DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA
BAB 125 (CUTI MELAHIRKAN)


__ADS_3

Hai kakak-kakak semuanya, author minta maaf ya baru bisa up lagi itu pun ga panjang huhuhu, bulan ini banjir orderan kuker sama catering sampe author begadang hampir setiap hari Alhamdulillah ya Allah rejeki ga boleh di tolak kan ya? hehehe🤭


Alhamdulillah author masih sehat sentosa, author akan usaha up setiap ad kesempatan, saranghaeeeđź’™


***


Setelah mendengar kabar kehamilan Karren, semua orang sama-sama mengucap syukur dan langsung memberikan perhatian lebih kepada Karren.


Gibran pun langsung berpamitan kepada orang tuanya untuk segera kembali ke Jakarta dengan alasan agar Karren bisa istirahat dengan tenang.


Karena selama di Malang, Karren terus saja bekerja membantu mengerjakan pekerjaan rumah dan merawat nenek, jadi Gibran memutuskan untuk membawa Karren kembali ke rumah mereka.


“Mama bisa jagain Karren di sini kok Gibran.” Ucap Yulia yang terus merengek.


“Gibran tau ma, tapi Karren butuh istirahat, kalo di sini walaupun di paksa istirahat dia pasti akan tetap bekerja.” Ucap Gibran sambil melirik ke arah Karren yang hanya diam saja sambil memanyunkan bibirnya.


“Masa aku diem aja ngeliat semua orang mengerjakan sesuatu mas? Ga enak lah.” Balas Karren dengan wajah cemberut.

__ADS_1


“Jangan ikut ngomong Karren, pokoknya mulai sekarang kamu ga boleh mengerjakan apapun, biar aku juga panggil pelayan di rumah buat balik kerja secepatnya!” tegas Gibran.


Karren hanya terdiam, dia tidak mengatakan apapun lagi karena dia tau kalau suaminya tidak suka di bantah kalau sudah seperti itu.


“Baiklah kalian boleh pulang, mama akan segera menyusul kalau keadaan nenek sudah normal seperti biasa.” Ucap Yulia pasrah.


Gibran hanya mengangguk, lalu dia menyuruh Karren menyiapkan semua pakaian yang akan di bawa pulang, sedangkan Gibran menuju kamar neneknya untuk berpamitan.


Setelah Karren selesai merapihkan semua pakaian dan barang-barangnya, dia segera berpamitan kepada nenek Gibran, nenek Gibran menangis karena Karren harus segera pulang, Karren memang orang yang cepat akrab dan pesonanya benar-benar sangat kuat sehingga bukan hanya laki-laki yang tertarik dengannya, bahkan nenek Gibran pun sangat menyukai Karren.


***


“Kenapa diem aja?” tanya Gibran.


“Aku masih pengen di sini mas..” balas Karren memelas.


“Tidak bisa, lagi pula sebentar lagi kamu sidang jadi kamu harus giat belajar agar cepat lulus. Bukannya kamu bilang ga mau hamil saat kuliah? Maka cepat selesaikan kuliahmu agar kamu tidak stress memikirkan kehamilanmu dan kuliahmu.” Ucap Gibran.

__ADS_1


Mendengar ucapan Gibran membuat Karren mengangguk, dia juga ingin segera lulus sebelum perutnya membesar dan dia akan mulai mual karena kehamilannya, yang ada dia tidak akan fokus kuliah dan akhirnya akan putus di tengah jalan.


Karren dan Gibran memang pulang menggunakan mobil agar bisa beristirahat di rest area kalau Karren pegal.


Gibran menyetir dengan sangat hati-hati sampai akhirnya mereka tiba di rumah mereka yang sangat nyaman.


Sudah ada art mereka di sana, entah kapan Gibran menghubungi art mereka dan menyuruhnya kembali bekerja, yang pasti Gibran menghubungi artnya setelah mengetahui kabar kehamilan Karren.


"Ayo masuklah, kamu harus segera istirahat." ucap Gibran kepada Karren.


"Tapi aku belum mau istirahat mas." Balas Karren.


"Harus istirahat Karren! Kamu baru saja habis dari perjalanan jauh." Tegas Gibran.


Karren hanya cemberut, dia langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju bagasi untuk mengeluarkan barang-barangnya.


"Tidak usah di keluarkan! Aku saja yang mengeluarkan semuanya, kamu masuklah." ucap Gibran dengan cepat saat melihat istrinya ingin mengeluarkan barangnya.

__ADS_1


Lagi-lagi Karren hanya bisa menghela napas panjang dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai.


Perutnya belum membesar saja Gibran sudah berlebihan seperti itu, bagaimana jika perutnya sudah besar sampai dia susah bangun? Bisa-bisa Gibran ikut minta cuti melahirkan.


__ADS_2