Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Status baru


__ADS_3

Grisel duduk seraya menyisir rambutnya. Menatap bayangan dari pantulan cermin dengan ekspresi wajah datar. Status dirinya sebagai istri dari Farzan Abrisam telah berakhir, siang tadi adalah pengesahan status perceraian mereka. Kini yang melekat di dalam dirinya hanya wanita simpanan pengusaha kaya.


“Ini informasi yang kamu inginkan. Kenapa kamu sangat menginginkan informasi itu?” tanya Darren sambil meletakkan berkas ke meja rias.


Grisel malam itu berada di apartemen milik Darren, tentu saja untuk memuaskan keinginan pria itu.


“Ya, karena ada masalah yang ingin aku tuntaskan,” jawab Grisel langsung memasang seulas senyum manis. Ditatapnya bayangan Darren dari pantulan cermin.


Darren sedikit menunduk, kemudian mengecup pucuk kepala Grisel.


“Istriku pergi ke luar negeri selama seminggu, aku ingin kamu seminggu ini tinggal di sini,” kata Darren sambil menatap wajah Grisel dari bayangan di cermin.


Grisel tersenyum, kemudian sedikit menengadahkan wajah agar bisa menatap pria yang memberinya kehidupan baru itu.


“Tentu,” balas Grisel.


**


Farzan pergi ke rumah Sandra. Tentu saja untuk merayakan status barunya, serta menanyakan kembali kesempatan yang pernah diberikan oleh Sandra setelah beberapa beberapa bulan menunggu. Selama beberapa bulan itu, Farzan masih selalu setia mengantar jemput Sandra dan Chila, apalagi Sandra pun tak keberatan dan tidak menghindar, menunjukkan jika wanita itu memberi jeda bukan untuk menghindar, tapi memang menunggu status baru Farzan.


“Jadi, apakah sekarang kita bisa menjalin hubungan serius?” tanya Farzan selepas makan malam bersama Sandra dan Chila.


Chila sedang pergi ke kamar mandi, dan kesempatan itu digunakan Farzan untuk bertanya tentang status hubungan yang pernah diinginkan Farzan kepada Sandra.

__ADS_1


“Kamu baru sah bercerai tadi siang, apakah menurutmu tidak terlalu buru-buru?” tanya Sandra balik.


“Tidak,” jawab Farzan. “Kita bisa menjalaninya perlahan, meski ada yang tahu akan hubungan kita, tidak akan ada yang mencemoohmu sebagai orang ke tiga atau selingkuhan, karena jelas aku sudah berstatus duda,” imbuh Farzan panjang lebar.


Sandra mengulum bibir dengan sedikit menunduk, kemudian memandang Farzan yang menanti keputusannya.


“Baiklah jika kamu ingin menjalaninya dengan perlahan,” ucap Sandra kemudian. Setelah memantapkan hati semenjak Farzan mengatakan jika menyukainya, akhirnya Sandra membuat keputusan baru untuk hidupnya dan sang putri.


Sandra yang selama bertahun-tahun tidak pernah tertarik sama sekali dengan pria, pada akhirnya jatuh hati dengan pria yang saat itu sedang patah hati. Pria yang lebih muda darinya, tapi bisa menggoyahkan keyakinannya untuk tak menikah lagi, agar bisa menerima cinta lagi.


**


Farzan begitu bahagia karena bisa menjalin hubungan baru dengan Sandra, sedikit tenang karena Grisel tak mengganggu dirinya maupun Sandra setelah keputusan cerai keluar kemarin. Kini dia seolah bisa mengirup udara dengan bebas setelah status sebagai suami orang telah lepas dari dirinya. Status duda bukanlah hal buruk, karena status itu telah membawanya ke wanita yang tepat.


“Kita lihat nanti, aku tidak tahu apakah ada rapat hari ini,” jawab Sandra. “Kamu tahu sendiri terkadang ada rapat dadakan yang harus aku hadiri,” imbuh Sandra kemudian sambil menoleh Farzan dengan seulas senyum.


Sebagai desainer senior di perusahan itu, Sandra memang lebih banyak memegang tanggung jawab untuk proyek kerjasama dengan perusahan fashion lain.


“Baiklah, aku mengerti,” balas Farzan.


Sandra menyematkan tali tas di pundak, kemudian tangan siap membuka pintu untuk keluar dari mobil.


“Tunggu!” Farzan menahan Sandra membuka pintu.

__ADS_1


Sandra kembali menoleh, memandang Farzan dengan ekspresi bingung.


“Apa ada yang dilupakan?” tanya Sandra.


“Ya,” jawab Farzan.


Sandra mengerutkan dahi, hingga melihat Farzan mencondongkan tubuh ke arahnya dan tiba-tiba mengecup keningnya. Sandra termangu, sungguh yang dilakukan pria itu diluar pemikirannya.


“Sudah,” ucap Farzan dengan senyum di bibir sambil terus memandang Sandra.


Sandra mengatupkan bibir rapat-rapat, sebelum kemudian mengangguk dan keluar dari mobil. Sebelum menutup pintu, Sandra kembali melongok ke dalam.


“Hati-hati di jalan,” ucap Sandra kemudian menutup pintu.


Farzan mengangguk, lantas melambai saat Sandra menutup pintu. Pria itu pun meninggalkan lobi perusahaan Sandra.


Sandra merasa malu, wajahnya merona hanya karena mendapat kecupan dari Farzan.


“Ah … dia ini memang gila,” gumam Sandra dalam hati.


Sandra pun memutuskan untuk segera masuk, hingga ponselnya berdering dan membuat langkahnya kembali terhenti. Dia merogoh ponsel yang ada di tas, melihat sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal terpampang di layar. Sandra mengerutkan dahi membaca pesan itu, tidak tahu siapa yang mengiriminya pesan.


“Apa maksudnya ini?”

__ADS_1


__ADS_2