
Tubuh Alika semakin gemeter, hawa dingin tiba tiba seakan menyergap tubuhnya.
" apa kau tahu...betapa aku sangat tergila gila padamu..." Ricko semakin mendekat kepada Alika dan kini pria itu berhasil meraih cadar yang menutup wajah Alika.
" sejak pertamakali aku melihatmu, dan sampai detik ini semua masih sama Alika..tidak ada yang berubah. Aku masih mencintaimu. Meski kau selalu menolakku...cintaku padamu masih sama Alika " lanjut Ricko semakin berani kepada Alika.
Ricko benar benar seakan telah kehilangan akal sehatnya, hingga ia tak sadar dimana ia berada kini dan apa yang tengah ia lakukan. Ia hanya ingin memenuhi fantasi liarnya terhadap Alika yang tak pernah tersalurkan selama ini dan hanya bisa ia pendam saja.
Alika tak mampu lagi bergerak apalagi melawan, perut bagian bawahnya tiba tiba saja sakit tak tertahankan. Berbulir bulir keringat kian membasahi kening dan wajahnya.
Ia mengerang pilu, dengan susah payah ia berusaha menghindar dari tangan Ricko yang berusaha menyentuhnya. Menepis tangan Ricko yang terus berusaha menyentuh wajahnya dengan sekuat tenaganya.
Tanpa ia sadari, di dalam hati kecilnya berbisik, tak akan ia biarkan orang lain menyentuh dirinya selain Zain suaminya.
" aku mohon lepaskan aku..." pinta Alika memelas, ia merasa tak punya tenaga lagi untuk sekedar menepis tangan Ricko yang kini terulur semakin berani padanya.
Ricko menatap tak berkedip wajah di hadapannya itu. Wajah Alika yang penuh keringat semakin terlihat sexy di mata Ricko. Hasratnya kepada wanita itu semakin besar dan seakan tak mampu lagi ia tahan.
Ia berniat membawa Alika segera pergi dari tempat itu.
Ia sangat mengagumi Alika sejak dulu, sakit hatinya selalu menerima penolakan dari gadis itu,
Baru saja hendak melabuhkan ciumannya di bibir Alika yang pucat pasi ketika tiba tiba sebuah pukulan yang sangat keras mengenai wajahnya.
Tanpa sempat membalas ataupun mengelak, Ricko di pukul, di tendang dengan membabi buta.
Zain menghajar habis habisan Ricko di hadapan Alika dan di hadapan banyak orang yang kini turut berkerumun karena mendengar keributan.
Sementara Zain menghajar Ricko bertubi tuni, Alika jatuh terduduk tak berdaya di lantai. Ia tak mampu lagi menahan beban bobot tubuhnya sendiri.
Seorang wanita cantik dan terlihat elegant meski usianya tak lagi muda, ia mendekat dan segera memeluk bahu Alika.
" Zain....dia....!!! " teriaknya memanggil Zain sembari terus memeluk Alika, menahan agar gadis itu tidak roboh menyentuh lantai.
Zain menoleh kearah suara panggilan tersebut, matanya terbelalak melihat Alika yang tersungkur di lantai.
Dengan cepat ia melompat dan segera berlari dengan cepat kearah Alika.
" sayang....!! " teriaknya dengan lantang membuat mereka semua yang hadir di sana membelalakkan mata tak percaya.
__ADS_1
Termasuk wanita cantik yang kini memeluk Alika. Zain segera meraih tubuh lemas Alika yang terduduk di lantai dan membawanya dalam pelukannya.
Hatinya sungguh sakit melihat kondisi Alika.
" dia siapa Zain...kenapa kau..."
" dia istriku mi.." jawab Zain cepat, matanya semakin membulat begitu merasakan ada yang basah di pakaian Alika.
" dia..." wanita yang di panggil mami oleh Zain itu semakin terkejut bukan main, melihat darah mengalir di kaki wanita itu.
Begitupun dengan Zain, tanpa banyak kata lagi segera ia mengangkat tubuh Alika dan berteriak memanggil Alex.
" Alex...." teriaknya..
" saya di sini tuan " jawab Alex gugup, ia menyadari kesalahan fatal yang telah ia buat.
Tadi setelah pamit sebentar kepada Alika untuk sekedar menyapa rekanan bisnis perusahaan Zain, untuk sekedar beramah tamah dan berbasa basi, ia kembali mencari wanita itu. Namun sayang, ia seakan kehilangan istri siri bosnya itu.
Zain berlari membawa Alika dalam pelukannya di ikuti oleh Alex di belakangnya.
" bagaimana kau bisa lalai menjaganya Alex...apa kau ingin aku pecat hah.." rutuk Zain pada Alex sembari terus melangkah kearah mobil dengan Alika di gendongannya.
Tak Zain hiraukan lagi puluhan, bahkan mungkin ratusan pasang mata yang menatapnya penuh curiga dan tanya.
Bahkan seorang pria tua yang berdiri di hadapanya, ia lewati begitu saja karena panik.
Tuan besar Zain Almeer Al Kahfi nampak menghela nafas panjang.
Sementera itu, di balik pintu...seorang wanita cantik nampak menatap nanar kepergian Zain membopong Alika.
" apa lagi yang seharusnya aku lakukan untuk membuatmu tetap bersama ku...." desis Nadira.
" aku masih tidak akan menyerah Zain..." imbuhnya pelan.
" bantu bawa dia segera pergi dari sini..." kata Nadira kemudian kepada seseorang yang berdiri dibelakangnya.
Di rumah sakit, Zain terlihat sangat panik.
Ia nampak mondar mandir kesana kemari tidak jelas. Hingga seorang dokter nampak keluar, dan beberapa menit kemudian dokter pria itu membawa seorang dokter wanita untuk masuk bersamanya kedalam ruangan tindakan Alika lagi.
__ADS_1
Dokter pria itu kembali keluar ruangan, kemudian meminta Zain mengikutinya ke ruangannya.
" mari ikut saya tuan..." dokter itu mempersilahkan Zain.
Zain duduk di hadapan dokter itu dengan wajah tegang.
" bagaimana keadaan istri saya dok ?! " tanya Zain
" maaf tuan ....kami tidak bisa menyelamatkan janin di dalam kandungan istri anda " terang dokter itu membuat Zain seakan tercekat.
" apa maksud anda dokter ?! "
" istri anda hamil tuan, kandungannya berumur tiga minggu...dan itu sungguh kondisi yang masih sangat rentan "
Zain terdiam membisu.
" dan apakah anda tahu, istri anda mengalami gangguan psikis karena traumanya. Tubuhnya seakan menolak berdekatan dengan seorang pria " terang dokter yang sebenarnya bernama Kevin itu.
Zain yang kini telah berada di depan ruang rawat Alika jatuh tergugu di lantai.
Alex tak mampu berbuat apa apa, sungguh ia merasa bersalah dan bingung bagaimana seharusnya ia bersikap.
Ia hanya berdiri tak jauh dari Zain.
" brengsek kau Ricko....aku akan membuat perhitungan denganmu. Kau telah membunuh anakmu " Zain berdiri dan meninju dinding. Pria dingin tak tersentuh itu terlihat begitu rapuh dan penuh penyesalan.
" tuan muda jangan khawatir, saya akan melakukan yang anda inginkan. Saya berjanji...saya akan menghancurkan laki laki itu dengan tangan saya sendiri. Sekarang anda fokuslah dulu kepada nona Alika...ia sangat membutuhkan anda " Alex mencoba meredam kemarahan Zain dan berhasil. Zain terlihat sedikit tenang.
Ia kembali duduk, tak berapa lama seorang wanita cantik yang tak lain adalah mami Zain nampak datang mendekat kepadanya.
" mami..." desis Zain langsung berdiri dari duduknya.
" ada apa ini Zain...jelaskan sesuatu pada mami "
" dia istriku mi.. " jawab Zain.
Mami Zain yang tak lain adalah nyonya Almayra Almeer Al Kahfi nampak sangat terkejut. Wajahnya nampak pias.
Ia seakan tak bisa mempercayai pendengarannya sendiri. Putranya...putranya satu satunya mengklaim seorang wanita sebagai istrinya.
__ADS_1