Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Mencari informasi


__ADS_3

Gilang membawa Chila ke rumahnya, di sana Gilang menjelaskan semua ke Liana—sang istri, hingga membuat istrinya itu terkejut dengan yang terjadi. Tentu saja Liana tidak keberatan Chila tinggal sementara di rumah, apalagi dia juga menyayangi Chila seperti putrinya sendiri.


“Chila mau makan? Atau mau kue? Mama Liana punya banyak di dapur,” ucap Liana sambil memandang Chila yang lama tak dilihatnya.


Liana memang jarang menemui Chila akhir-akhir ini, tapi sekarang wanita itu senang karena bisa bertemu dengan Chila lagi.


“Chila mau kue,” balas gadis kecil itu.


Liana tersenyum lebar, kemudian menggandeng tangan Chila menuju dapur. Gilang sendiri terus memperhatikan, hingga kemudian menoleh Sandra yang masih berdiri di sampingnya.


“Kamu tidak pernah bercerita kepadaku jika Chila dekat dengan pria dewasa? Farzan, siapa dia?” tanya Gilang menyelidik.


Demi melindungi Sandra dan Chila, Gilang selama ini memang terus memantau serta menyelidiki siapa saja orang yang dekat dengan Sandra, semua itu semata-mata dilakukan untuk memastikan keselamatan Sandra.


Sandra tampaknya tidak bisa mengelak, awalnya tidak bercerita karena takut jika Gilang menanggapi berlebihan serta menyelidiki tentang Farzan. Namun, sekarang mungkin waktunya Sandra jujur ke pria yang sudah menjaga keselamatannya selama bertahun-tahun ini.


“Farzan adalah pria yang pernah membantuku saat mobilku mogok, bukankah aku sudah pernah bercerita kepada Anda?” Sandra mengingatkan jika pernah bercerita sedikit tentang Farzan.

__ADS_1


“Ya, aku ingat.”


“Farzan tertarik dengan Chila, hingga sering menemui dan mengajak Chila bicara. Sejak itu Chila jadi mau banyak bicara, bahkan kini bisa berinteraksi dengan teman sekelasnya karena memiliki kepercayaan diri setelah bertemu Farzan,” ujar Sandra menjelaskan.


Gilang pun diam mendengarkan cerita Sandra.


“Chila menyukai Farzan karena dia sangat baik, aku pun senang karena akhirnya Chila memiliki teman yang bisa diajaknya bicara bahkan bercanda, sebab itu aku tidak melarang Farzan bertemu dengan Chila,” tandas Sandra agar Gilang tidak berpikiran buruk tentang Farzan.


“Lalu bagaimana denganmu?” tanya Gilang sambil memperhatikan ekspresi wajah Sandra.


Sandra terkejut mendengar pertanyaan Gilang, sampai gelagapan karena tampaknya salah menangkap pertanyaan pria itu.


“Ya, kamu tidak keberatan Chila dekat dengan pria dewasa?” tanya Gilang memperjelas.


Sandra bernapas lega mendengar penjelasan Gilang, dirinya terlalu tegang hingga tak bisa menelaah maksud pria itu.


“Tidak, karena dia bertemu pun ketika ada aku. Dia selalu izin dan kami sering bertemu bersama,” jawab Sandra jujur.

__ADS_1


Gilang sedikit curiga melihat cara bicara dan gelagat Sandra, tapi kemudian memilih tak bertanya lagi.


“Aku mau melihat Chila ke dapur,” kata Sandra sambil menunjuk ke dapur.


Gilang mengangguk dan mempersilakan wanita itu menyusul Chila.


Sandra berjalan ke dapur dan menghampiri Liana yang sedang menemani Chila makan kue. Liana sendiri menatap Sandra yang baru datang dan duduk di sebelah Chila.


“Apa kamu akan tinggal di sini juga?” tanya Liana dengan suara lirih.


Sandra menggeleng pelan, kemudian melirik Chila yang sedang makan. Liana sendiri paham, lantas tak bertanya lagi karena yakin jika Sandra memiliki penilaian sendiri.


Saat Sandra menyusul Chila ke dapur, Gilang mengeluarkan ponsel untuk menghubungi seseorang.


“Halo, aku ingin kamu mencari tahu di mana orang itu sekarang tinggal, serta pantau apa yang dilakukan,” perintah Gilang saat panggilannya terhubung.


“Baik, Pak,” balas seorang pria dari seberang panggilan.

__ADS_1


“Satu lagi, carikan aku informasi tentang pria bernama Farzan. Aku ingin tahu semua tentang pria itu, siapa, bagaimana kehidupannya, serta siapa saja yang dekat dengannya.”


__ADS_2