DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA
BAB 59 (PESTA ULANG TAHUN)


__ADS_3

Kenapa ketawa beb?” tanya Kevin sambil mengerutkan keningnya.


“Kevin, ini bukan pertama kalinya lo jalan sama cewek setelah putus sama gue. Lo aja gak masalah kalau lihat gue deket sama cowok lain, gue juga bakal lakuin hal yang sama, kalo lo jodoh gue, lo pasti balik sama gue lagi kok.” Ucap Karren sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


“Aduh aduh gemes banget sih gue sama lo beb...” ucap Kevin sambil memeluk tubuh Karren dengan erat.


Melihat keduanya sedang berpelukan membuat Darren tersenyum licik karena dia memiliki rencana jahat untuk mengerjai keduanya.


“Foto ah, terus gue upload di insta story gue, kayaknya pak Gibran follow akun gue deh.” Ucap Darren sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah keduanya.


Kevin yang mendengar ucapan Darren segera melepaskan pelukannya dari Karren lalu menatap Darren dengan tajam.


“Sialan lo Ren! Ga seneng banget sahabatnya seneng.” Ketus Kevin.


Darren tertawa puas karena sudah berhasil membuat Kevin panik, sedangkan Karren hanya tersenyum kecut.


Karren tidak yakin kalau Gibran akan perduli padanya seandainya Darren benar-benar membuat insta story seperti itu.


Setelah selesai memilih pakaian untuk Kevin, Karren dan Darren berpamitan untuk pulang karena mereka berdua juga belum bersiap, mereka juga di undang oleh Trisna tentu saja Karren harus datang juga agar Kevin tidak berbicara hal yang membuat Trisna tersinggung dan sakit hati.


Sedangkan maksud Darren datang ke ulang tahun Trisna tentu saja karena dia ingin modus kepada Anindita.


“Nanti malem gue aja yang jemput lo pada ya.” Ucap Kevin yang di balas anggukan oleh Karren dan Darren.


***


Sesampainya di rumah, Karren segera masuk ke dalam kamarnya dan bersiap karena hari sudah mulai gelap dan dia sama sekali belum bersiap karena Kevin yang memilih pakaian sangat lama.


“Sayang, kamu kok udah cantik aja, mau ke mana sih?” tanya Bernard yang sedang duduk di ruang tamu dan melihat putrinya sedang menuruni tangga.


“Ada junior Karren yang ulang tahun pap.” Balas Karren.


“Bohong! Pasti mau ikut Darren ke bar kan?” tanya Key yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.


“Apaan sih mam ga percayaan banget sama aku, nih lihat aku bawa kado, jadi hari ini aku beneran ke acara ulang tahun.” Ucap Karren sambil menunjukkan paper bag yang dia pegang kepada maminya.

__ADS_1


“Jadi hari ini beneran ke acara ulang tahu, terus yang kemarin-kemarin acara ulang tahun bohongan?” tanya Key.


“Iy,,, hah? Engga lah mam, kemarin juga acara ulang tahun beneran.” Ucap Karren yang mulai panik.


Untung saja Darren yang sudah di jemput Kevin lebih dulu memanggilnya, jadi Karren bisa menghindari pertanyaan-pertanyaan dari sang mami.


“Pap, mam, aku berangkat dulu ya byee..” ucap Karren sambil melambaikan tangannya dan langsung berjalan cepat ke luar rumah.


“Wih cantik kali mantan gue.” Puji Kevin saat Karren sudah duduk di kursi belakang.


“Dari kemaren ke mana aja woy! Gue udah cantik dari lahir.” Sahut Karren.


“Gue bingung deh sama kalian, kalian berdua kan sepupuan nih, kok bisa Karren wajahnya ada bule-bulenya gitu.” Ucap Kevin tiba-tiba.


“Lo belom liat kembaran bokapnya Karren kan? Istrinya uncle Kenan?” balas Darren.


“Belom lah, kenapa emang? Ada hubungannya?” tanya Kevin.


“Liatin Ren, lo punya kan foto aunty Belinda?” ucap Darren yang membuat Karren mengangguk sambil menghela nafas.


Kevin hanya nyengir kuda sedangkan Karren yang sudah menemukan foto auntynya langsung memberikan ponselnya kepada Kevin.


“Noh.” Ucap Karren.


“What!? Gila ini sih bidadari! Gue tau sekarang, jadi keluarga bokap lo ada turunan bulenya ya Ren? Pantesan lo cantiknya unnatural banget.” Sahut Kevin dengan bersemangat.


Yah memang Belinda sangatlah cantik, walaupun sekarang sudah mulai berumur tapi kecantikannya masih saja terpampang nyata.


“Beb, kayaknya kita harus nikah deh.” Ucap Kevin tiba-tiba membuat Darren yang ada di sebelahnya langsung memukul belakang kepalanya.


“Aw! Sakit gila lo Ren! Gue lagi nyetir, kalo sampe oleng gimana coba!” ketus Kevin.


“Nikah pale lo!” ketus Darren.


“Lagian lo ngapain sih Vin tiba-tiba ngomong kayak gitu.” Ucap Karren.

__ADS_1


“Ya kalo kita nikah anak kita ga akan jadi produk gagal beb, pasti cantik dan tampan.” Ucap Kevin dengan semangat.


Karren hanya menghela nafas sambil geleng-geleng kepala, sedangkan Darren memutar bola matanya jengah.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah gedung yang memang biasanya di sewa untuk acara ulang tahun, pernikahan, atau yang lainnya.


“Lumayan mewah juga loh acaranya.” Ucap Karren sambil melihat semua dekorasi yang ada di sana.


Namun tidak ada yang perduli dengan ucapannya, karena Kevin sibuk mengambil boneka berbentuk coklat besar dari bagasinya, sedangkan Darren sibuk menoleh ke sana ke mari seperti sedang mencari seseorang.


“Kurang asem gue di kacangin!” gumam Karren kesal.


“Woy! Gue masuk duluan ya!” ucap Karren yang masih tidak di gubris oleh kedua laki-laki buaya itu.


Karren hanya menggelengkan kepala lalu berjalan masuk ke dalam, di sepanjang langkahnya menuju Trisna, para tamu undangan menatap ke arah Karren dengan tatapan kagum, terutama para laki-laki yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Karren.


Namun Karren yang menjadi pusat perhatian hanya biasa saja, pertama karena memang dia masih kesal dengan Kevin dan Darren, kedua dia sudah sering mendapat perhatian seperti itu jadi hal itu sudah biasa bagi Karren.


“Kak Karren? Kakak cantik sekali.” Puji Trisna saat melihat Karren mendatanginya, namun Karren tau kalau mata Trisna melihat ke sana kemari mencari keberadaan Kevin.


“Kamu juga cantik sekali loh Trisna, btw happy birthday ya, ini hadiah buat lo.” Ucap Karren sambil memberikan paper bag yang dia pegang.


“Makasih banyak loh kak, padahal ga usah bawa kado, kakak dateng aja aku udah seneng banget.” Balas Trisna.


Karren tersenyum lalu matanya melirik ke arah Anindita yang dari tadi berdiri di sebelah Trisna sambil melihatnya. Lalu saat mata mereka berpapasan, Anindita segera menunduk sekilas menyapa Karren, begitu juga dengan Karren.


Kalau di lihat-lihat memang Anindita sedikit ada kemiripan dengan neneknya saat masih muda dulu, dan sejak SMP Darren bercita-cita untuk memiliki pasangan yang mirip dengan neneknya.


Yah semoga saja Anindita bukan hanya mirip dari wajahnya saja, semoga Anindita juga memiliki hati yang tulus sama seperti nenek mereka dan bisa membuat Darren yang playboy itu bisa luluh hanya kepada Anindita.


“Emm,, kak, kakak sendirian ke sini?” tanya Trisna yang dari tadi menahan untuk tidak bertanya tentang hal itu kepada Karren.


“Kamu cari Kevin ya? Dia ada di luar masih sibuk ambil hadiah buat lo.” Balas Karren to the point.


Dan benar saja, akhirnya Darren dan Kevin masuk ke dalam bersama-sama. Karren tertawa saat melihat Kevin kesulitan membawa boneka yang besarnya melebihi dirinya itu, bahkan Kevin harus susah payah untuk melihat jalan yang ada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2