
Viona menatap Darren yang sudah tertidur pulas setelah banyak minum dan bercinta dengannya. Ada rasa kesal yang bercokol di dada wanita itu.
Viona turun dari ranjang hanya mengenakan lingerie tipis berwarna merah, lantas mengambil ponsel milik sang suami yang berada di atas nakas. Dia naik ke ranjang lagi, kemudian meraih tangan Darren dan menyentuhkan permukaan jempol ke fingerprint di ponsel pria itu.
Begitu kunci ponsel terbuka, Viona langsung mengecek panggilan ataupun pesan chat di ponsel sang suami. Hingga begitu geram saat melihat pesan chat Darren dan Grisel yang ternyata belum dihapus.
“Dia benar-benar memiliki selingkuhan, lagi.” Viona tersenyum ironi mendapati fakta suaminya tidak berubah sama sekali.
Namun, kali ini berbeda dengan yang sudah-sudah. Viona takkan melepas siapapun wanita yang berani menjadi selingkuhan sang suami. Dulu dia membiarkan karena suatu alasan, tapi kali ini dia takkan tinggal diam.
**
Sandra dan Farzan pergi ke rumah Gilang di hari berikutnya. Kondisi Sandra sudah membaik dan siap bertemu dengan Chila.
Begitu sampai di rumah Gilang. Chila langsung menyambut kedatangan Sandra penuh dengan rasa bahagia. Beberapa hari tidak melihat ibunya itu, tentu membuat Chila sangat rindu.
“Anak Mama, kangen ya?” Sandra menggendong Chila, kemudian mencium pipi putrinya itu.
Meski Chila kini sudah berat, tapi tetap saja Sandra menggendongnya.
Farzan mengusap rambut Chila saat gadis itu masih digendong Sandra.
__ADS_1
“Kalian sudah datang, ayo masuk!” ajak Liana dengan senyum ramah.
Farzan mengangguk menanggapi ajakan Liana, sedangkan Sandra mengulas senyum dan langsung masuk masih dengan menggendong putrinya karena masih rindu.
Ternyata Gilang sudah berada di ruang keluarga dan menunggu keduanya. Saat melihat Sandra dan Farzan, Gilang pun langsung meminta duduk.
“Chila ikut Mama Liana ambil buah, yuk!” ajak Liana agar Chila tidak mendengar percakapan antara orang dewasa.
Chila mengangguk, turun dari gendongan kemudian berjalan ke dapur bersama Liana.
Sandra kembali duduk karena Chila diajak pergi, tapi Farzan mengangguk seolah mengisyaratkan jika ada dirinya di sana yang menemani.
“Kalian pasti sudah bisa menebak alasanku meminta kalian datang,” kata Gilang.
“Apa kalian sudah yakin dengan keputusan yang diambil?” tanya Gilang menatap Farzan dan Sandra bergantian. “Aku tidak ingin ada yang kecewa dengan keputusan kalian.”
“Aku sudah sangat yakin saat menerima pinangan Farzan,” jawab Sandra penuh keyakinan.
“Saya sendiri sudah memantapkan hati untuk hidup bersama Chila dan Sandra,” timpal Farzan.
Gilang menatap Sandra dan Farzan berantian, kemudian menghela napas kasar.
__ADS_1
“Kalian yakin tidak akan ada penyesalan di belakang? Jangan sampai pernikahan kalian hanya berjalan sesaat, jangan sampai keputusan kalian sebenarnya diambil karena terburu-buru,” ujar Gilang masih mencoba memastikan keputusan Sandra dan Farzan.
Farzan terdiam mendengar ucapan Gilang, merasa jika memang benar kalau dirinya mengambil keputusan sedikit terburu-buru karena takut dipisahkan dari Sandra.
Sandra sendiri menunduk mendengar ucapan Gilang, kemudian memberanikan diri menatap pria itu.
“Aku tahu jika hubunganku dengan Farzan masih bisa dibilang baru saja dimulai. Namun, ada hal yang benar-benar aku pikirkan dengan matang sebelum memutuskan,” ujar Sandra memandang Gilang, kemudian menoleh Farzan yang duduk di sampingnya.
Tatapan Sandra dan Farzan bertemu, hingga wanita itu mengulas senyum kemudian kembali memandang Gilang untuk mengungkapkan apa yang menjadi alasan keputusannya.
“Aku tidak akan memiliki kesempatan kedua kali untuk mendapatkan pria seperti Farzan. Aku tahu rumah tangga yang dijalaninya sebelum ini begitu rumit, tapi aku pun tahu jika dia adalah pria yang begitu bertanggung jawab. Aku percaya Farzan bisa menjadi kepala keluarga yang baik, suami yang baik dan ayah yang baik pula untuk Chila. Aku percaya kepadanya.” Sandra menatap Farzan saat mengucapkan kalimat terakhir.
Mendapatkan banyak pujian dari Sandra, tentu saja membuat Farzan begitu senang. Gilang sendiri memandang keseriusan di mata Sandra, melihat bagaimana wanita itu bahagia.
“Jika memang itu keputusanmu, aku hanya bisa mendukung,” kata Gilang kemudian.
Sandra dan Farzan menatap Gilang bersamaan, tentu saja apa yang dikatakan Gilang seperti sebuah restu untuk mereka.
“Jika kamu serius ingin menikahi Sandra, maka ajaklah orangtuamu untuk menemuiku, karena bagaimanapun di sini hanya akulah saudara dan yang bertanggung jawab atas Sandra,” ucap Gilang kemudian.
Farzan terdiam mendengar ucapan Gilang, tentunya akan sedikit sulit untuknya meminta keluarganya untuk datang meminang secara resmi.
__ADS_1
Sandra melihat jika Farzan pasti bingung, apalagi orangtua pria itu tidak menyetujui hubungan mereka. Sandra ingin angkat bicara, tapi langsung diserobot oleh Farzan.
“Tentu, saya akan mengajak mereka ke sini.”