
Satu bulan telah berlalu, sejak hari di mana Zain seakan memberikan ia kebebasan...Alika tak lagi melihat pria itu. Meski sudah biasa dengan perlakuan seperti ini oleh pria itu. Tetap saja hatinya sangat sakit.
Terlebih saat ini tak ada lagi kesibukan bekerja seperti dulu. Zain tak lagi memperkerjakannya sebagai asisten pribadinya ataupun konsultan keuangannya.
Tak ada kabar sedikitpun dari Zain, entah... Alika tak tahu lagi bagaimana sebenarnya pria itu memposisikan dirinya.
Alika menghembuskan nafas berat, matanya menatap kearah rintik hujan di luar sana.
Derai derai air hujan yang bak tirai alam yang menghalangi pandangan mata manusi.
" nona..ada tamu untuk anda, perempuan..." bik Anti datang menyampaikan pesan.
" iya bik..." jawab Alika. Bik Anti menghela nafas berat. Ingin sekali rasanya ia membawa lari majikannya itu agar tak usah bertemu dengan tamunya itu, karena ia tahu siap tamu yang di maksud.
Alika melangkah menuruni anak tangga, sampai di ruang tamu...mata Alika di sajikan pada pandangan seorang wanita berpakaian syar'i sama seperti dirinya. Setiap gerakan tubuhnya seakan menggambarka sebuah keanggunan dan kecantikan seorang wanita.
Alika sadar siapa tamunya..
" selamat siang nona....Nadira " sapa Alika dengan sopan.
Ya...tamu Alika adalah Nadira, istri sah Zaidan Almeer Al Kahfi.
Wanita cantik berhijab syar' i itu mengalihkan pandangannya pada pemilik suara yang menyapanya.
Nadira menatap penuh takjub wanita di hadapannyan itu.
Gamis rumahan warna dusty dengan rambut panjang tergerai, kulit putih mulus dan tatapan mata yang lembut dan hangat.
Nadira seakan tak mampu memungkiri jika madunya itu memang cantik.
Di mata Nadira, sungguh Alika adalah gambaran kecantikan seorang wanita yang diisyaratkan dalam kitab yang biasa di pelajari oleh kaum adam guna mencari sosok wanita sempurna di dunia.
Tanpa keduanya sadari keduanya telah memuji satu sama lain sekaligus merasa insecure satu sama lain juga.
" nona Alika...apa kabar ?! " jawab Nadira.
" alhamdulillah baik nona...terimakasih atas perhatiannya.." jawab Alika santun
Alika melangkah mendekat dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Setelahnya keduanya nampak duduk ber sisian dan berjarak di sofa miring yang terletak di ruang tamu itu.
" aku tak pernah menyangka kita akan di pertemukan kembali dengan situasi dan kondisi yang cukup rumit " Nadira memulai kata katanya, bik Sumi datang membawa minuman.
" terimakasih bik..." kata Alika juga Nadira. Kedua wanita itu memang memiliki kesopanan tingkat tinggi.
" sama sama nona " sambut bik Sumi dan segera masuk kedalam, tapi sebenarnya bik Sumi tak benar benar masuk kedalam. Ia bersembunyi di tempat yang aman bersama dengan bik Anti.
jujur saja keduanya sangat khawatir dengan keselamatan Alika.
Meski Nadira terlihat lembut dan elegant, tapi bik Sumi dan bik Anti tak pernah mengenal secara jauh wanita pilihan tuan besar Zain untuk sang cucu... Zaidan.
" apa Zain sudah lama tak pulang ?! " tanga Nadira pada Alika.
" iya nona...maaf jika saya ada kesalahan memanggil anda " pinta Alika
" tidak masalah...panggil senyamannya kamu saja " jawab Nadira. Alika menatap sejenak wanita di hadapannya itu.
" aku hamil..." kata Nadira kemudian.
" duar..."
Tangannya meremat kain gamisnya.
Benar yang di katakan sang tuan besar, Zaidan tak hanya mempunyai dirinya sebagai wanita dalam hidupnya.
Perlahan Alika tersenyum. Meski hatinya menjerit ia tetap tersenyum
" selamat nona..." satu kata berhasil terucap di bibirnya.
Tak ada yang salah, Nadira tak salah jika dia sekarang hamil. Toh..dia adalah istri sah pria pemaksa itu.
Seharusnya ini justru bagus untuknya bukan ?! Zaidan tak akan lagi memaksa memiliki anak lagi darinya. Dan mungkin akan mempermudah pria itu melepaskannya.
Mungkin ini alasannya pria itu tak lagi datang kepadanya...dia sudah berhasil akan mendapatkan seorang anak. Monolog Alika dalam hati.
" terimakasih nona Alika..." jawab Nadira.
" nona Alika...kau sangat cantik, menurutku tak sulit bagimu untuk mendapatkan pengganti Zain " lanjut Nadira.
__ADS_1
Alika berusaha setenang mungkin.
" bagaimana maksud anda ?! " tanya Alika lagi.
" tidak kah kau keberatan Zain tak hanya memilikimu sebagai istrinya "
" bukankah wajar di dalam agama kita seorang pria memiliki lebih dari satu seorang istri ?! " Alika balik bertanya...entah mengapa ia sedikit risih dengan cara bicara wanita di hadapannya itu.
" aku keberatan Zain memiliki istri lain selain aku " akhirnya kata kata itu terlontar juga dari bibir Nadira.
" lalu...?? " tanya Alika dengan menatap tenang Nadira
" pergilah dari suamiku...lepaskan dia " kata Nadira.
Alika menghela nafas berat.
" kenapa tak anda katakan sendiri pada suami anda tentang keberatan anda itu...itu adalah hak anda..." jawab Alika.
" pergi darinya...aku sudah pernah melakukannya, tapi dia masih bisa menemukanku sepuluh tahun kemudian dan menghukumku dengan pernikahan siri ini..." jawab Alika lagi, perlahan ia menghela nafas.
" jika anda mampu menjauhkan saya dari suami anda tanpa dia akan mampu menemukan saya lagi...sungguh saya akan sangat berterimakasih " lanjut Alika lagi dengan raut wajah datar dan sangat tenang.
Nadira menatap tak berkedip wanita di hadapannya itu. wanita itu seakan baru menyadari...Alika bukan gadis yang mudah di arahkan.
" kau berkata...seakan Zain sangat cinta dan tergila gila padamu " kata Nadira kemudian.
" saya tidak tahu apa yang sebenarnya suami anda rasakan kepada saya..." jawab Alika lagi.
Nadira mengehela nafas pelan.
" perpisahan diantara kalian tidak akan mengakibatkan efek apa apa...tapi jika perpisahan di antara kami, tentu itu akan berakibat buruk pada bisnis keluarga kami " kata Nadira kemudian.
" kau tahu..kami bukan berasal dari kalangan biasa" lanjut Nadira lagi.
Alika menganguk paham.
" saya paham nona...sungguh saya tak akan mampu pergi tanpa bantuan orang orang seperti anda. Memanglah siapa saya ini....saya tak memiliki kekuasaan apapun untuk mampu menyembunyikan diri saya dari orang orang seperti suami anda..." jawab Alika membuat Alika terdiam membisu.
Sebenarnya Nadira ingin Alika memutuskan untuk pergi jauh dari hidup Zain karena keinginannya sendiri setelah mendengar dirinya hamil.
__ADS_1