
Hari di mana pesta yang diadakan Viona pun tiba. Ballroom hotel disulap menjadi tempat pesta yang mewah dengan segala pendukungnya. Orkestra serta kaviar makanan siap memanjakan para tamu undangan.
Sandra awalnya tidak mau datang, tapi sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Viona terhadap Grisel. Malam itu dia pun datang bersama Farzan, ternyata Farzan tahu siapa Viona dan Darren.
Saat sampai di hotel, Sandra dan Farzan bertemu dengan Kenzo juga Joya. Mereka sama-sama terkejut karena diundang oleh Viona.
“Sebenarnya apa yang ingin dilakukan wanita itu?” tanya Joya yang kini sudah hamil besar.
Joya berjalan bersisian dengan Sandra, sedangkan Kenzo dengan Farzan. Kenzo sendiri sudah tidak cemburu dengan Farzan karena tahu jika mantan kekasih istrinya itu akan menikah dengan Sandra.
“Tidak tahu, aku juga tak mengenalnya, tiba-tiba dia datang dan memberiku undangan. Awalnya dia menawariku untuk bekerja sama, tapi aku bingung dengan yang akan dilakukan,” terang Sandra.
Joya juga didatangi hari itu, kemudian diminta datang jika ingin melihat pentunjukkan yang menarik. Tampaknya Viona mengundang semua orang yang berhubungan dengan Grisel.
Di dalam ballroom, Darren memandang layar besar di dinding belakang altar, hingga ada proyektor di meja samping kue pernikahan mereka yang sangat besar.
“Sayang, kenapa ada layar di sana?” tanya Darren memandang Viona yang berdiri di sampingnya.
“Oh, itu aku ingin memberimu kejutan. Cuplikan perjalanan pernikahan kita. Sebenarnya sudah aku siapkan lama, serta ingin orang-orang tahu jika kita adalah pasangan yang sempurna,” jawab Viona dengan senyum merekah di wajah.
Darren awalnya merasa aneh, hingga kemudian mengangguk dan menuruti saja apa yang diinginkan oleh Viona.
Ballroom hotel itu kini semakin penuh dengan tamu undangan, rata-rata teman kolega Darren juga Viona. Hingga Grisel muncul di sana dan membuat Darren terkejut, tentu saja karena tak menyangka jika Grisel juga akan hadir di sana.
Grisel sendiri datang karena mendapatkan undangan dan kiriman gaun yang sangat indah, ternyata Viona mengirimkan itu atas nama Darren, agar Grisel mau datang.
“Ah … modelmu itu juga datang, kamu mengundangnya, sayang?” tanya Viona berpura begitu bahagia dan senang.
Darren terkejut mendengar pertanyaan Viona, hingga berpikir kalau Grisel pasti datang sendiri ke sana. Namun, saat ini posisi Darren tidak menguntungkan untuk mengajak bicara Grisel, hingga memilih mengabaikan wanita itu.
Sandra dan Joya melihat Grisel datang, keduanya hanya menatap wanita yang berpakaian anggun itu.
“Sepertinya hidupnya sangat terjamin,” bisik Joya.
“Ya, terlepas dari sifat buruknya, ternyata Tuhan sangat menyayanginya dengan memberikan kehidupan yang layak,” balas Sandra.
Kenzo dan Farzan saling tatap, lantas menggeleng kepala pelan karena obrolan istri dan tunangan mereka.
“Kenapa mereka juga ada di sini?” Grisel melirik tajam ke Joya dan Sandra, terlihat tak senang karena ada Farzan juga di sana.
Farzan terlihat tak acuh saat Grisel memandangnya, bahkan membuang muka seolah tak peduli.
Master ceremony membuka acara itu, kini Viona dan Darren berada di altar samping meja di mana ada kue raksasa di sana yang akan dipotong. Keduanya mengungkapkan isi hati masing-masing akan perjalanan pernikahan mereka yang sudah berjalan lima tahun. Viona terlihat begitu bahagia, tapi tidak ada yang tahu isi hatinya.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue raksasa, Viona tertawa karena bisa memotong lantas menyuapkan kue ke mulut suaminya.
Ini adalah yang terakhir. Viona menyuapkan kue dengan seulas senyum, meski hatinya kini sedang hancur.
__ADS_1
“Untuk tamu sekalian, izinkan aku memutar cuplikan perjalanan pernikahan kami yang sudah berusia lima tahun, di mana ada pahit manis yang kami lewati. Aku bersyukur karena telah mendapat suami seperti Darren, hingga sekarang izinkan aku untuk mempersembahkan video mini ini untuk suamiku tercinta.” Viona menatap Darren begitu lembut dan penuh kasih sayang saat bicara, membuat Darren tak curiga sama sekali dengan hal yang akan terjadi sebelumnya.
Grisel memandang dari jauh pasangan yang begitu sempurna itu, menyesap wine dari gelas dengan tatapan yang terus tertuju ke altar.
Viona memberikan instruksi ke salah satu kru penanggung jawab pesta itu, untuk sedikit meredupkan lampu ruangan, lantas proyektor pun mulai dinyalakan.
Sandra dan Joya menunggu kejutan apa yang akan dilakukan Viona sehingga mengundang mereka, sedangkan Grisel menatap dengan sinis ke Viona karena merasa wanita itu saingannya.
Viona terus merekahkan senyum, membuat Darren pun ikut tersenyum saat menyaksikan cuplikan kebersamaan mereka.
Hingga hal tak terduga terjadi, rekaman yang awalnya berisi tentang foto-foto Darren dan Viona dari awal menikah, kini berubah menjadi video panas Darren dan Grisel.
Semua orang terperangah, terlebih di video itu memperlihatkan dengan jelas Darren dan Grisel yang bercinta.
Grisel sangat terkejut, sampai lampu sorot tiba-tiba mengarah kepadanya, membuat semua orang kini menatapnya.
Semua orang kini saling bisik, menyayangkan Darren yang ternyata berselingkuh.
Sandra dan Joya langsung terdiam, tak menyangka jika Grisel menjadi selingkuhan Darren. Farzan sendiri sangat menyayangkan mantan istri yang malah berperilaku semakin buruk.
“Matikan itu!” teriak Darren panik.
Darren ingin mematikan, tapi langsung dihalangi Viona. Ditatapnya sang istri, tidak menyangka jika Viona akan melakukan ini semua.
“Kamu sudah tahu semuanya dan sengaja ingin memperlakukanku?” Darren begitu geram menatap Viona.
“Aku tahu semuanya, semua perselingkuhanmu tapi kamu tidak menyadari dan malah semakin menjadi. Ini adalah hukuman untukmu, nikmati rasa malumu.” Viona tersenyum miring, lantas meraih sebotol sampanye dan meninggalkan Darren.
Darren ingin mengejar, tapi langkah dihadang oleh dua bodyguard yang disewa Viona.
Grisel ingin kabur dari sana, tapi ada dua pria yang menghadang jalannya.
“Minggir!” bentak Grisel mencoba menerobos.
Dua pria itu bergeming, hingga Viona datang dan membuka tutup sampanye yang dibawa. Wanita itu menyiramkan minuman itu ke kepala Grisel, membuat mantan istri Farzan itu terkejut dan gelagapan.
“Balas dendam terbaik bukanlah dengan cara menghajar, tapi membuat malu hingga kamu tak mampu menampakan diri di depan publik lagi. Besok video itu akan tersiar di seluruh channel televisi, nikmati kehancuranmu, wanita penggoda!” Viona tersenyum miring, kemudian berjalan meninggalkan Grisel.
Sandra dan yang lainnya terdiam melihat apa yang dilakukan Viona, sungguh wanita itu bisa mengatur emosi dengan baik, bahkan tak terlihat tertekan atau sedih saat membuka semua fakta tentang perselingkuhan suaminya.
Viona berjalan melewati Sandra dan yang lainnya, tapi sebelum itu terlihat tersenyum dan menganggukkan kepala, sebelum kemudian pergi dari pesta itu bersama asistennya.
Darren begitu malu, langsung membanting proyektor agar video itu berhenti berputar, lantas meninggalkan ballroom hotel itu dengan terburu-buru. Grisel juga melakukan hal yang sama, apalagi di sana ada wartawan yang sedang meliput dan menyorot kamera ke arahnya, membuat wanita itu tak memiliki muka lagi sekarang.
**
“Kamu baik-baik saja?” tanya Sandra karena Farzan sejak tadi hanya diam.
__ADS_1
“Dulu dia selalu menuduhku berselingkuh, tapi ternyata kini dia yang menjadi selingkuhan,” ucap Farzan dengan senyum getir di wajah.
Farzan mengemudikan mobil, kejadian malam ini benar-benar membuatnya bersyukur karena telah menceraikan Grisel.
“Tuhan menunjukkan apa yang terbaik untukmu, dengan menjauhkan yang buruk,” balas Sandra, memandang Farzan yang sedang fokus menyetir. Dilihatnya senyum getir dan kekecewaan tapi ada juga rasa syukur dalam tatapan pria itu.
“Ya, dan Tuhan mengirimmu untuk menggantikan semua itu,” ucap Farzan menoleh sekilas ke Sandra, dengan seulas senyum di wajah.
Tentu saja apa yang dikatakan Farzan membuat Sandra jadi malu, wajahnya merona hingga Sandra akhirnya memalingkan wajah.
“Jangan berlebihan!” Sandra bicara tapi tak memandang Farzan.
“Bukan berlebihan, San. Hanya fakta,” ucap Farzan, “andai aku tidak bertemu denganmu, mungkin aku tidak akan pernah berpikir untuk bercerai dari Grisel. Kamu adalah alasanku berani menceraikannya.”
Sandra mengulum bibir mendengar ucapan Farzan, merasa malu karena semua perkataan pria itu.
**
Grisel sangat malu, kini semua orang sudah mengetahui jika dia adalah selingkuhan pria beristri. Di dalam mobil Grisel duduk dengan ketakutan sambil menggigit ujung kuku jempolnya.
“Dia membuatku malu, semua orang sedang mempermalukanku. Dia, janda itu, dan Joya, aku akan membuat perhitungan dengan mereka. Akan aku buat mereka menderita karena telah mempermalukanku.”
Tak pernah belajar dari masa lalu dan masalah yang didapat, Grisel terus memendam dendam cukup besar kepada orang-orang yang disakitinya.
**
Viona tak pulang ke rumah karena tentunya masih belum siap bertemu dengan Darren. Bukan karena takut, melainkan hatinya sedang hancur berkeping-keping meski di depan semua orang terlihat baik-baik saja.
“Rumah saya kecil, Nona. Bahkan kamar saja hanya setengah dari kamar Anda,” ucap Cecil yang merasa sungkan karena Viona berkata ingin menginap di rumahnya.
“Tidak apa-apa, mau kecil atau besar, yang penting aku bisa beristirahat,” balas Viona dengan senyum kecil di wajah.
Viona tak tidur di hotel atau pulang karena suasana hatinya begitu buruk. Memilih bersama Cecil karena hanya asistennya itu yang peduli dan bisa sedikit menghibur hatinya.
“Nona, bagaimana jika Pak Darren dendam dan melakukan sesuatu kepada Anda?” tanya Cecil yang mencemaskan keselamatan Viona, sebab majikannya itu sudah membuat malu sang suami.
“Dia tidak akan berani, Cecil. Semua aset perusahaan dan aset pribadi beratasnamakan namaku, dia akan berpikir dua kali sebelum bertindak. Aku sendiri sudah berkata ke pengacara, jika terjadi sesuatu kepadaku, maka Darrenlah tersangkanya,” jawab Viona yang ternyata sudah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari. Dia bukan wanita yang melakukan sesuatu dengan gegabah, semua dilakukannya dengan sempurna karena Viona pandai mengatur emosinya di depan orang.
Cecil mengangguk-angguk, sungguh majikannya itu memang cerdas dan teliti, tidak suka bertindak gegabah dan telah mempertimbangkan semuanya dengan matang.
Cecil membuka tas Viona, kemudian mengambil botol plastik bertuliskan nama obat dan membukanya. Dia memberikan ke Viona bersama dengan segelas air putih.
“Penyakit Anda, apakah masih sering kambuh?” tanya Cecil.
“Tidak, tapi aku tetap harus mengonsumsi obat.”
Viona kembali tersenyum, kemudian meminum obat yang diberikan Cecil.
__ADS_1