Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Terkena batunya


__ADS_3

Rumah yang dulu sepi, kini begitu ramai di depan gerbang besar yang menjulang tinggi. Grisel berada di kamar, mengintip keluar melalui celah jendela untuk melihat keadaan di luar.


Sejak tersebarnya video panas dirinya dan Darren, kini wartawan berbondong-bondong mencari dirinya untuk meminta klarifikasi, tentu saja hal ini membuat Grisel sedikit tertekan.


“Kenapa jadi seperti ini?” Grisel meremas kedua sisi rambut begitu kuat. Sejak semalam wanita itu begitu sangat tertekan.


Grisel mengambil ponsel, tangan sedikit gemetar dan kini mencoba menghubungi Darren. Namun, sayangnya ponsel pria itu tidak bisa dihubungi, membuat Grisel semakin merasa tertekan.


“Darren sialan!” umpatnya.


Wajahnya merah padam antara malu juga marah. Kini dirinya diberitakan di semua saluran berita, belum lagi saluran gosip yang ada di media online lain.


Grisel membanting ponsel ke lantai, hingga menghancurkan sebagian isi kamar. Hingga tatapan mata tertuju ke layar besar yang terpasang di dinding. Grisel melihat salah satu siaran televisi yang sedang menayangkan tentang Viona yang masuk rumah sakit.


Dia mengepalkan kedua tangan yang ada di samping tubuh, tatapan matanya penuh dengan dendam dan keinginan untuk menghancurkan.


“Aku pasti membalasmu karena telah membuatku semalu ini!” geramnya.


**


Viona dibawa ke rumah sakit oleh Darren. Wanita itu langsung mendapatkan penanganan karena kolep akibat penyakit yang dideritanya.


Darren begitu cemas menunggu dokter yang memeriksa Viona, sampai saat ini tidak tahu istrinya sakit apa dan apa yang membuat Viona sampai seperti sekarang.


“Bagaimana kondisinya, Dok?” tanya Darren saat dokter baru saja keluar dari ruang pemeriksaan.

__ADS_1


“Kita akan melakukan observasi dulu beberapa hari untuk memastikan kondisinya. Sepertinya penyakitnya semakin parah,” kata dokter yang ternyata pernah menangani Viona sebelumnya.


“Semakin parah? Tunggu? Dia sakit apa?” tanya Darren yang bingung.


Dokter itu terkejut mendengar pertanyaan Darren, hingga kemudian menjawab, “Saya bukan dokter spesialis, hanya saja pernah menangani pasien ini sebelumnya. Dia memiliki riwayat penyakit khusus, sebagai seorang suami seharusnya Anda tahu akan hal itu, bukan?”


Darren menggelengkan kepala mendengar ucapan dokter itu, karena jelas jika selama ini dirinya tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan serta ke mana istrinya itu pergi.


Sang dokter pun keheranan, bagaimana bisa Darren sebagai suami tidak tahu.


“Dalam rekam medisnya, dia sakit apa?” tanya Darren begitu penasaran. Dari penjelasan dokter, Darren yakin jika istrinya pasti sakit parah.


“Menurut rekam medisnya, pasien mengidap leukimia stadium dua. Masih ditahap aman, hanya saja mungkin bisa naik stadium karena kondisi tertentu. Sebab itu perlu diobservasi dan akan kami pindahkan ke dokter spesialis yang pernah merawatnya,” jawab dokter menjelaskan.


Darren terdiam dengan kedua bola mata membulat sempurna. Leukimia dan dirinya tidak tahu apa-apa tentang hal ini.


**


Anisa dan Harun baru saja akan sarapan, hingga Anisa membuka akun sosial medianya dan melihat berita tentang video panas Grisel dan seorang pengusaha.


“Wah … dia dulu selalu menuduh putra kita berselingkuh, ternyata sekarang dia menjadi selingkuhan orang, Pa.” Anisa menggeleng-gelengkan kepala seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat.


“Siapa, Ma?” tanya Harun.


“Siapa lagi? Grisellah,” jawab Anisa sambil menunjukkan berita yang dibacanya.

__ADS_1


“Untung saja Farzan bercerai darinya, kalau tidak mungkin aib itu juga akan menyerang kita,” ujar Anisa merasa syukur, juga jijik ke Grisel yang telah berbuat tidak senonoh.


“Yang terlihat baik, memang terkadang tidak baik ya, Ma. Yang terlihat buruk pun juga sama, tidak selamanya buruk,” ucap Harun, kemudian memilih menyantap sarapan.


Anisa melirik tajam ke sang suami, merasa jika suaminya itu sedang menyindir dirinya.


“Papa nyindir Mama?” tanya Anisa dengan mata memicing.


“Tidak, kalau Mama merasa ya bukan salah Papa.”


**


Di rumah Sandra. Wanita itu sedang sarapan dengan Farzan sambil melihat berita yang sedang disiarkan sebuah saluran televisi. Semuanya menyiarkan berita sama tentang perselingkuhan Grisel dan Darren.


“Dia terkena batunya,” gumam Sandra kemudian memasukkan makanan ke mulut.


Jika mengingat video yang ditayangkan semalam di pesta, Sandra sejujurnya malu karena melihat semuanya tanpa sensor, sepertinya Viona memang sengaja agar Darren dan Grisel benar-benar tidak memiliki muka setelahnya.


Farzan menatap siaran televisi itu, kemudian tersenyum getir karena masih tidak menyangka jika Grisel akan menggila setelah bercerai dengannya.


“Semoga setelah ini dia sadar,” ujar Farzan, lantas memilih fokus ke sarapannya.


Sandra memandang Farzan yang sedikit menunduk ke piring, hingga memilih tidak lagi membahas soal Grisel. Hingga saluran berita kini menayangkan tentang Viona yang masuk rumah sakit, tatapan Grisel dan Farzan kembali tertuju ke televisi.


“Sakit parah?” Sandra terkejut saat salah satu channel berita menyatakan jika Viona kritis karena penyakit yang diderita.

__ADS_1


“Kasihan sekali dia, sudah sakit masih diselingkuhi,” gumam Sandra menaruh simpati ke Viona.


Meski Viona memang terkesan kejam dan begitu menakutkan, tapi pada kenyataannya ada faktor yang membuat wanita itu menjadi seperti demikian sekarang.


__ADS_2