Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 97


__ADS_3

Zaidan menaikkan kedua kaki Alika yang masih terjuntai ke bawah keatas tempat tidur dengan sangat hati hati dan perlahan, memijitnya sejenak...kaki itu sedikit terasa hangat di tangannya.


" apa kakimu memang begini ?! " tanya nya dengan raut wajah khawatir kepada Alika yang duduk bersandar pada sandaran pembaringan.


" hmm...sejak hamil kakiku memang sering tiba tiba keram dan sedkit bengkak, padahal ini baru akan tiga bulan " jawab Alika sambil mengangguk angguk.


" apa itu wajar ?! " tanyanya lagi masih dengan wajah cemas.


" entahlah...." jawab Alika sambil mengedikkan bahunya.


" kehamilan sebelumnya bagaimana " Zain terus bertanya. Wajah Alika berubah muram.


" aku tak tahu....aku tak menyadari kalau aku hamilkan " jawab Alika dengan raut wajah sendu.


" maaf...." giliran Zain yang kini berkaca kaca, itu adalah kesalahannya.


Alika mengangkat wajah sang suami dan menggeleng perlahan


" sudahlah..semua sudah berlalu " katanya kemudian menghibur Zain.


Cukup lama Zain memijit kaki Alika dengan sangat telaten sampai Alika memintanya untuk berhenti.


kemudian dirinya ikut menyusul setelah sebelumnya ia membaringkan tubuh Alika terlebih dahulu, menutupi tubuh mereka dengan selimut.


Zain menarik tubuh ringkih itu kedalam dekapannya, ia sangat merindukan aroma wangi tubuh itu.


" bagaimana perasaanmu hah...?! " tanya Zain sambil mencium pipi Alika dengan gemas.


Jika ingat bagaimana penolakan dan kebencian wanita ini kepadanya dahulu, rasanya sulit percaya jika kini tangan Alika melingkar erat di tubuhnya.


" alhamdulillah...sudah enakan.." jawab Alika sambil terus memeluk dan merapatkan tubuhnya pada Zaidan.


Alika ingin mengusir rasa rindu kepada suami yang senantiasa menyiksanya itu bila malam datang.


" pingin ya..." goda Zain pada Alika.


" au...." kok di gigit sich yang " Zain mengaduh karena Alika menggigit dadanya.


" biarin...pikirannya kotor mulu..." jawab Alika manja.

__ADS_1


" nggak gitu...kan wajar saja aku ngode begini kali yank...udah lama nggak dapat jatah ini..." kata Zain membuat Alika mencebikkan bibirnya.


" gombal..mana ada nggak dapat jatah, kan ada kak Nadira..." Jawab Alika sambil memeluk Zain semakin erat.


" Maly...dengarkan aku...berhenti memikirkan orang lain lagi, fokuslah pada hidupmu sendiri...." kata Zain serius membuat Alika seketika mendongak.


" ada apa....?! " tanya Alika sambil mengerutkan keningnya menatap wajah tampan sang suami yang berjambang itu.


" dia sudah memiliki hidupnya sendiri....jangan mengait ngaitkannya dengan kita lagi " jawab Zain kemudian dengan wajah yang sekali lagi tampak sangat serius.


Ia sungguh sudah jengah dengan sikap Alika yang selalu memikirkan orang lain dan malah mengorbankan dirinya sendiri untuk orang lain.


Dan yang terakhir benar benar hampir membuatnya mati berdiri.


Bagaimana tidak....pergi begitu saja dan memintanya bersama wanita lain, gila memang pemikiran wanita satu ini. Pikir Zain sambil geleng geleng kepala.


Di saat wanita yang satu mati matian mempertahankan cintanya, dia malah melepaskan cintanya....dalam keadaan hamil pula....


Wanita macam apa kau Malayka ?!. Monolog Zain lagi dalam hati.


" apa maksudmu Zain....?! " Alika masih tak mengerti maksud dari kata kata Zain padanya tentang Nadira.


Kalau saja dia tidak ingat tadi sore wanita itu pingsan, juga kabar kehamilannya...sudah barang tentu dirinya akan menggempur wanita itu habis habisan.


" tap..." baru saja Alika hendak membantah perkataan Zain, pria itu sudah menutup bibir Alika dengan ujung jarinya.


" sudah cukup, berhenti meminta yang tidak tidak kepadaku dengannya. kau bunuh saja aku jika kau masih memintaku untuk bersama wanita lain " jawab Zain dengan sarkas dan melipat kedua tangannya di dada.


Mendengar perkataan Zain sontak membuat Alika menggeleng. Ia menghambur kembali memeluk sang suami.


Seketika ia menangis sesengukan. Kata kata Zain barusan yang meminta ia bunuh saja sungguh membuat hatinya sakit.


" jangan bicara begitu....kenapa minta aku membunuhmu, aku hanya tidak ingin kau menjadi suami yang durhaka kepada istrimu...itu saja " kata Alika di tengah tengah isaknya.


Zain menarik tubuh Alika agar semakin dekat dengannya.


Di ciumnya pucuk kepala wanita yang tengah mengandung bayinya itu.


Perlahan Zain menghembuskan nafasnya dengan berat.

__ADS_1


" aku hanya mencintaimu Malayka...dan aku hanya menginginkanmu...bukan orang lain " bisik Zain di telinga Alika.


" hmmm...aku tahu, tapi...aku merasa sangat bersalah padanya Zain...." Alika masih saja ngeyel


" sudahlah..laki laki bukan aku saja di dunia ini, dia pasti akan segera mendapatkan penggantiku " putus Zain.


" semudah itu kau bicara seperti itu, kau sendiri kenapa tak mencari wanita lain....wanita lain banyak di dunia ini, kenapa kau masih mengejarku ?! " omel Alika, ia tak terima Zain begitu menganggap remeh perasaan cinta Nadira kepadanya.


Kembali Zain mengangkat dagu Alika agar wanita itu menatapnya.


" kau berbeda dan aku juga berbeda Malayka khumaira Rasyid. Hari dimana sejak aku mendapatkan kehormatanmu..sejak itu, kau adalah milikku...aku yang pertama untukmu dan aku yang teakhir untukmu..apa kau mengerti sekarang ?! " Zain bicara panjang kali lebar membuat Alika terdiam seketika.


Matanya berkedip kedip lucu demi menelaah kata kata Zaidan barusan kepadanya.


" jadi...sejak awal kau sudah memilihku sebagai targetmu ?! " tanya Alika dengan bodoh sembari mengangkat satu alisnya.


" mohon di koreksi nyonya Zaidan, bukan target...tapi kau memang yang kupilih, kau memang yang kuinginkan...hanya kamu. Tak perduli kau mencintai siapa saat itu, buktinya akulah yang pertama memilikimu...jadi kau memang di takdirkan hanya untukku " lanjut Zain lagi dan kali ini benar benar memebuat wajah Alika memerah karena malu.


" kau memaksakannya padaku...." kata Alika sambil menunduk dan menyembunyikan wajahnya di dada Zain. Zain terkekeh melihat perilaku Alika yang ia anggap sangat menggemaskan itu.


Pagi datang....Zain dan Alika tak lagi melihat sang kakek di sekitar mereka, juga orang orangnya. Yang ada hanya tiga orang wanita yang di tugaskan tuan besar menjaga Alika sejak hampit tiga bulan lalu


Yakni....Desy , Novi dan Atika.


Di tambah satu lagi Asistan pribadi Zaidan Alex,


Alex memberi kabar kepada sang tuan mudan bahwa tuan besar Zain yang tak lain adalah kakeknya telah kembali ke Surabaya sejak tadi malam.


Zain mengehela nafas


" tank you grand fhat...." desisnya dalam hati.


" sudah siap sayang....?! " tanya Zain setelah masuk kedalam kamar dan melihat sang istri telah siap dengan penampilannya yang bergamis serba hitam dan syar'i lengkap dengan cadar yang juga berwarna hitam menutupi wajahnya.


Pilihan penampilan yang kini ia minta kepada Alika.


Ia tak ingin ada laki laki nekat seperti dirinya karena melihat kecantikan sang istri...


Posesif memang....itulah Zain yang sebenarnya.

__ADS_1


Cara dia yang tidak dengan cara baik baik men dapatkan Alika cukup membuatnya berpikiran ekstrim tentang sang istri di hadapan pria lain.


__ADS_2