Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Baru permulaan


__ADS_3

Grisel sedang melakukan pemotretan. Sejak Viona pulang, Darren tak menghubungi meski hanya menanyakan kabarnya. Mungkinkah pria itu sebenarnya takut ke sang istri, hingga menemuinya jika Viona ke luar negeri, begitulah yang ada di pikiran Grisel.


“Setelah ini kita akan melakukan pemotretan di luar. Apa kamu menginginkan sesuatu sebelum kita pergi?” tanya Claudia.


“Tidak ada,” jawab Grisel. Dia masih fokus dengan ponselnya.


Tentu saja Grisel sebenarnya sedang menunggu pesan dari Darren, jika biasanya pria itu akan memintanya datang ke ruangan setelah pemotretan, tapi sepertinya kali ini tidak.


“Nona Viona.” Salah satu kru pemotretan tiba-tiba menyebut nama istri pemilik perusahaan itu.


Viona mengulas senyum saat mendengar kru menyapa, lantas berjalan dengan anggun hingga ayunan kedua kaki panjangnya membuat pinggul bergerak seirama begitu indah.


“Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian, jangan terganggu dengan kedatanganku,” kata Viona karena semua kru menyapa dan terlihat sungkan.


Tatapan Viona tertuju ke Grisel, melihat selingkuhan suaminya itu tampak sombong dan angkuh.


Grisel sendiri langsung menurunkan pandangan ketika melihat Viona, tentu saja takut jika sampai wanita itu tahu siapa dirinya, meski sebenarnya Viona sudah tahu.


“Oh ya, aku bawakan kalian kopi, semoga makin semangat dalam bekerja,” kata Viona sambil memberikan isyarat ke asistennya untuk membagikan kopi yang dibelinya untuk kru pemotretan.


Viona mengambil dua cup kopi, lantas berjalan menghampiri tempat Grisel dan Claudia.


“Ini untuk kalian, jangan lupa diminum,” ucap Viona saat menghampiri Claudia dan Grisel.


Viona memberikan satu cup ke Claudia, kemudian berniat memberikan satunya ke Grisel.


Grisel berdiri untuk menyambut Viona, tapi tiba-tiba kopi yang ada di tangan Viona tumpah mengenai tangan dan pakaian istri Darren.

__ADS_1


“Agh!” Viona memekik hingga membuat semua orang terkejut.


Grisel juga terkejut, merasa tidak menyenggol tangan Viona.


“Nona!” Asisten Viona langsung mendekat dan meraih tangan Viona yang memerah.


Claudia dan Grisel panik, terlebih Grisel yang kini ditatap oleh banyak orang, seolah sedang dituduh jika menjadi penyebab Viona terkena tumpahan kopi.


“Kamu ini bagaimana, hah! Kenapa menumpahkan kopi ke kulit Nona Viona!” bentak asisten Viona.


Grisel terperangah hingga tak bisa berkata-kata karena dibentak.


“Cil, sudah bukan salah dia. Aku yang kurang hati-hati,” ucap Viona menenangkan Cecil—asistennya.


“Bagaimana bisa salah Nona? Jelas-jelas aku lihat dia bangun dan menyenggol tangan Nona,” balas Cecil geram sambil melirik tajam ke Grisel.


“Saya tidak menyenggol.” Grisel mencoba membela diri.


“Halah … kalau salah pasti mengelak!” sembur Cecil.


Viona mencoba menenangkan Cecil, kemudian salah satu kru datang membawa salep luka bakar, lantas mengoleskan ke permukaan kulit tangan Viona yang tersiram kopi.


“Apa masih sakit, Nona?” tanya kru.


“Sudah tidak apa-apa, terima kasih,” ucap Viona begitu ramah dengan senyum merekah di wajah.


Grisel memandang Viona, merasa aneh dengan kedatangan istri Darren serta kejadian yang baru saja terjadi.

__ADS_1


“Gris, minta maaflah meski kamu tidak salah,” bisik Claudia karena merasa kru pemotretan mulai berbisik-bisik membicarakan kejadian yang dianggap menjadi kesalahan Grisel.


Grisel terlihat kesal, hingga kemudian terpaksa mendekat ke Viona untuk meminta maaf. Grisel tak ingin membuat masalah dengan Viona karena posisinya di sana jadi taruhan.


Cecil memicingkan mata ke arah Grisel yang mendekat, waspada jika model itu melakukan hal tak terduga ke atasannya.


“Nona Viona,” panggil Grisel.


Viona yang baru saja diobati tangannya pun menoleh.


“Maaf karena tak sengaja membuat tangan Anda terluka,” ucap Grisel penuh penyesalan.


Viona tersenyum kemudian mengangguk pelan. “Tidak apa, hanya kecelakaan kecil yang tidak disengaja.”


Mendengar kata maaf dari Viona membuat Grisel merasa sedikit lega. Viona pun pamit dari ruang pemotretan, diikuti oleh asistennya.


Di luar ruang pemotretan, Viona melangkah sambil menyeringai.


“Bagaimana aktingku, Nona?” Cecil bicara sambil berjalan di samping Viona.


“Sangat bagus.” Puji Viona.


“Sepertinya rencana Anda berhasil,” kata Cecil dengan seringai di wajah.


“Ini baru permulaan, Cil.”


Viona berniat membuat Grisel dibenci satu perusahaan, tentu saja bukan hanya karyawan tapi juga suaminya. Pertama-tama dia akan membuat Grisel merasa tak nyaman, lantas memberi pelajaran karena tak semudah itu membodohinya dengan cara menjadi selingkuhan Darren.

__ADS_1


__ADS_2