DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA
BAB 126 (MERASA BOSAN)


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan bulan ini adalah bulan di mana kelulusan Karren dan juga usia kandungannya sudah memasuki empat bulan.


Hari ini keluarga Gibran dan Karren memutuskan untuk mengadakan acara syukuran untuk empat bulanan kandungan Karren dan juga syukuran atas kelulusan Karren dan sekarang acaranya baru saja selesai.


Rumah yang beberapa saat lalu ramai karena kedatangan keluarga besar dan tetangga sekitar sekarang sudah mulai sepi, hanya keluarga saja yang tertinggal untuk membantu membersihkan bekas acara tadi.


Mereka mengadakan acara kecil-kecilan yang di selenggarakan di rumah sendiri, mereka hanya mengundang keluarga besar, kerabat dan para sahabat saja.


Melihat keluarganya sibuk membersihkan ruang tamu membuat Karren tidak bisa tinggal diam, dia ikut membantu membawa bekas piring kotor ke dapur untuk di cuci meskipun Gibran tadi menyuruhnya untuk duduk dan tidak mengijinkan Karren ikut bekerja.


Karren yang merasa bosan karena hanya duduk saja sambil memperhatikan keluarganya kesana-kemari membersihkan rumahnya. Bukan hanya kelurganya, tapi para ART dari ketiga rumah yang terdiri dari rumah Gibran Karren, rumah Bernard Key dan rumah Ken Andini juga ikut sibuk membersihkan rumah.


Mereka sengaja melakukan hal itu agar Karren tidak ikut turun tangan dan akan membuatnya kelelahan nantinya.

__ADS_1


“Sayang, kamu kok ikut angkat-angkat piring sih? Biar mama aja yang bawa ke dapur.” Ucap Yulia yang langsung mengambil alih tumpukan piring yang di bawa Karren.


“Karren ga apa-apa kok ma, cuma bawa piring aja ga akan buat aku capek kok.” Balas Karren.


“Engga, pokoknya kamu ga boleh ikut kerja sayang, kamu duduk aka di sana sama Ken.” Ucap Yulia yang pandangannya mengarah ke arah Darren yang sedang duduk manis sambil memakan buah sisa acara tadi.


Darren memang bertugas sebagai vacum cleaner kali ini, dia di tugaskan untuk menghabiskan sisa-sisa makanan yang tersisa agar tidak mubadzir.


“Tapi ma...”


Karren hanya menghela nafas panjang lalu akhirnya dia mengangguk dengan pasrah, Karren berbalik badan menghampiri Darren yang sedang duduk tanpa rasa sungkan sama sekali. Di saat yang lain bersih-bersih, dia malah enak duduk sambil makan makanan sisa acara tadi.


Karren duduk di sebelah Darren, dia merasa sangat bosan sekarang, semenjak tahu kalau Karren sedang hamil, semua keluarganya menjadi over protective padanya.

__ADS_1


Termasuk Gibran, laki-laki itu bahkan berniat untuk memindahkan kamar mereka ke lantai bawah agar Karren tidak perlu naik turun tangga.


Bukan hanya itu saja, Gibran juga tidak memperbolehkan Karren pergi ke mana-mana tanpa dirinya, dia juga melarang Karren untuk menyetir sendiri.


ART di rumah mereka pun bertambah satu agar Karren tidak perlu ikut membersihkan rumah. Gibran hanya memngijinkan Karren memasak saja, hal itu membuat Karren semakin tidak bebas.


Padahal usia kehamilannya baru empat bulan, tapi dia sudah di perlakukan seperti orang yang sudah hamil besar.


Sungguh apa pun yang di lakukan Gibran terasa berlebihan menurut Karren. Karren merasa kalau ruang geraknya semakin terbatas. Namun dia tetap menuruti Gibran karena dia tahu kalau Gibran melakukan ini juga untuk calon bayi mereka.


Gibran ingin memberikan yang terbaik untuk Karren, setelah mengetahui kalau Karren sedang mengandung Gibran sangat bahagia. Kebahagiaan Gibran tidak bisa di jabarkan seolah tuhan baru saja memberikan seisi dunia padanya.


Bahkan sangking bahagianya, Gibran langsung membuat acara di panti asuhan dalam rangka syukuran atas kehamilan Karren.

__ADS_1


Karren juga sangat bahagia, apa lagi saat melihat wajah bahagia yang di tunjukkan Gibran. Karren yang awalnya takut tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anaknya perlahan rasa takut itu menghilang.


Gibran juga seringkali meyakinkan Karren kalau Karren pasti akan bisa menjadi ibu yang baik untuk anak mereka. Hal itu lah yang membuat kepercayaan diri Karren meningkat dan dia juga yakin kalau dia bisa menjadi ibu yang baik.


__ADS_2