapannya dengan intens dari bawah keatas atau juga dari atas ke bawah beberapa kali.
" maaf...aku sudah selesai, permisi " kata Alika sembari melanjutkan langkahnya dan ingin melewati samping Ricko, tapi tiba tiba Ricko mencekal lengannya.
Reflek Alika menghempas tangan Ricko
" cih...sok suci, kau pikir aku tidak tahu siapa sebenarnya dirimu dan apa saja yang sudah kau lakukan " oceh Ricko pada Alika.
" berapa dia memberimu uang, apa kau pikir hanya dia yang bisa memberimu banyak uang....." kembali Rikco berusaha mendekat kearah Alika, namun Alika segera dengan cepat melangkah kebelakang.
Ricko menggeram.
" aku juga bisa memberikan apa yang sudah dia berikan padamu Alika....kau tahu, aku tidak bisa move on darimu " Rucko mulai melangkah mendekat kearah Alika dan semakin dekat.
" apa yang ingin kau lakukan ?! " tanya Alika dengan ketus, kini ia telah merasa tubuhnya telah gemetar, dia seakan dejavu. Ingatannya kembali kepada malam di mana pertama kalinya Zain merenggut secara paksa kehormatannya.
" ayolah Alika....sebentar saja, obati rasa penasaranku ini padamu " rengek Ricko.
Keringat dingin mengucur di dahi Alika, Ricko semakin mendekat.
" kau sangat harum Al...." kata Ricko lagi ketika jarak keduanya semakin dekat.
Alika mendorong dengan kuat dada Ricko kebelakang dan ingin segera pergi dari sana. Akan tetapi sekali lagi Ricko menarik lengannya dengan kuat hingga tubuhnya sedikit terhuyung tertarik kembali kebelakang dan menabrak dinding.
Ricko meraih kerudung Alika dan seketika matanya sedikit melebar menatap gadis di hadapannya itu.
" minggir kau...." Alika sedikit berteriak dengan marah. Untuk sejenak Ricko terhipnotis akan kecantikan Alika, rambutnya yang panjang hitam tergerai karena ikat rambutnya yang ikut tertarik ketika Ricko menariknya kerudungnya tadi terpampang jelas di hadapan Ricko.
__ADS_1
" kau sangat cantik Alika " kata Ricko dengan tidak melepaskan cekalannya pada Alika dan semakin membuat gadis itu kian panik.