
Grisel melihat tatapan aneh dari Viona saat menatapnya, tapi tentunya Grisel tidak pernah menyangka jika sebenarnya Viona sudah tahu kalau dia adalah selingkuhan Darren.
“Apa dia model baru, sayang? Aku belum pernah melihat sebelumnya?” tanya Viona lagi karena sang suami belum menjawab pertanyaannya tadi.
“Benar, dia di sini baru beberapa bulan,” jawab Darren karena Viona terus bertanya.
Grisel yang menjadi objek pembicaraan lantas mencoba bersikap formal kepada Viona, bagaimanapun statusnya tak lebih tinggi dari Viona di sana.
“Saya Grisel, Bu.” Grisel mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.
Viona memandang telapak tangan Grisel, kemudian menatap sinis ke wanita selingkuhan suaminya itu.
“Bu?” Viona mengerutkan dahi mendengar sebutan yang dilontarkan Grisel. “Apa aku setua itu, sayang?” tanya Viona ke suaminya.
Darren kebingungan dengan sikap Viona, terkesan berlebihan sedangkan tahu jika istrinya tak semanja itu.
“Tidak,” jawab Darren yang tak bisa membuat Viona marah.
“Orang-orang biasa memanggilku Nona, kamu bisa memanggilku dengan Nona, jangan Bu. Umurku tak setua dirimu,” ucap Viona yang mengandung sebuah nada sindiran.
Jika dilihat memang Viona lebih muda dari Grisel, sehingga wanita itu pun tak mau jika dipanggil dengan sebutan Bu.
Grisel menarik tangan karena Viona tak mau menjabat tangannya, kemudian tersenyum masam dan begitu terpaksa.
“Baik, Nona.”
__ADS_1
Pintu lift terbuka, Viona lantas mengajak Darren masuk lift. Saat Grisel dan Claudia ingin masuk, Viona langsung bicara hingga membuat langkah Grisel terhenti.
“Bisakah kamu naik lift selanjutnya. Jujur saja aku sedikit mudah merasa panik kalau di dalam tempat yang sempit,” ucap Viona dengan senyum di wajah.
Grisel melirik Darren, hingga melihat pria itu mengedipkan mata seolah meminta Grisel menuruti ucapan Viona.
“Baik.” Grisel dan Claudia akhirnya tidak jadi masuk.
Lift itu cukup luas untuk berempat, tapi tentunya itu alasan Viona saja agar tak berada di satu tempat yang sama dengan Grisel.
“Kenapa kamu bersikap seperti itu? Bukankah lift ini cukup luas?” tanya Darren karena merasa aneh dengan sikap istrinya.
Darren sendiri selama ini tidak sadar jika sang istri mengetahui semua perselingkuhannya, Viona memang sengaja diam dan ingin melihat sampai mana Darren akan bertingkah.
“Aku tidak suka bau parfumnya,” jawab Viona dengan ekspresi wajah datar.
Siang itu Farzan menemui Harun di perusahaan sang ayah. Tentu saja kedatangannya untuk membahas masalah permintaan Gilang agar orangtua Farzan datang menemui secara langsung.
Farzan mengetuk pintu ruangan ayahnya sebelum masuk, hingga terdengar suara Harun mempersilakan dan Farzan pun membuka pintu.
“Farzan, kebetulan kamu datang. Kemarilah!” Harun langsung meminta putranya untuk menghampiri dirinya.
Farzan masuk dan menutup pintu, mendekat ke meja kerja sang ayah kemudian duduk di kursi yang terdapat di depan meja kerja Harun.
“Kebetulan, Papa ingin membahas soal proyek kemarin,” kata Harun sambil membuka berkas di meja.
__ADS_1
Farzan pun memilih menuruti keinginan ayahnya membahas masalah pekerjaan dulu sebelum membahas masalah dirinya dan Sandra.
“Jadi menurutmu ini semua sudah tersusun dengan baik?” tanya Harun meminta penilaian Farzan.
“Sudah, Pa. Yang terpenting jangan mengurangi dana untuk bahan saja, serta tetap pantau pelaksananya. Tidak menutup kemungkinan jika akan ada beberapa orang yang curang,” jawab Farzan setelah menjelaskan.
Harun terlihat mengangguk-angguk, putranya memang terbaik dalam memberikan penilaian. Setelah membahas pekerjaan, Harun memandang sang putra dan tahu jika Farzan pasti datang bukan hanya sekadar ingin berkunjung.
“Oh ya, kenapa kamu datang menemui Papa?” tanya Harun.
Farzan terlihat menyiapkan diri, jangan sampai Harun juga menentang hubungannya dengan Sandra. Meski Harun belum sama sekali mengutarakan pendapat tentang hubungannya dan Sandra, tapi Farzan berharap sang ayah merestui hubungan yang sedang dijalaninya.
“Pa, apa Mama sudah cerita soal aku yang akan menikah?” tanya Farzan hati-hati, yakin jika Anisa pasti bercerita ke Harun soal ucapannya di mall.
Harun menghela napas kasar, memandang Farzan yang terlihat tegang saat bicara.
“Ya, dan mamamu sangat marah akan hal itu, terlebih karena kamu tidak butuh restunya,” jawab Harun jujur dengan apa yang diketahui.
“Bukannya aku tidak mau meminta restu, Pa. Tapi karena Mama yang terus menentang hubunganku dengan Sandra. Apa Papa juga akan menentang hubungan kami?” tanya Farzan lagi.
Harun mengetukkan jari ke meja, menghela napas berat kemudian menyandarkan punggung dengan kasar.
“Papa tidak bisa membuat keputusan, apalagi belum tahu seperti apa wanita yang kamu sukai itu,” jawab Harun.
Meski Anisa berkata jika Sandra adalah selingkuhan pria kaya, serta memiliki image buruk, tapi Harun ingin melihat dan menilai langsung siapa Sandra.
__ADS_1
“Aku benar-benar ingin menikahinya, Pa. Kedatanganku ke sini sebenarnya ingin memberitahu jika malam ini aku dan Sandra akan ke rumah. Meski Mama membencinya, tapi kami ingin berusaha meminta restunya dan berharap Papa juga Mama mau melamarnya untukku. Jika memang nantinya penilaian Papa pun sama dengan Mama, aku tidak akan memaksa dan merubahnya, yang terpenting untukku kalian tahu jika aku akan menikahinya dan hanya dia yang akan menjadi pendampingku.”