Duda Kepentok Janda

Duda Kepentok Janda
Makan malam


__ADS_3

Malam itu Farzan dan Sandra sudah berpakaian rapi. Mereka memenuhi keinginan Anisa untuk makan malam bersama, Sandra sendiri hanya ingin menyenangkan hati orangtua Farzan.


Farzan melirik ke kaca spion tengah, melihat Chila yang duduk di kursi belakang sedang melihat keluar jendela. Pria itu tersenyum melihat Chila yang tampak cantik dan menggemaskan malam itu. Dia lantas menengok sekilas ke samping, melihat Sandra yang berpenampilan sederhana, tapi sangat luar biasa baginya.


“Apa masih jauh?” tanya Sandra karena ternyata rumah orangtua Farzan, jauh dari apartemen pria itu.


“Sebentar lagi sampai, mungkin karena jalan yang memutar, jadinya terlihat lama,” jawab Farzan, menoleh sekilas ke Sandra, sebelum kemudian kembali fokus ke jalanan.


Mobil Farzan mulai memasuki halaman rumah orangtuanya, Sandra menegakkan badan dan sedikit tegang saat mereka sampai.


Tidak dipungkiri jika keluarga Farzan memang kaya, bisa dilihat dari besarnya rumah orangtua Farzan juga luasnya halaman, hampir sama dengan rumah Gilang.


“Chila nanti ketemu Oma, ya.” Farzan menoleh ke belakang saat sudah melepas seat belt.


Chila mengangguk, gadis itu melepas seat belt dan bersiap keluar mobil.


Farzan tersenyum melihat Chila yang begitu bersemangat, hingga kemudian menoleh Sandra dan melihat kalau kekasihnya itu sedikit gugup.


“Apa kamu gugup?” tanya Farzan.

__ADS_1


Sandra terkejut mendengar pertanyaan Farzan, mungkin karena sedang tidak terlalu fokus.


“Tidak,” jawab Sandra dengan seulas senyum, meski sebenarnya dalam hati sedang gugup setengah mati.


Farzan hanya tersenyum menanggapi ucapan Sandra, kemudian memilih keluar dari mobil terlebih dahulu.


Di dalam rumah. Anisa sudah meminta pelayannya untuk menyiapkan banyak menu hidangan makan malam. Bahkan ada banyak menu penutup manis, mungkin itu ditujukan untuk Chila.


“Mereka belum datang?” tanya Anisa saat baru saja dari ruang makan mengecek kesiapan hidangan sebelum Farzan dan Sandra datang.


“Mungkin masih di jalan, sabar.” Harun menggeleng kepala pelan, tidak menyangka jika Anisa begitu antusias dengan makan malam ini, meskipun awalnya berkata jika sangat tidak setuju Farzan berhubungan dengan Sandra.


“Akhirnya mereka datang, aku pikir dia berbohong,” gumam Anisa yang terlihat senang tapi tidak terlalu memperlihatkannya.


Sandra dan Farzan sudah turun dari mobil, Chila yang juga baru saja turun, lantas menggandeng tangan Sandra. Farzan pun mengajak keduanya menuju rumah, hingga melihat Anisa dan Harun sudah menyambut kedatangan mereka.


“Chila!” sapa Anisa yang senang melihat gadis kecil itu.


Chila tersenyum mendapatkan sapaan dari Anisa, belum lagi wanita yang akan jadi omanya itu tersenyum hangat.

__ADS_1


Mereka pun masuk dan langsung diajak ke ruang makan.


Anisa memang tidak terlalu merespon keberadaan Sandra di sana, tapi wanita itu lebih memperhatikan Chila yang dimintanya duduk di sebelahnya.


“Chila suka makan apa? Biar Oma bantuin ambil,” kata Anisa.


Harun senang melihat Anisa yang menerima kehadiran Chila dengan baik, begitu juga dengan Sandra dan Farzan yang merasa tenang karena Anisa menerima Chila.


Sandra sendiri tidak keberatan jika dirinya diabaikan oleh Anisa, karena sadar diri jika calon mertuanya itu memang belum sepenuhnya menerima dia sebagai calon menantu di sana. Namun, ada kelegaan sendiri saat Sandra melihat bagaimana sikap Anisa ke Chila, sudah cukup baginya bahagia asal Chila mendapatkan perhatian dan kasih sayang.


“Chila tidak pilih-pilih makanan, kata Mama harus makan seadanya karena di luar sana banyak yang tidak bisa makan seperti kita. Makanya Chila harus banyak bersyukur dengan makan yang ada,” ucap Chila panjang lebar.


Anisa terperangah mendengar ucapan Chila, ternyata Sandra banyak mengajarkan hal baik kepada gadis kecil itu. Dia pun akhirnya tersenyum, lantas mengambilkan makanan untuk Chila.


Sandra sendiri tersentuh karena ternyata Chila selalu mengingat apa saja yang diajarkan dan diucapkan kepada gadis itu.


“Zan, ajak Sandra makan. Ayo jangan sungkan!” ajak Harun.


Sandra dan Farzan mengangguk, mereka mulai menyantap hidangan makan malam. Sandra sesekali memperhatikan Anisa yang begitu perhatian kepada Chila, mereka baru saja kenal dan tampaknya Anisa memang sangat menyukai Chila.

__ADS_1


Terima kasih Tuhan karena Engkau sudah memberikan keluarga baik untuk kami. Sandra begitu bersyukur dengan apa yang didapatkannya.


__ADS_2