
Sandra terlihat turun dari taksi, berjalan dengan cepat menuju perusahaan milik Darren. Saat di lobi langsung menuju resepsionis dan menanyakan keberadaan Grisel.
“Apa dia ada sekarang?” tanya Sandra.
“Ada, baru saja tiba. Maaf Anda siapa?” tanya resepsionis ke Sandra.
“Saya temannya,” jawab Sandra dengan senyum merekah di wajah.
Resepsionis itu percaya kemudian meminta Sandra mengisi daftar tamu, sebelum menunjukkan di mana Grisel berada.
Sandra pun berjalan menuju ruang pemotretan dengan rasa geram di dada. Saat sedang bekerja mendapatkan panggilan telepon dari Liana, mengatakan kalau Grisel hampir membawa Chila, tentu saja hal itu membuat Sandra murka, ternyata wanita itu masih saja mengusik hidupnya.
Belum lagi mengingat ancaman dari surat kaleng malam itu, membuat Sandra semakin yakin jika Grisel memang masih ingin membuat gara-gara dengannya.
Di ruang pemotretan, Grisel sedang melakukan pemotretan untuk sebuah produk kosmetik. Dia sekarang mulai tak nyaman karena kru terkadang bergunjing di belakangnya.
“Oke, Gris. Satu take lagi!” perintah sang fotografer.
Grisel memberikan pose terbaik, hingga akhirnya pemotretan itu berakhir.
Claudia langsung menghampiri Grisel setelah selesai, kemudian membantu modelnya itu mengangkat gaun.
“Apa pipiku terlihat merah saat pemotretan?” tanya Grisel dengan suara lirih.
“Tidak terlihat,” jawab Claudia sambil mengamati pipi modelnya.
Claudia sendiri tidak tahu apa yang bisa terjadi hingga pipi Grisel merah, saat ditanya modelnya itu juga belum bicara.
Sandra baru saja sampai di ruang pemotretan, hingga melihat Grisel yang sedang berjalan ke ruang ganti. Dia langsung menerobos masuk karena semakin geram dan murka, bahkan tak memedulikan kru yang ada di ruangan itu.
“Grisel!” bentak Sandra. Baru kali ini Sandra memancarkan amarah yang berapi-api, semua ini karena menyangkut tentang Chila. Dia takkan pernah rela jika ada yang menyakiti putrinya, sampai Chila syok dan ketakutan.
__ADS_1
Grisel menoleh saat mendengar suara memanggil, begitu terkejut saat melihat Sandra di sana.
Sandra mengangkat tangan, kemudian menampar Grisel dengan cepat dan kuat. Semua kru termasuk Claudia sangat terkejut dengan yang dilakukan Sandra, sedangkan Grisel memalingkan wajah karena kerasnya tamparan.
“Kamu berani menindas anak kecil, hah! Jika memang ingin berkelahi, lawan aku!” hardik Sandra dengan tatapan berapi-api.
Grisel masih terkejut karena ditampar, lantas memandang Sandra yang sedang terbakar amarah.
“Beraninya kamu--” Belum juga Grisel menyelesaikan ucapan, Sandra sudah kembali mendaratkan lagi tamparan di pipi.
“Ini karena berani berniat menculik anakku!” Sandra kembali menampar tapi kali ini di sisi kanan pipi Grisel.
“Ini karena telah membuatnya syok!” Sandra kembali menampar pipi kiri.
“Yang ini karena kamu terus berusaha mencelakaiku!”
Total empat tamparan yang Sandra berikan, sungguh dia tak bisa lagi mengontrol emosinya.
Claudia sangat terkejut karena Grisel terus ditampar, tapi tak bisa mencegah sebab Sandra melakukannya dengan cepat.
“Jika kamu berani mengganggu putriku lagi, maka bukan tamparan yang akan kamu dapatkan. Aku akan menghajarmu hingga kamu tak memiliki muka untuk ditampakkan ke publik!” ancam Sandra yang geram.
Setelah memberi pelajaran ke Grisel, Sandra pun membalikkan badan untuk pergi.
Grisel merasa tidak terima karena perbuatan Sandra, lantas mengejar untuk membalas, meski Claudia sudah berusaha mengejar.
“Janda sialan!” umpat Grisel dengan tangan terulur untuk menarik rambut Grisel.
Sandra bisa merasakan kedatangan Grisel, lantas menghindar ke samping sebelum tangan Grisel meraih rambutnya. Dia kemudian mendorong lengan Grisel hingga mantan istri Farzan itu limbung dan jatuh ke samping.
Semua kru terperangah melihat kejadian di ruang pemotretan itu.
__ADS_1
“Gris!” Claudia berjongkok untuk membantu Grisel berdiri.
Sandra menatap Grisel dengan kilatan yang siap menyambar. Seorang ibu yang bagai malaikat, kini telah menjelma jadi iblis karena putrinya diganggu.
“Kuperingatkan, aku tidak selemah yang kamu pikir. Bahkan jika diminta membunuhmu, aku pun sanggup!”
Sandra kemudian benar-benar pergi setelah mengancam Grisel. Grisel masih terduduk di lantai dengan dada naik turun tak beraturan, ditampar kemudian didorong hingga jatuh, membuat harga dirinya benar-benar dipermalukan.
**
Video rekaman Sandra yang menampar Grisel pun menyebar di grup perusahaan. Kini semua orang sedang menonton serta mengomentari kejadian itu.
“Wah, apa benar dia mau menculik anak orang?”
“Jika tidak benar, kenapa wanita itu datang dan menamparnya berulang kali.”
“Benar, dengar saja ucapan wanita itu. Bahkan Grisel berniat mencelakai berulang kali.”
“Ternyata dia monster di balik wajah cantiknya.”
Semua orang kini bergunjing, mencemooh, serta ada yang membenci karena Grisel ternyata sangat jahat.
Di rumah. Viona sedang bersama asistennya, menikmati secangkir teh hijau dengan camilan.
[Saya sudah melakukan apa yang Anda perintahkan, Nona.]
“Anda ingin membalas apa, Nona?” tanya Cecil setelah memperlihatkan sebuah pesan dari kru perusahaan.
Viona sendiri sudah melihat rekaman yang beredar dan dia sangat puas.
“Katakan kepadanya untuk terus membuat panas staf perusahaan. Akan aku buat wanita itu tak memiliki tempat dan muka di perusahaanku!”
__ADS_1