DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA
BAB 62 (MENCARI UCAPAN ULANG TAHUN)


__ADS_3

Entah bagaimana ceritanya baju yang mereka kenakan memiliki warna yang sama, Gibran tidak tau kalau Karren akan memakai gaun itu, bahkan dia tidak tau kalau Karren memiliki gaun yang terlihat serasi dengan kemeja yang dia pakai saat ini.


Diam-diam Gibran tersenyum, kemeja yang dia pakai juga kemeja yang di pilih Karren untuknya. Padahal mereka tidak saling memberitahu baju yang akan di pakai tapi tanpa sengaja baju mereka memiliki warna yang sama.


Karren mengalihkan pandangan dengan cepat saat tanpa sengaja tatapannya dan tatapan Gibran bertemu, pantas saja dari tadi Karren merasa kalau dia sedang di perhatikan, ternyata mata laki-laki itu sedari tadi masih terus menatapnya dari jauh.


Bukannya senang, Karren malah kesal karena Gibran sudah memiliki calon istri tapi masih saja memperhatikannya, ternyata Gibran sama saja seperti Darren dan Kevin.


Dan kekesalannya semakin memuncak saat kedatangan Sarah di sana, perempuan itu memakai gaun panjang berwarna biru dengan hijab yang membalut kepalanya, terlihat cantik dan dewasa.


Ingin sekali Karren pulang sekarang, tapi acaranya baru saja di mulai, perut Darren pun belum kenyang. Sepupunya itu pasti tidak ingin di ajak pulang jika perutnya belum kenyang.


 “Terimakasih kepada semuanya karena sudah bersedia meluangkan waktunya untuk datang, selamat menikmati hidangannya.” Ucap Yulia kepada semua para tamu undangan setelah dia meniup lilin dan memotong kue.


 “Bu Yulia, itu calon istrinya Gibran ya? Cantik banget.” Puji seorang tetangga dengan pandangan yang mengarah pada Sarah yang sedang berdiri di sebelah Gibran.


Yulia hanya membalas ucapan tetangga itu dengan senyuman saja, karena dia sendiri juga belum tau betul seperti apa hubungan Sarah dengan anak laki-lakinya.


Karren menundukkan kepalanya mendengar ucapan tetangganya, dia berusaha sekeras mungkin untuk menahan matanya yang mulai memanas dan hampir meneteskan air matanya.


Hati Karren saat ini mungkin sudah tidak berbentuk, tinggal menunggu Gibran mengumumkan secara jelas saja, setelah itu Karren tidak akan mengganggunya dan tidak akan berharap lagi.


Karren akan berusaha untuk mencari calon suami lagi yang sesuai dengan role model menantu idaman kedua orang tuanya.


“Darren, pulang yuk.” Ajak Karren dengan merengek, tangannya menggoyang-goyangkan tangan Darren yang sedang menyuapkan kue ke dalam mulutnya.


“Jangan goyang-goyang Karren, nanti kue gue jatoh.” Ucap Darren sambil berusaha untuk menstabilkan tangannya agar kuenya tidak jatuh.


“Ren...” rengek Karren sambil menggoyang-goyangkan tangan Darren.


“Bentar Karren...” balas Darren.


Darren sama sekali tidak perduli dengan Karren, lihat saja kalau perutnya yang kotak-kotak itu jadi buncit, Karren tidak akan mau menemaninya ke gym atau lari pagi dan sore.


Tanpa memohon lagi kepada Darren, Karren segera pergi dari sana, dia sudah terlanjur kesal dengan semuanya, dengan Darren, dengan Gibran, dengan Sarah, semuanya terasa menyebalkan bagi Karren.


Karren bingung harus kemana, karren memilih duduk di bangku di pinggir kolam renang, melihat cahaya lampu yang memantu ke dalam air membuat air yang tenang itu terlihat indah.


Di tempat itu Karren hanya sendiri, tapi itu lebih baik dari pada harus melihat pemandangan yang tidak mengenakkan hati.

__ADS_1


Gibran yang melihat kepergian Karren dengan wajah kesalnya segera berjalan menyusul Karren, begitu juga dengan Sarah yang ingin menyusul Gibran, namun tangannya tiba-tiba di tahan oleh seseorang.


Sarah menoleh ke belakang dan melihat Yulia sedang memegang tangannya.


“Ada apa tan?” tanya Sarah dengan sopan.


Sebenarnya Sarah kesal karena rencananya yang ingin menyusul Gibran di halangi oleh Yulia, namun sebisa mungkin Sarah berusaha untuk tersenyum di hadapan calon mertuanya itu.


Ini juga menjadi salah satu upayanya untuk mengambil hati Yulia, jika restu Yulia sudah berada dalam genggamannya, maka akan dengan mudah Sarah mendapatkan hati Gibran.


“Tante bisa minta tolong?” tanya Yulia.


“Bisa tante, tante mau minta tolong apa?” tanya Sarah.


“Kamu duduk dulu.” Ucap Yulia yang di balas anggukan oleh Sarah.


Setelah Sarah duduk, barulah Yulia menyusul Sarah dan duduk di sebelahnya, wajah cantiknya yang terbingkai hijab itu sedang menatap Sarah dengan tersenyum, senyum yang mempunyai makna tersembunyi.


“Jadi, tante mau minta tolong apa?” tanya Sarah sekali lagi.


Dia ingin segera membantu Yulia agar bisa bebas dan pergi menyusul Gibran.


“Sebelumnya, ini adalah teman tante.” Ucap Yulia sambil menunjukkan Instagram seorang wanita berhijab yang gayanya seperti ibu-ibu sosialita.


“Lalu tan?” tanya Sarah.


“Waktu itu dia ulang tahun, tante ngucapin lewat pesan, sekarang coba kamu cari ucapan selamat ulang tahun dari dia buat tante, cari di postingan terakhir tante atau story dia gitu.” Ucap Yulia.


“Cari yang teliti dan pelan-pelan biar ketemu.” Sambung Yulia.


Sarah terkejut mendengar permintaan Yulia yang bisa di bilang cukup aneh. Namun dia juga tidak bisa menolak permintaan Yulia.


“I-iya tan..” balas Sarah yang mulai melihat instastory orang yang di maksud Yulia.


Rasanya Sarah sangat kesal saat melihat story orang itu yang seperti semut, entah dia selebgram atau apa, karena setiap yang dia lakukan pasti di buat story.


“Jangan cepat-cepat Sarah, nanti kelewat.” Ucap Yulia mengingatkan Sarah.


“Iya tan..” balas Sarah.

__ADS_1


Sarah memang sengaja langsung melewati story yang menurutnya tidak penting agar bisa cepat selesai dan dia bisa segera menyusul Gibran.


"Coba ulangi lagi, tadi kayaknya ada yang kamu lewatin, siapa tau tadi itu ucapannya." Ucap Yulia.


"Tapi tan.."


"Kamu ga mau ya?" tanya Yulia dengan wajah sedihnya.


"Baiklah tante, Sarah ulangi ya." balas Sarah yang tidak ingin membuat Yulia sedih dan kecewa kepadanya.


Sarah melihat ulang story orang itu dengan lebih teliti dan pelan-pelan agar tidak ada yang terlewat.


Bahkan yang tadinya dia melewati video yang berisi keseharian orang itu, sekarang benar-benar dia lihat sampai selesai agar dia tidak di suruh mengulang untuk ketiga kalinya.


Setelah melihat story orang itu sampai habis, ternyata yang di cari tidak ada, teman Yulia tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya.


"Udah habis tan, tapi ga ada ucapan buat tante." Ucap Sarah.


"Masa sih? Masa iya dia ga ngucapin, padahal waktu dia ulang tahun tante ucapin loh." Ucap Yulia.


"Mungkin dia lupa tante." balas Sarah.


"Emmm, coba sekarang kamu cari di kolom komentar postingan terakhir tante, siapa tau dia komen di situ." ucap Yulia yang kembali membuat Sarah tercengang.


"B-baik tante.." ucap Sarah pasrah.


Sarah segera membuka postingan terakhir Yulia dan terkejut saat melihat komentar yang masuk.


"Maaf tante, ini komentarnya ada seribu lebih harus aku baca semua?" tanya Sarah.


"Iya harus dong Sarah, ini adalah hal yang sangat penting untuk pertemanan tante dan dia, kamu harus baca dengan teliti ya." ucap Yulia.


"B-baik tante." balas Sarah sambil tersenyum yang di paksa.


Sarah akan menurut ucapan Yulia demi mendapatkan restunya.


"Kalau begitu tante tinggal ngobrol sama tamu dulu ya." pamit Yulia yang di balas anggukan oleh Sarah.


Yulia beranjak dari tempat duduknya, lalu dia kembali menoleh ke arah Sarah dan terkekeh geli.

__ADS_1


Yulia meminta Sarah untuk mencari ucapan temannya itu agar Sarah tidak bisa menyusul Gibran yang ingin menghampiri Karren.


Yulia yakin kalau Sarah tidak akan menemukan ucapan dari temannya itu karena temannya sudah mengucapkan selamat ulang tahun padanya lewat WA bukan di komen atau di instastory.


__ADS_2