DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA

DOSEN CINTA KARREN ADIBRATA
BAB 58 (RIBET)


__ADS_3

Karren memandang jengah pada orang yang ada di hadapannya, Darren pun merasakan hal yang sama dengan Karren.


Karren dan Darren sedang tengkurap di atas tempat tidur milik Kevin dengan mata yang bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti sang objek utama.


“Capek gue ngeliatin dia bolak balik.” Bisik Darren kepada Karren.


“Haaah, sama.” Balas Karren sambil menghela nafas panjang.


Akhirnya Karren yang dari tadi hanya melihat saja langsung membuka suara saat merasa sudah lelah.


“Ribet banget sih lo Vin, kayak mau ketemu presiden aja deh.” Ucap Karren.


“Tau, bilangnya aja ga mau dateng ke ulang tahun Trisna, tapi sekarang malah bingung nyariin baju yang mau di pake.” Sahut Darren.


Darren sudah kesal melihat Kevin yang dari tadi mondar mandir hanya memakai boxer saja, padahal ada Karren di sana tapi sepertinya Kevin seolah tidak perduli dan sepertinya dia sudah kehilangan rasa malunya.


“Lo emang seniat itu ya dateng ke acara ulang tahun Trisna sampai pilih baju ga selesai-selesai?” tanya Karren.


Kevin seketika menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Karren, lalu dia menoleh ke arah mantannya itu.


“Gue ga niat beb, malah kalo bisa gue maunya ga usah dateng aja sekalian.” Balas Kevin.


“Tapi kelakuan lo sekarang kayak cowok yang lagi mau kencan sama artis hollywood, ribet banget lu, gue aja ga kayak gitu kalo mau kencan.” Sahut Darren.


Karren dan Darren yang sedari tadi hanya rebahan sambil menonton saja rasanya capek, tapi sepertinya Kevin sama sekali tidak capek mondar mandir ke sana ke mari tanpa memakai bajunya.


Kevin memang kebingungan mencari pakaian yang akan dia pakai untuk datang ke ulang tahun Trisna nanti malam.


Kelakuan Kevin seperti laki-laki yang baru pertama kali akan pergi berkencan, padahal jumlah mantannya tidak jauh berbeda dari Darren.


“Gue bingung baju apa yang mau gue pake ke ulang tahun tuh cewek.” Ucap Kevin sambil mengacak rambutnya frustasi.


“Pake kemeja sama celana jeans aja kali.” Balas Karren memberikan saran.


“Nanti gue di kira niat banget datang ke acaranya beb.” Ucap Kevin.


“Yaudah sarungan aja lah, ribet banget dah jadi orang.” Sahut Darren yang ikut gemas melihat Kevin yang bersikap berlebihan.


Padahal yang akan di lakukan hanyalah datang, tiup lilin, potong kue, makan dan pulang, bukannya menghadiri konferensi pers yang membutuhkan pakaian formal.


Karren juga berusaha untuk menahan tawanya, dia sebenarnya juga gemas melihat Kevin yang dari siang sampai sore belum juga selesai memilih pakaian yang akan dia pakai ke acara ulang tahun Trisna.

__ADS_1


“Ini acaranya di gedung bukan di masjid.” Ucap Kevin sambil melirik ke arah Darren dengan kesal.


Darren mengacak rambutnya karena kesal lalu menoleh ke arah Karren.


“Udahlah lo urusin noh mantan lo ini, gue pusing liatnya.” Ucap Darren kesal.


Akhirnya Karren bangun dari rebahannya, dia menghampiri Kevin yang sedang berdiri di depan lemari.


“Lo mau pake baju yang kayak gimana sih Vin? Biar gue yang cariin.” Ucap Karren.


Karren menggeser tubuh Kevin dan sekarang dia lah yang ada di depan lemari untuk mencarikan pakaian yang akan di pakai Kevin.


“Yang biasa aja beb, biar gue ga keliatan kayak niat banget dateng ke acara ulang tahunnya, ntar ke-geeran dia.” Balas Kevin.


Kevin adalah orang yang termasuk beruntung karena mantannya mau membantunya menyiapkan pakaian yang akan dia pakai untuk ke acara perempuan lain.


“Lo udah beli kado?” tanya Karren.


"Udah tuh." Ucap Kevin sambil menunjuk ke arah sofa yang ada di dalam kamarnya.


Karren menoleh dan terkejut saat melihat boneka berbentuk coklat yang ukurannya sangat besar.


"Sejak kapan boneka itu ada di sana?" tanya Karren.


"Lah gue udah beli dari kemaren, ya jadi boneka itu udah di situ dari kemaren." balas Kevin.


"Lo kenapa beliin dia boneka gambar coklat?" tanya Karren.


"Dia sering ngasih gue coklat jadi itu sebagai tanda protes gue ke Tresno." ucap Kevin.


"Namanya Trisna Vin bukan Tresno." balas Karren sambil menggelengkan kepalanya.


Kevin memang seperti itu, dia selalu mengubah nama orang jika tidak suka dengan orang itu.


"Biarin aja, suka suka gue mau panggil dia apa!" ucap Kevin.


"Emang lo tau apa artinya Tresno?" tanya Karren yang di balas gelengan kepala oleh Kevin.


"Emang ada artinya? Kan gue cuma ganti dua huruf aja." balas Kevin.


Karren menepuk keningnya mendengar ucapan Kevin, di tidak percaya kalau Kevin hanya asal bicara tanpa mengetahui apapun.

__ADS_1


"Tresno itu dari bahasa Jawa artinya suka, kalo lo panggil dia Tresno dia pasti seneng banget loh." Jelas Karren.


Mendengar penjelasan Karren membuat Kevin terkejut, dia tidak percaya kalau kata-kata asalnya malah berartikan seperti itu.


"Haishh, gue ga tau beb, tau gitu gue ga akan ngomong kayak begitu." ucap Kevin sambil menepuk keningnya sendiri.


Karren hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap Kevin malas. Dia kembali memilihkan pakaian untuk Kevin tanpa berniat membalas ucapannya.


“Pakai ini aja deh, ini udah baju paling santai buat di pake ke acara ulang tahun.” Ucap Karren sambil menunjukkan kaos polos dengan jaket jeans berwarna denim.


“Engga ah beb, kalo pake baju ini gue keliatan makin ganteng, nanti si Trisno malah makin suka sama gue.” Ucap Kevin.


“Kevin, lo mau pake baju sobek-sobek pun tetep aja ganteng soalnya yang nentuin ganteng apa engga tuh wajah lo bukan baju yang lo pake.” Ucap Karren kesal.


“Pake baju badut aja lo Vin, kan enak tuh muka lo yang katanya ganteng itu ketutupan sama make up, si Trisna juga ga akan kenal kalo itu elo!” sahut Darren yang sudah mulai tidak sabar.


Kevin menoleh ke arah Darren dan menatapnya dengan tajam, sedangkan Darren tidak perduli dan kembali memainkan ponselnya.


“Udah pake baju ini aja deh!” tegas Karren.


Melihat wajah Karren yang sudah cemberut membuat Kevin akhirnya mengangguk pasrah, sebenarnya dia ingin penampilannya terlihan jelek agar Trisna berhenti mengejarnya.


“Jangan di kancing kemejanya, biarin aja kebuka gitu.” Larang Karren saat melihat Kevin sudah mau mengancing kemeja yang dia pakai.


Karren menaruh jari telunjuknya di dagu dan memindai penampilan Kevin saat ini, lalu dia membantu Kevin untuk menggulung lengan kemejanya agar memperlihatkan otot-otot kekar Kevin.


Darren hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya kalau ada orang yang mendandani mantannya sebelum mantannya itu bertemu dengan wanita lain.


Setelah Karren selesai merapihkan pakaian Kevin, laki-laki itu segera melihat penampilannya sendiri di cermin yang ada di pintu lemari.


“Nah kan bener, gue malah makin keliatan ganteng kalo kayak gini beb.” Ucap Kevin.


“Udah deh, penampilan lo udah bagus! Awas kalo sampe lo ubah!” ancam Karren yang membuat Kevin tidak berkutik.


Padahal Kevin ingin penampilannya terlihat jelek dan memalukan agar Trisna ilfeel kepadanya, tapi ternyata penampilannya saat ini jauh dari harapannya.


“Emang lo ga cemburu beb?” tanya Kevin.


Mendengar pertanyaan Kevin justru membuat Karren tertawa, dan melihat Karren tertawa membuat Kevin mengerutkan keningnya heran.


“Kenapa ketawa beb?” tanya Kevin.

__ADS_1


__ADS_2