
Bik Sumi dan bik Anti merasa gemas sekali terhadap Nadira, wanita itu sangat lembut dalam berkata kata....tapi percayalah, bagi bik Sumi dan bik Anti setiap kata yang keluar dari mulut Nadira mengandung bisa.
Andai Nadira tahu bagaimana kacaunya Zaidan karena menghilangnya Alika, pasti wanita itu akan malu karena berkata seperti itu.
Selama ini sungguh bik Sumi dan bik Anti menjadi saksi siapa yang sangat mencintai dan di cintai diantara Zaidan dan Alika.
🌺🌺🌺🌺🌺
Alika berdiri di samping jendela kaca kamarnya sembari menatap keluar jendela. Pikirannya menerawang jauh kemana mana.
Satu bulan lagi tepat satu tahun pernikahan sirinya bersama Zain.
Itu artinya...jika Zain tidak mengingkari kata katanya, maka satu bulan lagi ia akan bebas memilih jalan hidupnya sendiri.
Namun entah kenapa...jika dulu ia sangat menantikan momen itu, kini saat keinginannya akan segera terpenuhi kenapa hatinya justru terasa berat.
Alika menghela nafas,
Pria itu sudah hampir dua bulan tak menemuinya sama sekali, bahkan sekedar berkirim kabar saja tidak.
Entah cinta macam apa yang pria pemaksa itu pernah gaungkan padanya.
Mungkin kehamilan Nadira membuat Zain bahagia sehingga tak lagi menginginkan dirinya.
Tiba tiba hatinya seakan terhimpit.
Netra Alika menangkap kesibukan di bawah sana, tiga orang kepercayaan suami sirinya itu nampak sibuk belakangan ini.
Bik Sumi yang terkadang keluar pagi dan kembali di sore hari, kemudian berganti bik Anti yang keluar sore dan nampak kembali pagi hari atau sebaliknya dengan diantar bolak balik oleh pak Boris.
Alika sedikit mengerutkan keningnya, perlahan ia menyambar kerudung instan lebarnya dan melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga.
__ADS_1
" bik Sumi....ada apa ?? " tanya Alika ketika ia telah sampai di lantai bawah.
Bik Sumi seperti terkejut melihat kehadiran Alika.
" nona..." bik Sumi menjawab dengan menolehkan kepalanya kearah sumber suara dengan terkejut.
Tiba tiba pak Boris masuk
" bik Sumi... " panggil pak Boris mengalihkan atensi bik Sumi dari Alika kepadanya.
" ini pakaian kotor tuan muda..oh ya,beliau minta di bawakan makanan dari rumah saja...makanan dari rumah sakit tidak enak katanya. Dan dokter juga sudah mengizinkan " kata pak Boris tanpa menyadari kehadiran Alika yang berdiri tertutup vas besar.
" pak Boris...ada apa, rumah sakit ?! Zain kenapa?? Siapa yang sakit ??? " tanya Alika, entah ada apa tiba tiba ada yang berdesir di hatinya mendengar rumah sakit dan juga Zain...
" nona Alika...." pak Boris pun sama seperti bik Sumi, ia terkejut melihat kehadiran Alika di sana.
" ada apa pak Boris...siapa yang sakit ?! " Alika sedikit mengerutkan keningnya, tanda ia sngat serius dengan pertanyaannya kini.
" nona..saya yang akan menjelaskan, mari nona..." ajak bik Sumi.
" pak Boris letakkan itu di tempat biasa saja.." pinta Bik Sumi pada pak Boris.
" ah iya bik sumi...permisi nona..." pamit pak Boris pada Alika dan Alika mengangguk perlahan.
Kini Alika dan bik Sumi nampak duduk bersisihan di bangku taman.
" tuan muda yang sekarang di rawat di rumah sakit non Alika.." bik Sumi memulai kata katanya, Alika seakan tak mampu menutupi rasa terkejutnya.
" sakit apa ? Apakah parah ?? " tanya Alika dengam menatap bik Sumi lekat lekat.
" jangan khawatir nona...saat ini tuan muda hanya tinggal menjalani perawatannya saja "
__ADS_1
" sakit apa...kenapa aku tidak di beri tahu ?! " tanya Alika muram.
" maaf nona...tuan muda pikir anda tidak akan perduli padanya.." kali ini bik Sumi berbohong dengan mencoba peruntungan mengaduk aduk perasaan wanita di hadapannya itu, untuk sekedar meraba adakah perasaan yang sama di hati Alika untuk tuan mudanya Zain.
" sakit apa ?! " tanya Alika kemudian sembari melempar pandangannya ketempat lain.
" sebelas tahun yang lalu..saat nona menghilang tiba tiba, tuan muda Zaidan seperti orang yang kehilangan arah. Dia menghajar habis habisan tuan muda Ohan hingga masuk rumah sakit berhari hari...kemudian ia sendiri setiap hari datang ke kamar anda yang ada di asrama berharap anda akan pulang...ia bahkan tak bisa makan dan minum dengan baik " bik Sumi menghela nafas.
" hari itu tuan muda mengendarai motornya keluar gerbang asrama dengan sangat cepat, kemudian motornya di hantam kendaraan besar hingga tubuhnya terpental jauh menabrak pembatas jalan.
Berbulan bulan dia koma...dokter mengatakan tulang belakangnya retak nona " kembali bik Sumi menghentikan kata katanya.
" jika saja bukan karena mas Ali yang mengabarkan tentang anda kepadanya...sungguh Tuan muda seakan sudah tak ada keinginan untuk hidup lagi " lanjut bik Sumi kemudian.
Alika merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, begitupun darah yang mengalir di tubuhnya.
" tuan besar Zain membawanya ke Mesir karena pada saat itu tuan Osmand dan nyonya Almayra juga berada di sana..."
" tuan muda berusaha keras menjalani terapi hanya dengan harapan bisa menemukan anda kembali seperti yang di janjikan mas Ali..."
sekali lagi Alika menghembuskan nafas berat, ia sedikit menengadahkan wajahnya berusaha menahan sesuatu yang tiba tiba saja akan meluncur dari matanya.
" pernikahannya dengan nona Nadira karena ia ingin bersama dengan anda. Tuan besar menahannya untuk kembali ke sini jika ia tak menikahi nona Nadira terlebih dahulu..pernikahan mereka hanyalah karena bisnis "
" sungguh nona...ada begitu banyak yang harus tuan muda lakukan untuk bisa bersama dengan anda, salah satunya adalah menikahi nona Nadira dan menghidupkan kembali perusahaan keuangan tuan besar yang sudah diambang kebangkrutan..."
" sepertinya ia terlalu memforsir tenaganya sehingga lukanya kembali kambuh..saat itu memang tuan muda tidak menyelesaikan terapinya karena terburu buru mencari anda dan ia sudah mendapat kabar tentang anda dari mas Ali "
" apa keluarganya tahu perihalnya saat ini " tanya Alika kemudian.
Bik Sumi menggeleng perlahan.
__ADS_1
" tuan muda menutup semua akses tentang dirinya kepada keluarganya. Ia adalah pewaris utama keluarga Al Kahfi...berita tentang ketidak stabilan tentang kesehatannya akan berpengaruh besar pada bisnis keluarganya nona..." terang bik Sumi miris.