Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 60


__ADS_3

Zain sedikit menarik tubuh Alika dari tubuhnya untuk bisa menatap wajahnya.


Jantung Zain telah berdegup kencang dua kali lipat.


Ia seakan tak begitu paham dengan arah pembicaraan Alika padanya.


Ia tak ingin berspekulasi sendiri, ia ingin kejelasan.


" apa maksudmu...?! " tanya Zain pada Alika yang masih sesenggukan dan masih menundukkan wajahnya.


" kau masih mau mengandung anakku ?! " tanya Zain lagi. Alika mengangguk meski tak menatap wajah Zain.


" itu artinya...kau akan tetap bersamaku ?! " Zain kembali melontarkan pertanyaan untuk meyakinkan hatinya


Sekali lagi Alika hanya mengangguk perlahan dan kembali membenamkan wajahnya kedalam dada bidang Zain.


Zain merengkuh tubuh Alika kedalam pelukannya dengan erat dan semakin erat. Tak dapat ia gambarkan betapa hatinya sangat behagia tak terkira...wanita itu....Alika ingin tetap bersamanya.


Kini...benarkah ia tak perlu lagi mencemaskan satu tahun pernikahan mereka lagi. Monolog Zain dalam hati.


Cukup lama keduanya berpelukan. Zain kembali menarik tubuh Alika. Memegang kedua bahunya..menatap lekat lekat wajah itu.


Perlajan Zain mengangkat dagu Alika agar Alika melihat kearahnya.


Zain mengusap lembut pipi Alika yang basah karena air mataanya.


" apa aku tak salah mengartikan kata katamu Maly...kenapa aku merasa kau pun ingin bersama dengan ku " kata Zain


Alika mengangguk membuat Zain semakin gemas, di tatapnya wajah sendu Alika.


" kau tak akan meninggalkan aku ?? " tanya Zain masih berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


Alika menggeleng.


Zain menangkup wajah Alika dengan kedua tangannya kini. Ia menatap wajah Alika dengan lekat.


" aku mencintaimu...." desisnya kemudian, perlahan tapi pasti Zain meraup bibir lembut Alika. Tanpa ia duga. Alika menyambut ciuman bibirnya.


Zain terbelalak tak percaya...benarkah Malayka membalas ciumannya.


Untu pertamakalinya, Zain dapat merasakan ciuman lembut dari bibir Alika. Wanita cantik itu turut memberi ******* di bibirnya.

__ADS_1


Zain melepas ciumannya


" kau membalas ku...?! " Zain bergumam sembari mengusap lembut bibir Alika dengan ibu jarinya.


Ia masih tak percaya Alika membalas ciumannya.


Kemudian ia menarik tubuh itu kedalam dekapannya.


Ia melabuhkan ciumannya di pucuk kepala wanita itu.


" Malayka...." panggilnya di sela sela pelukannya, Alika tak lagi menangis.


" hmmm..."


" kau mencintaiku ?! " tanya Zain pada Alika.


Alika tak menjawab, namun ia malah semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Zain. Entahlah...rasanya sangat damai dan nyaman di hati Alika ketika ia berada di dalam dekapan Zain.


Satu satunya pria yang tidak membuatnya pingsan meski mereka berpelukan.


Perlahan Zain mengangkat tubuh Alika dan membawanya keatas tempat tidurnya.


Setelah menidurkan tubuh Alika, ia sendiri ikut naik dan tidur di sisi Alika.


" siapa yang kau maksud hamil anakku ?! " tanya Zain pada Alika ketika keduanya berpelukan.


Zain menidurkan kepala Alika di atas dadanya.


" Nadira..." jawab Alika


" maksudmu Nadira hamil ?!


" hmmm....."


" siapa bilang ?! "


" dia sendiri..dia datang menemuiku, dan mengatakan itu padaku...." jelas Alika


" lalu apa hubungannya denganku ?! " tanya Zain cengo membuat Alika mendongak menatapnya.


" tentu saja dia hamil anakmu kan " Alika mulai jengkel.

__ADS_1


" bukan..." jawab Zain santai


" lalu...."


" mana aku tahu...aku tidak pernah menyentuhnya " jawab Zain kemudian dengan yakin.


" tapi bukannya dia istrimu ?! " Alika di buat bingung dengan jawaban Zain.


" pernikahan kami hanya sebuah kesepakatan Maly.." jawab Zain kemudian sembari mengecup bibir Alika sekilas.


Alika di buat tertegun oleh ucapan Zain.


" aku tak bisa melakukannya dengan orang lain selain kamu " terang Zain lagi, Alika mencebik tak percaya.


" jangan membual...kau pikir aku tak tahu siapa kau hah.." oceh Alika jengah


" iya aku akui....aku sering melakukannya, tapi itu sebelum aku melakukannya denganmu. Setelah kita melakukannya...aku tak pernah lagi menyentuh orang lain selain kamu " bisik Zain d telinga Alika.


Kembali Alika dibuat tertegun oleh pengakuan seorang Zaidan.


" aku mencintaimu....aku mencintaimu sungguh " kembali Zain mengungkapkan perasaannya pada Alika, mendekap tubuh Alika semakin erat, seolah takut tubuh itu akan pergi meninggalkannya.


" katakan...kau pun mencintaiku ?! " tanyanya kemudian ke pada Alika dan Alika mengangguk yakin.


" katakan Maly....aku ingin mendengarnya " pinta Zain dengan sangat sembari menangkup wajah Alika dengan kedua tangannya.


" aku ....mencintaimu Zaidan " terucap juga kata kata itu dari bibir Alika meski ia malu setengah mati.


Zain terus menatap wajah di hadapannya itu seakan masih tak terpecaya gadis itu mencintainya.


" sejak kapan..?!! " tanyanya lagi.


" entahlah...." jawab Alika berusaha menghindari tatapan mata Zaidan.


Tak mampu lagi menahan, Zain melabuhkan kembali bibirnya pada bibir mungil nan merah semerah cerry milik Alika.


Mendapat sambutan dari Alika, Zain semakin bersemangat dan memperdalam ciumannya.


Tangan kirinya melingkar pada pinggang Alika sementara tangan kanannya memegangi tengkuk Alika.


Cukup lama Zain mengeksplor bibir itu. Dua bulan tak bertemu...Zain seakan menuangkan semua kerinduannya saat ini pada wanita itu.

__ADS_1


Tak lagi hanya melingkar di pinggang Alika, tangan Zain telah menjelajah kemana mana.


Meraih kerudung Alika...menatap wajah itu sejenak, kemudian melanjutkan lagi menguasai bibir mungil Alika.


__ADS_2