Dipaksa Mencintai

Dipaksa Mencintai
bab 82


__ADS_3

Di sebuah ruangan vvip sebuah reatauran mewah, nampak dua orang tua yang masih terlihat gagah di usia mereka yang tak lagi muda nampak tengah duduk berhadapan.


Di atas meja di hadapan keduanya tersaji berbagai jenis makanan mewah khas timur tengah.


" aku rasa tindakan anakmu itu sudah sangat kurang ajar dan keterlaluan, aku sama sekali tidak suka Ibrahim.." tuan besar Zain memprotes tindakan Zubair beberapa waktu yang lalu.


tuan Ibrahim Khan menarik nafas panjang.


" itu hanya sebuah bentuk protes seorang kakak akan perlakuan tidak adil seseorang kepada adiknya " tuan Ibrahim mencoba berpikir jernih.


" anda sepertinya sangat tesinggung...apa anda mulai merestui mereka ?! " kata Ibrahim dengan wajah menelisik.


" aku tidak akan pernah merestui wanita itu, bagiku hanya Nadira menantuku. Tapi tetap saja aku tidak suka dengan cara Zubair memperlakukan wanita itu. Itu sama saja dengan melempar kotoran kewajahku. Hanya aku yang berhak menghukumnya " cecar Tuan Zain lagi dengan raut wajah tak suka.


" wanita itu bukan hanya berurusan dengan anda tuan besar Zain, ada putriku di antara mereka...anda jangan lupakan itu "


" aku tahu Ibrahim...wanita itu urusanku, hanya urusanku " tuan besar Zain memperingati.


" kau jangan berlagak tak tahu apa apa di hadapanku Ibrahim. Bukan hanya Zain pria di dunia ini yang mempunyai dua istri...dan apa alasannya sehingga ia mempunyai dua orang istri. aku juga cukup tahu apa kepentinganmu sebenarnya dalam pernikahan ini " ucap tuan besar Zain lagi.


" ya aku tahu tuan Zain... Tapi tetap saja aku tidak akan membiarkan putriku mengorbankan kebahagiannya, jika ia datang kepadaku dan meminta perpisahan. Jangan lakukan apapun untuk menghalanginya dan sungguh aku akan memberikannya "

__ADS_1


" kau mengancamku Ibrahim ?! " kata kata tuan Zain terdengar geram.


" tidak...ini hanya sikap yang memang seharusnya aku ambil sejak awal, sayang...Nadira tak pernah datang padaku meminta perpisahan..." jawab tuan Ibrahim.


" Ibrahim..untuk yang terakhir kali aku peringatkan, aku memang tidak pernah menyukai wanita itu berada di sisi pewarisku selanjutnya, tapi aku tahu dia bukan wanita sembarangan. Dia adalah sosok di belakang keberhasilan Zaidan membangkitkan kembali MAMBA " tuan besar Zain membicarakan sosok Alika dengan serius, tanpa sadar ia telah mengakui kepandaian seorang Alika.


Ya... selama ini ia pun cukup tahu kemampuan dan sepak terjang Malayka Khumaira Rasyid dalam bidang konsultan keuangan.


Namanya bahkan telah banyak di akui oleh para pebisnis besar yang sudah pernah memakai jasanya dalam hal perencanaan keuangan. Ide ide cemerlangnya mampu membuat para pebisnis itu terhindar dari kebangkrutan.


Hanya saja....ia akui, latar belakang Alika menjadi penghalang besar di mata tuan besar Zain.


" Jika saja saat itu cucuku tidak memaksakan dirinya kepadanya....aku yakin dia tidak akan pernah hadir di antara Zain dan Nadira. Jadi...beri tahu putramu itu, berhenti bermain main dengannya..." sekali lagi tuan besar Zain memperingatkan tuan Ibrahim Khan akan perilaku Zubair,


Tuan Ibrahim Khan hanya diam tak bergerak, wajahnya nampak tetap tenang, Meski terlihat lebih memucat.


Ia memang cukup mendengar kabar poligami yang di lakukan Zain terhadap putrinya, tapi sungguh...jauh sebelum pernikahan itu terlaksana, ia telah banyak mendengar tentang sosok wanita kedua menantunya itu.


Juga bagaimana sepak terjang Zain demi menggapai wanita itu.


Tapi tetap saja ia melanjutkan rencana perjodohan itu.

__ADS_1


entah demi apa semua itu...jika bukan karena bisnis semata.


🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi yang cerah dan nampak sangat indah bagi pasangan suami istri yang nampak masih bergelung di bawah selimut.


Zain masih saja mengungkung Alika dengan kedua kaki dan tangan kekarnya.


" ayolah Zain...ini sudah siang, jangat buat aku malu di hadapan bik Sumi dan bik Anti " rengek Alika demi bisa bangun dari tempat tidurnya, tapi nihil...Zain malah semakin mengeratkan pelukannya dan meninggikan selimutnya hingga menutup sebagian kepala keduanya.


Alika mengehela nafas. Selalu saja begini jika di akhir pekan.


Zain akan melarangnya beraktifitas apapun selain menemaninya seharian full.


Bahkan ia pernah bilang, ia tak perduli meski jika mereka sudah punya anak nanti, dia tetap ingin Alika hanya menjadi miliknya dan hanya menemani dirinya di akhir pekan.


Soal anak, dia akan menyerahkan mereka sementara kepada pengasuhnya.


Tapi pada kenyataanya, jangankan hari libur..di hari biasa saja, jika Zain telah berada di rumah...maka dengan otomatis Alika kehilangan kebebasannya selain beribadah.


Zain akan terus mengekorinya kemanapun ia pergi dan akan berteriak teriak memanggilnya jika Alika tak berada dalam jangkauan pria itu.

__ADS_1


Zain benar benar berubah menjadi pria manja yang narsis bila berhadapan dengan Alika.


__ADS_2