Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Boleh melakukan apa pun


__ADS_3

Sandra dan Farzan baru saja selesai sarapan. Sandra hendak berdiri untuk membersihkan meja, tetapi Farzan dengan cepat mengambil piring-piring kotor dan menumpuknya menjadi satu.


“Kamu sudah masak, biar aku yang mencuci,” kata Farzan dengan senyum lebar, kemudian membawa tumpukan piring kotor itu ke washbak.


Sandra terkejut dengan yang dilakukan Farzan, hingga kemudian menyusul untuk mengambil alih.


“Biar aku saja yang nyuci, kamu duduklah,” ucap Sandra sudah bersiap mengambil alih.


Farzan menggelengkan kepala, kemudian mencegah tangan Sandra yang hendak mengambil spon.


“Sudah, biarkan aku yang mencuci. Mulai sekarang kita lakukan semua bersama,” balas Farzan sambil mencegah.


Sandra lagi-lagi dibuat merasa begitu spesial dengan sikap Farzan, hingga akhirnya mengalah kemudian mengerjakan pekerjaan lain.


Seharian ini mereka menghabiskan waktu untuk membersihkan rumah karena tentunya masih ambil libur bekerja. Saat Sandra menyapu, maka Farzan akan membersihkan debu dari meja atau lemari. Sandra mencuci baju, Farzan yang akan menjemurnya. Keduanya benar-benar mencerminkan pasangan suami-istri yang sangat romantis.


“Aku ingin bertemu Chila,” kata Sandra saat keduanya sudah selesai membereskan rumah.


“Baiklah, kita ke sana,” balas Farzan.


Sandra mencium pakaiannya, setelah berkeringat karena bersih-bersih, merasa jika tubuhnya lengket dan kini juga bau asam.


“Aku mandi dulu.” Sandra pun berdiri untuk mandi.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba Farzan menahan tangan Sandra, membuat istrinya itu menoleh ke arahnya.


“Ada apa?” tanya Sandra dengan dahi berkerut.


“Mandi bareng,” jawab Farzan tanpa dosa.


Seketika bola mata Sandra membulat, menganggap jika dirinya salah dengar.


“Man-mandi bareng apa?” tanya Sandra sampai tergagap.


Farzan berdiri dengan senyum yang ditahan. “Ya mandi bareng.”


Sandra menggeleng tanda menolak.


“Ish … jangan main-main.” Sandra hendak melepas tangan yang dipegang Farzan, sejujurnya dia malu jika sampai mandi bersama, dia bisa-bisa salah tingkah dan melakukan hal bodoh.


“Zan!” Sandra berteriak karena begitu terkejut. Dia secara spontan merangkulkan kedua lengan di leher suaminya itu karena takut jatuh.


“Sudah sah, jadi melakukan apa pun boleh, ‘kan?” Farzan membenturkan kening mereka, membuat Sandra sampai memejamkan mata sekilas.


Sandra menurunkan pandangan, mengulum bibirnya sendiri karena malu jika mungkin saja di kamar mandi Farzan mengulang percintaan mereka.


Benar saja, bukannya ke kamar mandi, Farzan malah mengajak ke kamar. Kini merebahkan tubuh sang istri dengan perlahan, sebelum kemudian dirinya setengah berbaring memandang wajah Sandra dari samping.

__ADS_1


“Katanya mau mandi?” tanya Sandra dengan semburat merah karena ditatap Farzan.


“Habis ini,” jawab Farzan santai.


Belum juga Sandra membalas, bibir sudah terbungkam dan dia merasakan napas hangat suaminya menerpa wajah. Sandra memejamkan kelopak mata, membiarkan sang suami menyesap bibirnya berulang kali.


Ciuman itu menuntun mereka ke dalam kubangan gairah. Hingga tanpa sadar mereka sudah melepas pakaian masing-masing, lantas kembali melakukan penyatuan dan mengulang kegiatan mereka semalam. Peluh kini kembali bermanik di tubuh dan wajah, jemari saling bertaut dan meremas tatkala tubuh menjadi satu. Tubuh yang lama tidak terjamah itu kini mulai terbiasa, menerima sentuhan yang kini akan selalu menemani.


Setelah gelombang tinggi menggulung dan menghempaskan keduanya, kini Farzan dan Sandra malah berbaring di ranjang dengan posisi miring dan saling tatap.


“Kita jadi jenguk Chila?” tanya Sandra karena Farzan tampak kelelahan.


Farzan tersenyum dan menganggukkan kepala.


“Tentu saja.” Farzan pun bangun kemudian meraih pakaiannya yang tergeletak di ranjang.


Sandra ikut bangun, memungut pakaian dan kembali mengenakannya.


“Aku akan mandi duluan,” ucap Sandra sambil menyibakkan rambutnya yang tadi jatuh di depan wajah.


“Bareng saja biar tidak saling tunggu,” balas Farzan tanpa menoleh Sandra karena sibuk mengenakan pakaiannya.


Sandra langsung melotot dan menoleh Farzan.

__ADS_1


“Ish … nggak mau, nanti yang ada tambah lama.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Sandra memilih berlari ke kamar mandi terlebih dahulu.


Farzan menoleh saat Sandra menolak, hingga melihat istrinya itu berlari seperti anak kecil. Pria itu terkekeh pelan, kemudian menggelengkan kepala karena gemas.


__ADS_2