Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Sangat beruntung


__ADS_3

Sinar mentari mulai menampakkan diri untuk menggantikan rembulan yang sudah bertahta semalaman, warna jingganya begitu indah terlihat di ufuk timur.


Sepasang pengantin baru itu masih berada di bawah selimut dengan saling berpelukan, merasakan hangat tubuh satu sama lain yang lama tidak mereka rasakan.


Kelopak mata Sandra terlihat bergerak, dirinya bisa merasakan aroma tubuh yang berbeda di ranjangnya. Dia membuka kelopak mata, hingga melihat wajah Farzan di sana. Senyum terbit di wajah itu, senyum kebahagiaan yang telah lama hilang.


“Terkadang aku tidak menyangka bisa jatuh cinta kepadanya, kenapa hanya kepada dia aku bisa begitu tertarik?” Sandra bermonolog dalam hati, tatapannya masih terus tertuju ke wajah Farzan.


Hingga Farzan terlihat melepas pelukan dari Sandra, pria itu mengganti posisi tidur hingga terlentang.


Sandra tersenyum, berpikir mungkin Farzan lelah sampai tidur begitu nyenyak. Dia pun memilih bangun terlebih dahulu, lantas membetulkan selimut yang menutupi kaki, hingga kini sebatas dada.


Sandra memutuskan bangun untuk membuat sarapan, karena dirinya juga sudah begitu lapar. Dia berjalan ke dapur meninggalkan Farzan yang masih tertidur lelap.


Beberapa saat kemudian. Farzan tampak menggerakkan tubuh hingga kemudian menghadap ke sisi kiri. Tangan meraba ke sisi ranjang seolah mencari sesuatu tapi tidak menemukannya. Pria itu pun membuka kelopak mata dengan cepat, hingga tidak melihat Sandra di sampingnya.


Pria itu pun lantas bangun, memandang ke seluruh kamar tapi tidak mendapati Sandra di sana.

__ADS_1


“Apa dia di dapur?”


Farzan tahu kebiasaan Sandra karena mereka tinggal serumah. Sandra memang suka bangun pagi kemudian membuat sarapan untuk mereka.


Benar saja, ketika baru saja menginjakkan kaki di ambang pintu kamar, Farzan mendengar suara dari dapur, menandakan jika Sandra tengah sibuk di sana. Dia pun berjalan menyusul ke dapur, melihat Sandra yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.


“Istri idaman,” gumam Farzan dengan senyum merekah di bibir.


Bagaimana tidak? Baru kali ini Farzan memiliki istri yang cekatan, pintar masak, serta begitu baik dan sabar. Dulu jangankan sepiring masakan penuh cinta dari mantan istrinya, secangkir kopi bahkan segelas air putih saja tidak pernah disuguhkan Grisel untuknya.


Farzan berjalan mendekat, lantas memeluk Sandra dari belakang. Jika dulu dirinya hanya bisa memandang Sandra memasak, kali ini sudah boleh memeluk, mencium, atau melakukan hal lain untuk menggoda wanita yang sudah sah menjadi istrinya.


“Kamu sudah lapar?” tanya Sandra kemudian kembali fokus memasak, meski Farzan memeluknya.


“Hm … melihatmu memasak, aku memang menjadi lapar,” jawab Farzan manja.


Sandra merasa suaminya itu berlebihan, kemudian sedikit melirik Farzan yang masih meletakkan dagu di pundaknya, sebelum kemudian kembali menatap masakan yang masih berada di atas kompor.

__ADS_1


“Kalau begitu jangan ganggu aku agar masakannya cepat selesai dan kita bisa makan bersama,” ujar Sandra karena sadar jika Farzan begitu manja.


Farzan mengangkat dagu dari pundak kemudian dengan iseng mencium pipi istrinya itu.


“Farzan!” Sandra menoleh dengan bola mata membulat, terkejut karena Farzan semakin menggoda dirinya.


Farzan terkekeh, lantas melepas pelukan dari Sandra.


“Aku mandi dulu saja,” kata Farzan.


“Ya mandilah, nanti begitu masakannya matang, biar tinggal makan,” balas Sandra tanpa menoleh suaminya.


Farzan benar-benar beruntung memiliki Sandra, hingga pria itu kembali mencium pipi Sandra sebelum dirinya pergi meninggalkan wanita itu.


Sandra kembali dibuat terkejut dengan tingkah Farzan, hingga menoleh dan melihat Farzan yang berjalan ke kamar.


“Dasar.” Sandra menggeleng kepala pelan karena merasa lucu dengan tingkah Farzan.

__ADS_1


Farzan sempat menoleh hingga tatapan mereka saling bertemu, pria itu tersenyum lebar sebelum kemudian masuk ke kamar.


Sandra melihat sebuah kebahagiaan yang tidak terkira di dalam diri Farzan. Ternyata pria itu benar-benar mencintai dirinya, sehingga kehadirannya bisa membuat senyum Farzan terus terpajang di wajah.


__ADS_2