
“Sarah...” panggil Yulia dengan pelan.
“Iya tan? Tante pasti kecewa banget kan lihat kelakuan buruk calon menantu tante? Saya juga tan, saya sebagai sahabat Gibran juga tidak rela kalau Gibran mendapatkan istri seperti itu.” Ucap Sarah.
“Bukan itu Sarah, pencahayaan hp kamu kurang terang, tante ga bisa lihat apa-apa dari tadi.” Ucap Yulia.
Sarah tercengang mendengar ucapan Yulia, bahkan hampir saja dia mengeluarkan kata-kata kasar jika mulutnya tidak dia rem.
Sarah kira Yulia sudah melihat videonya karena tadi Yulia terlihat sangat serius, ternyata dia serius karena berusaha untuk melihat apa yang ada di dalam video itu.
Sarah menerangkan pencahayaan ponselnya dengan sedikit kesal, jiwa provokatornya yang berapi-api tadi seketika meredup karena respon yang di berikan Yulia, Sarah sengaja menerangkan ponselnya sampai full lalu kembali memperlihatkannya kepada Yulia.
“Yaampun Sarah ini terlalu terang, mata tante jadi sakit.” Ucap Yulia.
Lagi-lagi Sarah hanya bisa menghirup napas panjang, dia mencoba untuk sabar menghadapi Yulia, Sarah kembali mengurangi pencahayaannya lalu kembali memutar videonya.
Yulia menontonnya dengan serius, sesekali matanya melotot melihat adegan yang ada di dalam layar.
“Karren memang seperti itu tante, dia suka ke bar, dia juga suka mabuk-baukan, kalo ke kampus juga pakaiannya seksi.”
“Dia suka memamerkan tubuhnya dan gampang di sentuh, dia tuh suka godain cowok-cowok tan, Sarah ga setuju kalo Gibran sama perempuan seperti itu.”
“Karren bukanlah perempuan yang tepat untuk Gibran, dia perempuan ga benar tan, Gibran pasti akan terseret ke dalam neraka kalau benar-benar menjadi imam dari perempuan seperti Karren.”
“Image keluarga tante juga akan buruk jika memiliki menantu seperti dia.”
Sarah terus mengoceh mencoba untuk memprovokasi Yulia, dia berharap Yulia akan terpengaruh dengan ucapannya.
Yulia mengalihkan pandangannya dari ponsel Sarah, lalu dia menoleh ke arah Sarah yang sejak tadi terus mengoceh.
“Sarah, kamu tidak bisa menentukan surga dan neraka seseorang. Kamu ga pernah dengan seorang wanita malam yang rela kehausan demi memberi minum seorang anjing di tengah gurun? Kamu tidak pernah mendengar seorang pembunuh yang meninggal dalam hijrahnya menuju tempat yang lebih baik dalam keadaan sudah bertobat tapi belum melakukan kebaikan sama sekali?”
__ADS_1
“Mereka semua bisa masuk surga karena Allah maha pengampun, ketulusan hati dan niat baik mereka yang membuat Allah membukakan pintu surga untuk mereka. Tidak ada yang bisa menebak kita akan berakhir di mana Sarah.”
“Tante sangat yakin Gibran bisa menuntun Karren ke arah yang lebih baik, sekali melihat saja tante tau kalau Karren adalah anak yang baik hanya saja dia salah bergaul. Melihat bagaimana Karren menuruti setiap permintaan Gibran membuat tante yakin kalau Karren akan menjadi istri yang mudah di bimbing.” Jelas Yulia.
Sarah tidak menyangka kalau Yulia akan bereaksi seperti itu, malah dia lah yang di ceramahi oleh Yulia.
“Tapi tan...”
“Cukup Sarah! Tante tidak tau kamu punya masalah apa dengan Karren, tapi tante minta tolong sama kamu jangan pernah menjelek-jelekkan calon menantu tante lagi di depan tante!” tegas Yulia tanpa memberi kesempatan untuk Sarah berbicara.
“Sebelum kamu memberitahu hal ini kepada tante, Gibran sudah lebih dulu menceritakan semuanya kepada tante, baik buruknya Karren semua tante sudah tau, jika memang Gibran bisa menerima Karren, tante pun akan melakukan hal yang sama.” Sambungnya.
Mendengar ucapan Yulia membuat Sarah kesal, tangannya mengepal menahan rasa kesalnya, wajahnya sudah merah padam.
Sarah pikir Yulia akan terpengaruh dengan ucapannya dan berakhir akan membatalkan pertunangan Gibran dan Karren, ternyata apa yang dia bayangkan salah! Yulia sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapannya.
“Apa ada lagi yang mau kamu bicarakan?” tanya Yulia setelah melihat Sarah hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.
“Tidak ada lagi tante, kalau begitu Sarah permisi dulu.” Ucap Sarah.
“Baiklah, hati-hati di jalan.” Ucap Yulia.
Sarah hanya mengangguk lalu dia mencium punggung tangan Yulia lebih dulu sebelum akhirnya dia berpamitan pulang.
Setelah Yulia menutup pintu rumahnya kembali, Sarah segera membuka pintu mobilnya dengan kasar lalu menutupnya dengan di banting, sambil napasnya yang memburu.
“Aaarrgghh!!!” teriak Sarah sambil memukul stir mobilnya.
“Kenapa tante Yulia masih menerima Karren sih? Setelah mengetahui semua keburukan Karren? Aku kira tante Yulia seperti mertua di sinetron yang akan dengan mudahnya terhasut.” Gumam Sarah sambil meremas stir mobil yang tidak bersalah dengan kencang.
Dengan kesal Sarah membuka kerudungnya dan melemparnya ke kursi penumpang di sebelahnya.
__ADS_1
Sarah mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal untuk melampiaskan kekesalannya karena sudah gagal memprovokasi Yulia.
Sarah kembali di buat pusing, pusing untuk mencari cara apa lagi yang bisa di gunakan untuk menjauhkan Gibran dengan Karren.
Sarah benar-benar tidak rela jika Gibran di rebut darinya, bahkan yang merebutnya adalah perempuan seperti Karren, perempuan malam yang tidak pantas sama sekali untuk Gibran.
“Ga bisa, aku ga akan rela kalau mereka berdua benar-benar akan menikah.” Gumam Sarah sambil terus menginjak pedal gas semakin dalam.
***
Sedangkan di rumahnya, Yulia kembali duduk di sofa ruang tamunya, jujur saja dia masih syok melihat secara langsung Karren yang sedang menari di lantai dansa.
Walaupun sudah di beritahu Gibran tapi tetap saja dia tetap syok saat melihat secara langsung, tapi Yulia sangat percaya dengan anaknya, anaknya tidak akan salah pilih, kalau memang Gibran menyukai Karren maka itu adalah pilihan yang tepat untuknya.
Tapi yang membuat darahnya naik adalah karena Sarah yang dengan tanpa bersalahnya dia membuka keburukan orang lain untuk menghasutnya agar membenci Karren.
“Yaampun bu, ibu kenapa?” tanya ART di rumah Yulia yang kebetulan melihat Yulia memegang kepalanya.
“Engga apa-apa kok mbok, saya sedikit emosi aja nih tadi ada yang mau provokasi saya.” Ucap Yulia.
“Non Sarah kan? Non Sarah cemburu tuh bu, dari dulu juga tiap ke rumah pasti dia car perhatian ke den Gibran, pasti dia ga terima den Gibran mau menikah.” Balas ARTnya.
“Masa sih mbok? Saya ga pernah kepikiran sampe ke sana.”
“Beneran bu, emang begitulah kalo orang iri hati pasti ngejelekin orang biar terlihat baik.”
“Udah ah ga usah gosip lagi, ayo kita ke belakang aja mbok.” Ajak Yulia.
Artnya hanya mengangguk lalu membantu Yulia untuk berdiri dan berjalan di belakang Yulia.
Selama ini Yulia memang tidak pernah terpikir kalau Sarah menyukai Gibran, dia hanya senang jika teman-teman Gibran main ke rumahnya terutama wanita karena Yulia memang sangat menyukai anak perempuan.
__ADS_1
Tapi dia tidak pernah terpikir kalau Sarah sampai jauh-jauh datang ke rumahnya hanya untuk memberi tahu keburukan Karren agar dia tidak menyukai Karren.