Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Andai berselingkuh


__ADS_3

Liana menaikkan satu sudut alis mendengar pertanyaan Anisa, hingga bisa menangkap maksud dari pertanyaan itu sendiri. Tampaknya Anisa adalah salah satu orang yang percaya jika Sandra adalah selingkuhan suaminya.


“Terkadang apa yang diketahui, tidak sesuai dengan apa yang terjadi.”


Hanya itu yang diucapkan Liana, sebelum kemudian memilih menghampiri dan membantu Chila.


Anisa terbengong mendengar ucapan Liana, kenapa wanita itu tidak menjelaskan dan hanya mengucapkan kalimat ambigu.


**


Harun dan Anisa pulang setelah acara selesai, meski Anisa terus mengulas senyum kepada Gilang juga Liana, tapi pada kenyataannya hatinya masih tidak rela dan ikhlas.


“Aku masih penasaran, kenapa pria yang pernah menjadi selingkuhan pilihan putramu, malah menjadi wali dan menerima lamaran kita.” Anisa bicara sambil menatap keluar jendela mobil, memandang jalanan yang dilalui.


“Dia itu bukan selingkuhan Sandra, Ma. Berhenti berpikiran buruk,” ucap Harun, tak habis pikir karena sang istri bersikukuh jika Sandra dan Gilang pernah berselingkuh.


Anisa langsung menggeser posisi dan kini menghadap ke Harun yang duduk di sebelahnya.


“Jelas-jelas semua orang mengetahui jika Gilang dan Sandra itu berselingkuh, makanya Mama tidak setuju Farzan dengan wanita itu.” Anisa masih kekeh dengan apa yang diketahuinya.

__ADS_1


Harun pusing menjelaskan ribuan kali kalau semua yang diketahui Anisa tidak benar, hingga sekali lagi pria itu mencoba menjelaskan karena tadi sempat berbincang dengan Gilang dan pria itu menceritakan tentang masalah perselingkuhan itu.


“Mendiang suami Sandra anak buah Pak Gilang, dia meninggal karena melindungi Pak Gilang. Sebab itu Pak Gilang menjaga dan memastikan keselamatan serta kehidupan Sandra juga putrinya agar baik-baik saja. Karena kedekatan mereka, akhirnya Sandra dikira selingkuhan Gilang. Jika mereka benar-benar berselingkuh, istri Pak Gilang mana mungkin mau menerima Sandra begitu saja.”


Harun akhirnya menceritakan yang diketahui, tidak peduli apaka istrinya percaya atau tidak.


Anisa terdiam mendengarkan ucapan Harun, hingga kemudian memilih kembali memalingkan wajah menatap jalanan, tanpa menanggapi cerita sang suami.


**


Di rumah Viona. Wanita itu berjalan membawa secangkir kopi dari dapur. Mengenakan lingerie hitam dengan kimono yang senada, Viona masuk ke ruang kerja suaminya.


“Kopi.” Viona meletakkan cangkir di meja.


“Terima kasih.” Pria itu tersenyum lebar, lantas mengambil cangkir berisi kopi buatan sang istri dan mulai menyesap dengan tatapan tertuju ke layar proyek.


Viona memperhatikan sang suami yang fokus bekerja, hingga kemudian duduk di kursi yang ada di depan meja, lantas menyilangkan kaki dengan tatapan tertuju ke sang suami.


“Mery memergoki suaminya berselingkuh.” Tiba-tiba kalimat itu meluncur dari bibir ranum Viona.

__ADS_1


Darren menyemburkan kopi yang baru saja masuk ke mulut saat mendengar ucapan istrinya, kemudian menatap Viona sambil menelan ludah susah payah.


Viona berpura terkejut melihat Darren tersedak, lantas mengambilkan tisu untuk membersihkan permukaan bibir Darren.


“Kamu ini kenapa? Kenapa terkejut sampai tersedak?” Viona penuh perhatian mengusap permukaan bibir Darren.


“Ti-tidak, hanya terkejut karena Angga berselingkuh.” Darren tentu kenal dengan pria yang diceritakan Viona, sedangkan Darren dan Angga sama-sama tahu jika berselingkuh.


“Iya, aku juga tidak menyangka. Padahal Angga itu baik dan begitu perhatian, tapi ternyata bisa berselingkuh juga.” Viona berhenti mengusap piyama Darren yang terkena kopi, hingga tatapannya tertuju ke sang suami.


Darren melihat tatapan Viona yang berbeda, dari jarak dekat bisa mengetahui jika ada sesuatu yang sedang dipikirkan istrinya itu.


“Kenapa kamu menatapku seperti itu, Vi?” tanya Darren.


“Aku hanya sedang membayangkan saja, sayang,” jawab Viona, kemudian menegakkan badan karena sejak tadi membungkuk sebab membantu suaminya membersihkan sisi kopi.


“Andai kamu yang berselingkuh, aku harus berbuat apa?” Viona menatap tajam ke Darren saat mengucapkan kalimat itu.


Darren menelan ludah, takut jika ucapan Viona itu karena sudah mengetahui perselingkuhannya.

__ADS_1


“Apa yang harus aku lakukan, sayang? Apa aku bunuh diri saja karena tahu suamiku tidur dengan wanita lain? Atau aku bunuh selingkuhanmu saja, biar dia tidak bisa memilikimu? Atau aku arak kalian berdua dengan kondisi tak berbusana agar semua tahu kalau kalian pasangan selingkuh?”


__ADS_2