DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA
BAB 46 (MENGGODA DOSKILL)


__ADS_3

Semenjak penolakan Gibran kemarin, Karren memutuskan untuk kembali ke penampilan awalnya. Yap, penampilan sebelum Gibran sering menasehatinya.


Hari ini Karren sengaja memakai pakaian yang lebih berani, Karren memakai kemeja berwarna putih yang sangat ketat dengan dua kancing atas yang di biarkan terbuka, lalu dia juga memakai rok se-paha dengan kaki yang memakai heels 9 cm yang berwarna hitam membuat kakinya terlihat semakin seksi.


Kali ini dia juga memakai make-up yang lebih berani, dia memakai lipstick berwarna merah terang membuatnya semakin menggoda.


Hal ini dia lakukan sebagai bentuk protes terhadap Gibran yang tiba-tiba saja berubah menjadi dingin akhir-akhir ini. Entah apa kesalahannya, Gibran seolah sedang membentengi dirinya terhadap semua yang di lakukan Karren untuknya.


Karren sudah melakukan banyak cara untuk membuat Gibran kembali memperhatikannya, mulai dari menyapa Gibran setiap bertemu tapi tidak mendapat balasan, Karren juga sering modus untuk minta di jelaskan beberapa materi kuliah yang tidak dia mengerti.


Namun bukannya di ajari, Karren malah mendapat ceramahan dari Gibran karena Karren tidak memperhatikan selama di jelaskan di kelas dan Gibran tidak mau mengajarinya lagi.


Bahkan Karren juga pernah memberinya makanan, tapi yang keluar bukannya Gibran melainkan ART nya.


Karren tidak memiliki cara apapun lagi untuk membuat Gibran kembali, dan kali ini adalah cara yang lebih ekstrim, dulu Gibran sangat tidak suka kalau Karren memakai pakaian yang menunjukkan lekukan tubuhnya, Karren ingin lihat sampai di mana Gibran akan bertahan untuk mengabaikannya.


Karren tau kalau hari ini mata kuliah Gibran ada di jam pertama, itulah kenapa dia berdandan seperti sekarang untuk menggodanya.


Karren sudah berada di dalam kelas, seperti biasa apapun yang di pakai Karren dan di lakukan Karren pasti semua kaum adam selalu mengaguminya dan memujanya.


Seperti saat ini, para mahasiswa yang ada di kelas yang sama dengan Karren semua menatap ke arah Karren dengan tatapan kagum, sedangkan Karren hanya bersikap biasa saja, dia melamun dengan dagu yang di tahan tangan kanannya.


Saat Gibran memasuki kelas, barulah Karren tersenyum, matanya berbinar dan segera memperbaiki tubuhnya dengan tegap.


Gibran masuk ke dalam kelas dengan wajahnya yang datar seperti biasanya, karren menatap kagum ke arah Gibran, dia rindu dengan wajah tersipu Gibran saat di goda olehnya.

__ADS_1


Rasanya baru kemari hubungan mereka semakin dekat, bahkan Gibran masih memperhatikannya saat berada di mall, tapi saat ini mereka seperti jauh sekali, Gibran berubah menjadi dingin entah apa penyebabnya.


“Jangan-jangan kemarin mas Gibran beneran khilaf kali ya? Terus sekarang dia udah sadar makanya tiba-tiba berubah gitu.” Gumam Karren sambil terus menatap Gibran.


Gibran duduk di kursinya, lalu dia segera memeriksa semua mahasiswanya sekilas, lalu matanya tertuju kepada salah satu mahasiswi yang saat ini sedang mengedipkan matanya untuk menggodanya.


Siapa lagi kalo bukan Karren, dengan segera Gibran menundukkan kepalanya mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari Karren.


Entah kenapa menurut Karren hari ini gibran semakin seksi dengan kemeja hitam berlengan panjangnya.


Selama jam perkuliahan berlangsung, Karren benar-benar tidak bisa diam, ada aja yang mau dia lakukan untuk menarik perhatian Gibran, dari menyibakkan rambutnya dan menunjukkan leher putihnya, menyilangkan kakinya membuat rok yang dia pakai semakin terangkat, mengedipkan matanya, bahkan menggigit bibirnya saat Gibran tidak sengaja melihat ke arahnya.


Hal itu tentu saja membuat Gibran yang sedang fokus mengajar kehilangan konsentrasinya dan akhirnya Gibran hanya menerangkan sedikit materi lalu sisanya dia hanya memberi tugas yang lumanyan banyak untuk mahasiswanya itu.


Gibran melihat sekelilingnya, dia ingin memeriksa apakah ada orang lain yang melihat tingkah Karren selain dirinya, dan untung saja semua orang sedang fokus mengerjakan soal yang di berikan oleh Gibran.


Namun bukan Karren namanya jika dia takut dengan tatapan Gibran, justru Gibran semakin menggoda Gibran dengan cara menggigit bibir bawahnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Sedangkan Gibran ingin sekali mengambil tisu basah untuk menghapus lipstik Karren yang berwarna merah terang dan tebal itu.


Karren tidak berhenti disitu saja, dia masih ingin menggoda Gibran karena laki-laki itu hanya bereaksi biasa saja, akhirnya Karren dengan sengaja menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Kevin yang memang ada di sampingnya sejak tadi.


Kevin berada di sampingnya, tapi Kevin sama sekali tidak tau apa yang di lakukan Karren sejak tadi, dia terus memperhatikan penjelasan Gibran dengan fokus agar tidak di beri pertanyaan secara tiba-tiba.


Tiba-tiba saja Karren menyandarkan kepalanya di bahu Kevin membuat laki-laki di sampingnya itu terkejut dan mematung, Kevin mematung bukan karena Karren bersandar padanya, tapi karena takut kalau apa yang di lakukan Karren saat ini akan membuat masalah padanya.

__ADS_1


“Jangan gini napa beb, nanti kita kena masalah.” Bisik Kevin sambil sesekali melirik ke arah Gibran.


Untung saja saat ini dosen killer itu sedang tidak melihat ke arahnya, namun tetap saja Kevin was-was kalau Gibran akan memergoki mereka.


“Santai aja Vin, yang penting kan kita kerjain tugas ga apa-apa kok.” Balas Karren berbohong.


Padahal Karren sendiri juga sudah yakin kalau mereka akan mendapatkan masalah karena melakukan hal itu.


Gibran yang awalnya masih fokus ke laptopnya langsung beralih memandang mahasiswanya yang sedang mengerjakan tugas, tidak ada yang berani melakukan hal yang tidak-tidak karena kalau mereka melakukannya Gibran akan langsung menghukum mereka.


Lalu tiba-tiba saja matanya menajam saat melihat Karren yang sedang bersandar di bahu sang mantan.


“Jika ada yang ingin bermesraan, kalian bisa melakukannya di luar kelas, jangan di sini!” sindir Gibran dengan suara keras.


Suara Gibran mampu membuat semua mahasiswa menoleh ke arahnya karena mereka semua sama-sama bingung siapa orang yang di maksud oleh Gibran.


Sedangkan Kevin yang tau kalau Gibran sedang menyindir dia dan Karren langsung mendorong Karren dengan tega hingga Karren terpental.


“Lo jahat banget Kevin dorong gue! Untung ga jatoh gue." ketus Karren kesal.


"Sorry beb, habisnya si doskill udah nyindir jadi terpaksa, lo ga apa-apa kan beb?" tanya Kevin sambil meneliti tubuh Karren.


"Ga apa-apa, untungnya!" ucap Karren yang masih kesal.


Semua mata tertuju kepada Karren dan Kevin saat ini, tentu saja mereka tau siapa yang berani bermesraan di dalam kelas selain mereka berdua.

__ADS_1


Namun Karren dan Kevin hanya cuek tidak terpengaruh dengan tatapan yang lainnya. Kevin kembali fokus pada pekerjaannya, sedangkan Karren tersenyum sinis karena rencananya sudah berhasil dan akhirnya Gibran menegurnya.


__ADS_2