Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 46


__ADS_3

Zaidan menghempaskan dengan kasar tubuh Alika masuk kedalam kamar mereka berdua setelah sebelumnya ia menyeret dengan kasar Alika mulai dari basemant hingga memasuki apartemennya.


Tak ia hiraukan lagi panggilan bik Sumi dan bik anti yang mengingatkan kepadanya akan keadaan Alika.


Zain membanting pintu kamarnya dengan sangat kasar


" beraninya kau bernegosiasi dengan kakekku untuk meninggalkanku...apa kau ingin agar aku benar benar membunuhmu hah...?!! " bentak Zain dengan sangat keras hingga terdengar.


" lakukan yang ingin kau lakukan, aku toh sudah pernah menawarkannya padamu untuk membunuhku bukan.....mati, apa kau pikir aku takut untuk mati....aku bahkan sudah pernah mencoba melakukannya dua kali " jawab Alika dengan santai


" atau kau ingin aku mengurung dirimu seumur hidupmu ?! " sentak Zain masih penuh kemarahan.


" apa kau pikir aku akan membunuhmu dengan mudah begitu saja, tidak...aku akan lebih dulu menghancurkan saudara saudaramu itu. Di hadapanmu, aku benar benar akan membuat mereka tersiksa...itu yang kau inginkan bukan ?! " teriak Zain, Alika menatap Zain penuh kebencian.


" kau dengar...setelah kau lihat mereka tersiksa, aku baru akan membunuhmu..dan jangan khawatir, setelahnya aku juga akan membunuh diriku sendiri. Sehingga meski setelah kematian sekalipun kau akan tetap bersama ku "


Tak ada satu patah kata pun keluar dari mulut Alika, hanya matanya saja yang menatap nanar dan penuh kebencian kepada Zain.


Zain kini melangkah maju mendekat kearah Alika.


" jadi ...kau harus berpikir seribu kali untuk pergi meninggalkan aku...." Zain setengah berbisik ditelinga Alika.


" inikah kehidupan yang kau bilang cinta kepadaku...nyatanya kau hanya memberiku neraka dalam kehidupanku " desis Alika tertahan. Tenggorokan Zain terasa tercekat mendengar kata demi kata keluar dari mulut Zain.


" ku mohon biarkan aku pergi..." jawab Alika, ia telah merosot jatuh kebawah, begitupun dengan Zain.


" beri aku seorang anak darimu...." pinta Zain kembali.


" jika aku tidak mampu memberinya... ?! " elak Alika


" bertahanlah sebentar lagi...aku mohon mengertilah keadaanku Malayka....kau tidak tahu apa yang sudah aku lalui untuk bisa bersamamu ...aku hanya ingin hidup bersamamu " Zain menyentuh kedua lutut Alika yang tertekuk di hadapannya sembari kepalanyapun tertunduk.


" aku tidak bahagia hidup bersamamu...aku ingin pergi dari semua ini....sudah cukup kau menghancurkan hidupku, kau bahkan membuatku tak bisa bersama pria lain selain dirimu...apakah itu belum cukup bagimu " racau Alika, ia mulai kehilangan akal sehatnya lagi.

__ADS_1


" atau kau belum puas karena sahabatmu itu belum merasakan tubuhku....kau masih ingin berbagi tubuhku ini dengan Ricko, bawa dia kemari...aku akan melakukan yang kau inginkan, aku akan melayaninya seperti aku melayanimu..."


" Malayka....." kali ini Zain benar benar berteriak penuh amarah, hingga tanpa sadar tangannya telah berada di udara hendak melayangkan tamparan pada Alika karena kata kata wanita itu.


Ia sungguh bingung dengan arah pembicaraan Alika, Ricko...apa hubungannya dengan Ricko, berbagi Alika, melayani...ada apa ini sebenarnya. Pikir Zain kacau. Ia kini merangsek maju mendekap Alika yang tergugu di hadapannya.


Zain mengangkat tubuh alika keatas pembaringan dan kemudian ia ikut membaringkan tubuhnya kemudian memeluk Alika siang itu.


" aku hanya ingin bersamamu...apa yang salah pada cintaku padamu..." rintih Zain di sela sela pelukannya pada Alika.


Alika sendiri masih sesenggukan karena hampir ditampar oleh Zain.


" kau hanya bisa memberiku luka.... " jawab Alika sembari terusak.


" maafkan aku...cobalah menerima diriku " sambut Zain sembari menciumi kening Alika.


" wanita mana yang akan bisa menerima dirinya sebagai wanita simpanan..."


" kau bukan wanita simpanan, kau istriku..."


" kehidupan seperti apa yang sebenarnya kau tawarkan padaku...tak akan ada yang bisa menerima diriku di sekitarmu " Alika terus saja meracau.


Zain tak mampu lagi menjawab.


" satu tahun....aku mohon bersabarlah satu tahun saja, jika kau masih tidak bisa memberiku seorang anak...dan kau juga tidak bisa menerima ku sebagai suamimu...aku berjanji akan melepaskanmu, kau bebas menjalani hidupmu..." akhirnya kata kata itu keluar dari mulut Zain.


Alika seakan mendapatkan angin segar demi mendengar ucapan Zain barusan, ia merasa masih memiliki harapan untuk bahagia di kemudian hari.


Meski hanya sendiri.


Ya....hanya sendiri, ia tahu... tidak ada pria lain selain Zain yang akan mampu membuat dirinya terbiasa.


" kau seorang pria terhormat...aku pegang kata katamu..." kata Alika kemudian menanggapi dengan antusias ucapan Zaidan.

__ADS_1


Zain tersenyum kecut


" sekarang izinkan aku meminta hakku..." pinta Zain sembari menatap Alika sendu,


Zain tak ingin lagi membuang waktu, meski ini masih siang tidak ada salahnya mencoba peruntungan, siapa tahu dengan usahanya kali ini ia akan berhasil membuat Malayka hamil.


Seperti biasa, ia hanya bekerja sendiri....meski Alika tak pernah menolak permintaan Zain, tapi ia juga tak pernah membalas setiap sentuhan Zain padanya.


Meski pria tampan bertubuh kekar itu melakukannya berulang kali, Alika hanya menuruti saja.


Hati Alika semakin dingin untuk sekedar menanggapi sentuhan Zain, apalagi sejak ia tahu...bukan hanya dirinya wanita dalam kehidupan pria itu.


Pernah ia mencoba untuk menerima Zain dalam hidupnya paskah pernikahan paksa mereka, mencoba melupakan pemaksaan yang pria itu lakukan padanya.


Tapi lagi lagi...niat itu harus kembali ia lempar jauh jauh dari hatinya, setelah kenyataan yang sebenarnya meluluhlantakkan kembali kehidupan yang dengan susah payah coba mulai ia tata kembali.


Setelah puas dengan apa yang ia inginkan Zain membawa tubuh Alika kedalam pelukannya, mendekapnya mesra dan tak lupa melabuhkan kecupan di setiap inci wajahnya. Sesuatu yang selalu ia lakukan sebagai salah satu bukti betapa ia sangat mencintai wanita itu.


" boleh aku tanya sesuatu ?! " tanya Zain sembari terus menciumi telapak tangan Alika.


" hmm..."


" ada apa dengan Ricko...kenapa kau berkata seperti itu...apa aku sudah gila hingga aku ingin berbagi dirimu dengan Ricko ?! " tanya Zain menahan emosi


" tanyalah pada dirimu sendiri " jawab Alika ketus berusaha melepaskan diri dari pelukan Zain.


" sana..aku mau mandi.." pinta Alika sembari berusaha mendorong tubuh Zain.


" tidak..nanti saja, sudah seminggu ini kau selalu menjauh dariku, aku masih ingin..." jawab Zain dengan mempererat pelukannya.


" aku lelah...kau benar benar ingin aku mati kelelahan karena melayanimu " omel Alika.


" mana ada seperti itu...makanya cobalah membalasku, kau akan tahu betapa nikmatnya dirimu untukku..." bisik Zain di telinga Alika dengan sedikit meniup telinga gadis itu.

__ADS_1


" dasar mesum..." omel Alika lagi.


" ha ha ha....." Zain tertawa lebar, tanpa menyadari ada dua orang yang tengah kalang kabut menunggu kabar dari keduanya. Mereka adalah bik Sumi dan bik Anti.


__ADS_2