Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Tamparan


__ADS_3

Sandra baru saja selesai dengan rapat yang dihadirinya, untung saja rapat itu singkat hingga tidak memakan waktu banyak. Dia kini berjalan ke ruang kerja bersama asistennya.


“Kamu rangkumkan detailnya tadi, kalau sudah selesai taruh ke mejaku. Aku akan keluar menjemput Chila,” kata Sandra saat masuk ke ruang kerjanya bersama sang asisten.


“Baik, Bu.”


Sandra menyambar tas yang ada di meja, kemudian menyematkan ke pundak.


“Aku pergi dulu, ya.” Sandra berpamitan dengan asistennya, kemudian pergi dengan cepat.


Sandra akan pergi naik taksi karena tadi pagi dijemput Farzan, membuatnya tidak bisa membawa mobil. Dia berjalan sambil melihat ke ponsel, di mana Farzan mengirimkan alamat tempat pria itu mengajak Chila makan.


Di sisi lain Farzan begitu kesal karena Grisel muncul di sana dan mulai bicara sembarangan lagi, memberikan tuduhan yang sama sekali tidak benar.


Grisel terus menatap Farzan yang hanya memandangnya. Ia lantas menggunakan dua tangan untuk bertumpu di tepian meja hingga sedikit membungkuk ke arah Farzan.


“Apa kamu sangat kesepian sehingga merayu gadis kecil, hm? Atau kamu patah hati karena mantan kekasihmu menikah?” Grisel sengaja menghina Farzan, mungkin inilah kesempatan baginya meluapkan rasa kesal karena diceraikan pria itu.


“Tutup mulutmu!” Farzan bicara dengan sedikit menekan intonasi bicaranya. Ia tak ingin jika berteriak dan sampai membuat Chila takut.


Grisel tersenyum miring, lantas menoleh Chila yang sedari tadi menatapnya.


“Kenapa kamu mau dengan pria berumur, hm? Jangan mau dirayu atau diajak pergi olehnya, bagaimana kalau dia pedofill?” Kini Grisel bicara pada Chila dan menuduh Farzan, seolah menanamkan sebuah tuduhan yang sama sekali tidak benar.


“Tutup mulutmu atau aku tidak akan segan bersikap kasar kepadamu!” bentak Farzan akhirnya karena kesal.

__ADS_1


Chila cukup terkejut mendengar Farzan membentak, gadis kecil itu kini ketakutan karena berada di antara dua orang dewasa yang sedang bertengkar.


“Dia masih anak-anak, tidak ada sangkutpautnya denganmu atau permasalahan kita. Jadi jaga mulutmut!” Farzan memperingatkan Grisel, kembali menekan intonasi bicaranya karena sadar jika Chila ketakutan.


“Aku tidak menyangkutpautkan dia dengan kita, aku hanya sedang menyelamatkan gadis kecil seperti dia dari pria kesepian sepertimu,” cibir Grisel membalas peringatan Farzan.


Farzan berdiri saat mendengar Grisel yang sepertinya akan terus berulah. Ia lantas menggandeng tangan Chila untuk mengajak pergi dari sana.


“Kita pergi dari sini dan cari makan di tempat lain!” ajak Farzan dengan suara lembut pada Chila.


Chila mengangguk meski masih sedikit takut karena terkejut. Ia langsung berdiri dan ikut ke mana Farzan mengajak.


Keduanya pun bersiap melangkah, hingga kembali terhenti karena ucapan Grisel.


“Kenapa pergi? Takut kalau ketahuan kamu ini benar-benar seorang pedofill, hah?” Grisel tampaknya masih tak puas menghina, bahkan kini bicara dengan suara lantang hingga membuat orang-orang yang berada di sekitar sana menatap ke arah Farzan.


Sandra baru saja turun dari taksi, hingga melihat Grisel yang sedang menganggu putrinya. Tentu saja wanita itu takkan terima, Sandra berjalan dengan cepat karena kesal mendengar kata hinaan yang terlontar dari bibir Grisel. Dia mengangkat tangan hingga kemudian mengayunkan ke pipi Grisel.


Sebuah tamparan kini mendarat di pipi Grisel, tentu saja hal itu membuat Grisel sangat terkejut karena ada yang berani menamparnya.


“Beraninya kamu!” Grisel kini menatap Sandra yang berdiri di hadapannya dengan amarah berapi-api.


Farzan cukup terkejut melihat Sandra sudah berada di sana, terlebih karena wanita itu langsung memberikan tamparan untuk Grisel.


“Wajah cantik tapi ternyata tak mencerminkan hati yang cantik. Untuk apa wajah cantik jika mulut sebusuk sampah. Apa dengan menghina bisa membuatmu merasa tinggi? Atau dengan menghina bisa membuatmu semakin merasa cantik. Pantas saja suamimu memilih bercerai darimu, ternyata kebusukan dan juga keburukanmu bukan hanya sebuah cerita semata.” Sandra bicara dengan sangat tenang, menatap Grisel yang terlihat begitu marah.

__ADS_1


“Siapa kamu, hah? Berani-beraninya menampar dan sekarang menceramahiku! Tahu apa kamu, hah? Dasar wanita tua!” hardik Grisel yang begitu marah.


Chila merasa tak terima ibunya dihina. Gadis kecil itu melepas tangan dari Farzan, meraih jus yang ada di meja lantas menyiramkan ke pakaian Grisel.


“Aghh!” Grisel berteriak sangat kencang ketika terkena siram dan melihat pakaian branded-nya kini kotor.


“Gadis sialan!” geram Grisel langsung menatap Chila penuh amarah.


Chila bersembunyi di belakang Sandra, sedangkan ibunya langsung memasang badan untuk gadis kecil itu.


“Kurang ajar kalian, akan aku buat perhitungan dengan kalian!” teriak Grisel, mengangkat tangan dan siap memukul Sandra.


Namun, tentu saja Farzan takkan tinggal diam. Ia langsung menahan pergelangan tangan Grisel, sebelum kemudian melepas dengan sedikit mendorong wanita itu ke belakang.


Grisel sangat terkejut, bahkan hampir terjerambab jika saja tidak berpegangan pada kursi.


“Jika kamu berani mengganggu mereka, maka aku akan membuat perhitungan denganmu. Camkan itu!” ancam Farzan memperingatkan sambil menunjuk wajah Grisel.


Grisel menatap Farzan dengan mulut menganga karena tak percaya, berpikir jika mungkin pria itu sedang menjalin hubungan dengan wanita yang dibela.


Farzan menoleh Sandra, melihat wanita itu ternyata menatapnya sejak dari tadi. Ia lantas menengok ke belakang, melihat Chila yang masih bersembunyi karena takut.


“Kita pergi dari sini,” ajak Farzan kemudian.


Sandra mengangguk, lantas meraih tangan Chila untuk mengajak putrinya itu pergi. Farzan meminta Sandra dan Chila berjalan di depan, hanya berjaga jika Grisel melakukan hal buruk lagi. Ia sempat menoleh Grisel dan memberikan tatapan mengintimidasi, seolah mengingatkan jika ancamannya itu tidaklah main-main.

__ADS_1


Grisel semakin kesal karena dirinya mendapat perlakuan buruk dan kini dipermalukan di muka umum. Pipinya merah dan pakaiannya kini kotor. Wanita itu menghentakkan heels ke jalanan, sebelum kemudian memilih kembali ke mobilnya.


__ADS_2