DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA
BAB 68 (CALON MANTU COMMING SOON)


__ADS_3

Tidak seperti biasanya, hari ini Karren bangun lebih pagi dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap pergi kuliah padahal Karren kuliah masih jam delapan nanti tapi jam 5 dia sudah mulai bersiap.


Wajah Karren terlihat sangat cerah, tidak murung seperti kemarin-kemarin, tentu saja hal itu karena hubungannya dan Gibran yang sudah membaik. Terlebih kemarin Gibran sudah menyatakan perasaannya kepada Karren dan hal itu yang membuat Karren terus tersenyum setiap kali mengingatnya.


Jujur saja, semalam Karren tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan kejadian semalam bahkan sampai guling-guling di atas kasur seperti orang gila, mungkin kalau Gibran tau laki-laki itu akan semakin kepedean.


“Apaan sih Ren, semalem aja lo sok jual mahal ga langsung jawab, eh sekarang malah pengen cepet-cepet jawab ‘iya’ hihihi.” Gumam Karren sambil memegangi kedua pipinya yang memerah sendiri.


Gibran adalah orang yang sangat posesif, padahal dulu Karren sangat tidak suka kepada laki-laki yang selalu mengurusi penampilannya atau apapun tentang dirinya, tapi kalau Gibran entah kenapa Karren sangat menyukainya.


Karren pernah memiliki kekasih yang posesif, namun hubungan mereka hanya bertahan kurang lebih satu minggu saja.


Itulah kenapa Karren menganggap kalau hanya Kevin lah laki-laki yang cocok jadi kekasihnya karena Kevin termasuk ke dalam laki-laki yang santai.


Seperti saat ini, walaupun Kevin masih menyukai Karren, dia tidak pernah menuntut Karren untuk membalas perasaannya, bahkan Kevin tidak masalah jika Karren dekat dengan laki-laki lain karena dia tau kalau Karren nantinya akan kembali lagi padanya karena hanya dialah laki-laki yang bisa membuat Karren nyaman.


Setelah selesai bersiap, pukul tujuh tepat Karren segera menuruni tangga dan menghampiri papinya yang sudah sarapan karena pasti papinya ada rapat pagi.


“Morning papiku...” seru Karren dengan bersemangat.


Bernard menoleh ke arah Karren, keningnya berkerut melihat putrinya sudah terlihat cantik di jam segini, bahkan pakaian dan riasan wajahnya sangat natural seperti seorang anak SMA, padahal biasanya Karren akan berpakaian seperti orang dewasa.


“M-morning putri papi..” balas Bernard dengan senyum aneh.


“Kenapa papi kayaknya ga semangat gitu sih? Ini masih pagi loh pap, papi harus semangat.” Ucap Karren menyemangati papinya.


“Papi kaget aja kamu udah siap jam segini, terus kamu juga pake baju yang membuat kamu terlihat seperti anak SMA.” Ucap Bernard.


Key yang berjalan keluar dari dapur dengan membawa piring yang berisi lauk ikut terkejut melihat penampilan putrinya yang kelihatan berbeda.


“Wih, ada angin apa nih pake baju kayak anak muda gini?” ucap Key sambil menaruh piring di meja makan.

__ADS_1


Pagi itu Karren memang memakai sweater rajut pres body dan rok payung di bawah lutut membuat Karren terlihat seperti anak polos, padahal biasanya Karren akan memakai kemeja dengan kancing terbuka dan celana jeans atau rok span di atas lutut seperti orang kantoran.


“Ih papi sama mami tuh kebiasaan deh pasti menggoda aku.” Ucap Karren.


“Emang ada apa sih, kamu kayaknya lagi seneng banget.” Ucap Key.


“Mantu papi dan mami udah comming soon.” Balas Karren.


Bernard dan Key hanya saling menatap satu sama lain lalu mereka sama-sama menaikkan bahunya tidak mengerti dengan maksud putrinya.


“Udah deh pokoknya kalian tenang saja, sekarang tidak akan mengecewakan kok.” Ucap Karren.


“Awas kalo dapet golongannya Darren yang cap buaya.” Ucap Bernard.


“Tenang aja pap, kali ini golongannya pak ustad.” Balas Karren sambil tertawa.


“Aku pergi dulu ya pap, mam, bye..” pamit Karren kepada kedua orang tuanya.


“Loh, loh jam berapa ini, ayo makan dulu.” Ucap Key saat melihat putrinya sudah berjalan menuju pintu rumah.


“Kamu tumben banget semangat pergi ke kampus, biasanya harus di bangunin dulu udah kayak kebo guling.” Ucap Key.


“Ih kepo deh.” Ucap Karren dengan nada mengejek dan juga tertawa sendiri.


Key hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putrinya hari ini, dia langsung menatap suaminya yang ternyata memang sedang menatapnya.


“Gila kayaknya dia pap, semalem di ajak kemana kamu sama Darren sampe kerasukan begini?” tanya Key.


“Ke hutan belantara mam, makanya aku langsung bahagia begini soalnya ketemu yang sejenis.” Ucap Karren asal.


“Astagfirullah Karren! Ini kamu beneran apa bukan?” ucap Key sambil memeriksa suhu tubuh Karren dengan punggung tangannya.

__ADS_1


“Apaan sih mam, aku bercanda tau.. Udah ah Karren mau berangkat dulu, bye pap, bye mam.” Ucap Karren yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan mencium pipi papi dan maminya seperti biasanya.


“Bareng Darren kan?” tanya Key.


“Engga mam, dia udah berangkat pagi-pagi sekali soalnya kan dia ketua BEM jadi-jadian.” Ucap Karren.


“Tumben banget berangkat pagi, walaupun jadi ketua BEM kan dia sementara aja, kelas yang penting aja bukannya kamu bilang Darren sering terlambat?” ucap Bernard.


“Biasalah pap, ada mahasiswi baru yang mau dia gebet makanya semangat banget dia.” Balas Karren.


“Haahh, anak itu mau sampai kapan berubahnya coba, kasian aku sama Andini.” Ucap Key.


Karren pergi setelah memakan beberapa lembar roti dan minum susu saja, entah ada angin apa sampai membuat Karren seperti itu.


Karren tidak sengaja bertemu dengan Gibran saat dia keluar dari rumahnya, Karren tetap memperlihatkan ekspresi datar walaupun sebenarnya hatinya sudah berbunga-bunga, Karren hanya ingin jual mahal sedikit kepada Gibran.


“Kamu berangkat sendiri Karren?” tanya Gibran dari sebrang jalan.


Karren hanya mejawab pertanyaan Gibran dengan anggukan kepala dan juga senyum tipisnya.


“Darren kemana?” tanya Gibran lagi.


“Dia udah berangkat duluan.” Balas Karren singkat tanpa adanya penjelasan tentang alasan Darren berangkat lebih pagi.


“Mau bareng saya?” tanya Gibran yang di balas gelengan kepala oleh Karren.


“Engga usah mas, makasih.” Ucap Karren menolak permintaan Gibran.


Dia masih sakit hati karena Gibran pernah mengatainya perempuan manja dan merepotkan, itulah kenapa kali ini Karren ingin membuktikan kepada Gibran kalau dia bukanlah perempuan manja dan merepotkan.


Key yang kebetulan baru keluar dari rumah untuk memberikan kunci mobil Karren yang ketinggalan mendengar semua ucapan putrinya yang bodoh itu, Key segera menyembunyikan kunci mobil Karren di saku celananya lalu berjalan menghampiri putrinya.

__ADS_1


“Karren kamu sama Gibran aja sana, tadi kamu ninggalin kunci mobil di meja eh ga sengaja kesenggol sama mami terus jatuh ga tau kemana jatuhnya.” Jelas Key.


What? Itu adalah alasan yang sangat tidak masuk di akal sama sekali, kunci mobilnya itu tidak enteng seperti bulu yang bisa terbang kemanapun sampai tidak bisa ketemu, jadi tidak mungkin kalau maminya tidak bisa menemukan kunci mobilnya yang jatuh.


__ADS_2