
Anindita dan Trisna keduanya sama sama tidak tau takut, padahal mereka di kelilingi senior sedangkan mereka hanyalah maba, tapi mereka sudah berani berbicara dengan nada menantang.
Sedangkan Karren yang melihat wajah sedih Trisna seketika ingat akan dirinya yang di tolak oleh Gibran, Karren bisa merasakan bagaimana rasanya di tolak dan itu sangat menyakitkan.
Akhirnya Karren maju ke depan dan menghampiri Kevin yang menatap ke arah Trisna dengan tatapan tajam.
“Terima aja Vin, lo ga liat dia mau nangis gitu? Masa lo tega nolak undangan dia? Dia udah nahan malu di hadapan semua orang demi lo, hargain kek perjuangan dia.” Bisik Karren kepada Kevin.
Mendengar ucapan Karren membuat Kevin menoleh ke arah Karren dengan mengerutkan keningnya.
“Please,, lo cuma dateng ke acara ultahnya aja kali, itung-itung amal ngurangin dosa lo yang udah numpuk.” Lanjut Karren dengan wajah memohon.
Kevin menghela nafas panjang, dia tidak bisa menolak permintaan Karren, apa lagi saat wajahnya sudah memelas seperti itu.
“Heh, Tresno! Oke gue bakalan dateng ke pesta ulang tahun lo!” ucap Kevin.
Wajah Trisna yang awalnya sedih seketika menjadi cerah terang benderang, senyum di wajahnya terukir dengan lebar membuat Kevin bergidik ngeri.
“Beneran mau dateng kak? Makasih ya, tapi ngomong-ngomong namaku bukak Tresno tapi Trisna kak.” Balas Trisna.
“Terserah mau Trisna Tresno Tresni, pokoknya besok gue dateng, lo mau hadiah apa?” tanya Kevin.
“Kakak ga usah bawa kado, kakak dateng aja aku udah seneng banget kok.” Balas Trisna.
“Bagus deh kalo gitu.” Ucap Kevin sambil menganggukkan kepalanya.
Trisna masih belum beranjak dari tempatnya dia tersenyum melihat Kevin membuat Kevin merinding.
“Apaan lagi sih?” tanya Kevin.
“Ini cokelatnya ambil juga kak.” Ucap Trisna sambil memamerkan gigi putihnya.
Kevin yang frustasi langsung mengambil cokelat yang di berikan Trisna kepadanya, dia juga tidak ingin kalau Trisna berlama-lama menatap wajahnya yang tampan itu.
“Kalo sampe gue kena diabetes, lo gue aduin ke nyokap gue!” ketus Kevin yang membuat Trista tertawa.
Meskiput terlihat kesal, tapi kesalnya Kevin terlihat menggemaskan di mata Trisna.
__ADS_1
“Aku permisi dulu ya kak.” Ucap Trisna kepada Kevin.
Lalu Trisna menoleh ke arah Karren dan tersenyum kepadanya.
“Terimakasih kak..” ucapnya.
Karren hanya mengangguk dan tersenyum membalas terimakasih yang di berikan oleh Trisna, sedangkan Anindita segera membawa temannya itu keluar dari kerumunan orang.
Darren tiba-tiba masuk ke lingkaran, lalu tiba-tiba saja dia berteriak dengan kencang.
“Siapa lagi yang mau sama si Kevin? Dia lagi di obral nih, open PO buat yang mau pake dia ke acara penting.” Teriak Darren.
Mendengar hal itu dari mulut sahabatnya, Kevin langsung memukul kepala Darren dengan kencang.
“Gila lo, lo pikir gue barang apa hah?!” ketus Kevin.
Karren tertawa melihat Darren dan Kevin.
“Darren kesel soalnya dia kalah terkenal sama lo Vin.” Ucap Karren.
“Yaelah Ren, ambil aja cewek kayak gitu mah, tukar sama Karren dah.” Balas Kevin dengan santai.
“Hahaha, bercanda elah beb, nanti gue barter sama mahar aja ya.” Balas Kevin yang rencananya mau merangkul Karren, namun dia urungkan saat melihat Gibran yang sedang menatapnya dengan tajam.
“Ya elah tuh orang perasaan selain suka ambil nyawa, dia juga suka melotot sekarang.” Gumam Kevin yang bisa di dengar oleh Karren.
Karren langsung menoleh ke arah Kevin dan mengikuti ke mana mata Kevin tertuju, lalu seketika mood Karren langsung down saat melihat Gibran sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
Karren langsung memalingkan wajahnya tanpa tersenyum ataupun menyapa dengan anggukan, dia memilih mengobrol dengan Darren dan Kevin.
Sedangkan di sisi lain, Gibran sudah berdiri di sana cukup lama, dia memantau mereka dari jauh, dia penasaran dengan hubungan Kevin dan Karren yang sebenarnya.
Gibran mulai terpengaruh dengan apa yang dia lihat kemarin saat di rumah Karren, dia mengira Karren juga menyukai Kevin, namun jika di lihat sikap Karren yang biasa saja saat Kevin di dekati perempuan lain tanpa sadar hati Gibran menjadi lega.
Sepertinya saat ini ada rongga dalam hatinya setelah dari kemarin hatinya terasa sesak karena melihat kemesraan Karren dan Kevin.
Tanpa ada orang yang menyadari, Gibran tersenyum tipis lalu meninggalkan kerumunan orang yang saat ini mulai bubar satu per satu.
__ADS_1
Sedangkan Karren, Kevin dan Darren melanjutkan niat mereka untuk ke kantin sebelum masuk kelas.
“Nih beb, cokelatnya buat lo aja.” Ucap Kevin sambil memberikan cokelat yang tadi di berikan Trisna kepadanya.
“Dih, ga sopan lo cokelat dari orang malah di kasih ke gue.” Ucap Karren.
“Ya kan udah dikasih gue, jadi terserah gue dong mau di kasih ke siapa.” Ucap Kevin.
“Ya ga gitu juga kali Vin, hargai lah perjuangan orang, dia udah bikin malu diri dia sendiri di hadapan banyak orang loh, lo kejam banget sih.” Balas Karren.
Kevin hanya merengut, dia tidak bisa berdebat dengan Karren sama sekali.
Sedangkan di sisi lain, Anindita yang sudah membawa Trisna ke kelasnya langsung menatapnya dengan tajam.
“Apa sih Nin? Lo mau marahin gue ya?” ucap Trisna.
“Lo gila ya Na? Lo udah buat seisi kampus heboh cuma buat ngeliat lo di tolak cowok?” ucap Anindita kesal.
Trisna hanya menundukkan kepalanya diam tidak berkutik sama sekali.
“Gue kira cowok itu emang suka juga sama lo makanya gue biarin lo nemuin dia, lah ternyata dia sama sekali ga suka sama lo? Selama ini lo ngasih cokelat buat orang yang ga suka sama lo? Gila sih Na.” ucap Anindita kesal.
“Tapi tadi lo belain gue juga kan.”
“Gue belain lo biar ga tambah malu lo di depan senior-senior kita, apa lagi dia kayaknya temennya cowok gila deh.” Ucap Anindita.
“Cowok gila siapa? Jangan bilang?” ucap Trisna terkejut dengan sebutan Anindita.
“Iya, si ketua BEM itu.” Balas Anindira.
“Wah gila lo Nin nyawa lo banyak banget yak, bisa-bisanya lo ngatain ketua BEM kita yang tampan itu gila.” Ucap Trisna sambil geleng-geleng kepala.
“Dih, tampan dari mananya? Lo kayaknya harus perksa mata deh Na.” Ucap Anindita sambil memutar bola matanya kesal.
“Kan emang dia tampan tau Nin.”
“Kalo tampan kenapa lo ga sama dia aja? Kenapa lo malah pilih kak Kevin?” tanya Anindita.
__ADS_1
“Karena gue nyisain kak Darren buat lo siapa tau kalian jodoh, hahaha.” Balas Trisna yang semakin membuat Anindita kesal.
“Trisna!!! Gila lo dasar!” teriak Anindita saat melihat temannya kabur setelah mengatakan hal yang tidak ingin dia dengar.