Eva My Life Line

Eva My Life Line
pulang


__ADS_3

Bagaikan sayur tanpa garam, tidak menggoda mu sehari saja rasanya hampa.


.


.


.


.


Jalanan sore hari yang padat dan macet akan kepulangan para pekerja yang sudah mulai lelah.


Mengendarai mobilnya untuk menuju rumah wanita yang sehari tidak bertemu dengannya, tidak menggodanya saja rasanya rindu. siapa lagi jika bukan Ana yang Mario rindukan dan dia goda beberapa hari ini.


berhenti tepat di depan rumah yang sederhana, memperlihatkan ibu-ibu komplek yang sedang bergosip di depan rumah salah satu tetangga Ana itu.


Turun dari mobil untuk mengetuk pintu rumah wanita yang dia rindukan saat pulang bekerja. Beberapa kali mengetuk pintu tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah. Hingga salah satu ibu komplek menghampirinya.


" Mas cari siapa.?" tanya salah satu tetangga pemilik rumah.


" Apa pemilik rumah ini belum pulang buk." Jawab Mario dengan sopan.


" Mba Ana, mas.?" tanya tetangga Ana.


" Iya buk."


" Mba Ana pagi-pagi sekali di jemput sama seorang pria berjas hitam, saya lihat mba Ana juga membawa koper mas dan tergesa-gesa gitu masuk dalam mobil." jawab tetangga Ana.


Mengerutkan kening saat mendapati jawaban tetangga Ana yang bilang padanya jika Ana di jemput oleh seorang pria dan begitu tergesa gesa.


" Apa pria itu yang biasanya ke rumah Ana buk." tanya Mario yang mengira bila itu adalah Dani.


" Mas Dani.?" di anggukkan oleh Mario " Sepertinya bukan mas, saya juga baru lihat pria itu menjemput mba Ana." jawab tetangga Ana.


Tetangga Ana sudah mengenal Dani di saat Eva belum menikah dan sering berkunjung ke rumah Ana dengan Eva, hingga sekarang pun saat Eva sudah menikah Dani juga berkunjung ke rumah Ana walaupun hanya sebentar saja.


lagi-lagi membuat Mario semakin bertanya dalam pikirannya, jika bukan Dani lalu siapa dan ada hubungan apa, hingga pergi dari rumahnya dengan Ana membawa koper segala.


" Kalau begitu saya permisi dulu ya mas." pamit tetangga Ana.


" Ah, iya terima kasih buk informasinya." ucap Mario dengan tersenyum di anggukkan oleh tetangga Ana dengan tersenyum penuh saat menatap wajah Mario yang begitu tampan.


Berjalan menuju mobilnya, menyandarkan tubuhnya di kursi kemudi dengan memandangi rumah Ana. Mencerna perkataan tetangga Ana satu demi satu hingga seperti ada yang mengganjal dan ada yang di tutupi dalam diri Ana sehingga tidak ada yang tau siapa diri Ana.


" Apa kak Eva tau tentang Ana.?" gumamnya lirih dengan masih menatap rumah Ana hingga akhirnya Mario menyalakan mobilnya dan mengendarainya menuju ke rumah Arzan untuk bertanya pada Eva tentang Ana yang belum dia ketahui siapa sebenarnya dia.


****

__ADS_1


Padatnya jalanan membuatnya sampai di rumah Arzan malam hari, berjalan sedikit cepat untuk menemui Istri Arzan karena dia begitu penasaran dan sangat khawatir dengan Ana.


" Bik Santi, kak Arzan ada.?" tanya Mario yang melihat bik Santi berada di teras rumah.


" Tuan Arzan ada di ruang keluarga Mas Mario.?" jawab Bik Santi.


" Terima kasih bik." ucap Mario dan berjalan menuju ruang keluarga.


" Kak Ar-.!" ucap Mario yang langsung berhenti dan berbalik membelakangi sepasang suami istri yang sedang bercumbu di ruang keluarga tanpa melihat kondisi terlebih dahulu.


"shift. !!" gerutu Mario dengan rasa kesal karena melihat adegan panas.


Mendengar suara teriakan dari pria saat memanggil suaminya membuat Eva dengan reflek mendorong tubuh Arzan untuk melepaskan ciumannya dan menjauh darinua hingga Arzan pun mengumpat kesal akan gangguan orang yang baru datang.


" Damn.!" umpat Arzan dan mengusap bibirnya yang sedikit berdarah akibat gigitan Eva.


Mengambil bantal sofa dan melemparkannya dengan kuat ke arah Mario, hingga mengenai belakang kepala Mario dan hampir membuat Mario akan terjungkal.


" Apa kau tidak mengerti keadaan.!" gerutu Arzan.


" Lihat kondisi kak, tempat umum." jawab Mario membuat Eva melototkan mata.


" Di mana pun tempatnya, yang penting sudah SAH.!" tekan Arzan dan membuat Mario terdiam karena Arzan menyindirnya.


" Mau di sah kan dianya malah kabur duluan.!" seru Mario dan berbalik menatap Arzan dan Eva.


" Ya di rumahnya lah Mario.!" seru Eva antara kesal dan malu karena ketahuan telah bercumbu dengan suaminya.


" Enggak ada kak. Aku ke rumahnya, kata tetangganya Ana di jemput sama pria dan membawa koper besar." jawab Mario membuat Eva mengerutkan keningnya.


" Pria itu Mas Dani.!" tanya Eva


" Bukan, katanya pria itu baru pertama kali datang ke rumah Ana." jawab Mario " Kak Eva tau pria itu siapa.?" tanya Mario.


" Selama aku berteman dengan Ana dia tidak pernah jalan bersama lelaki, hanya Mas Dani yang sering ke rumahnya." jawab Eva jujur membuat Mario sedikit cemburu.


Mengetahui wajah Mario yang berubah masam saat berkata jujur tentang Dani yang sering berkunjung ke rumah Ana, membuat Eva mengerti jika Mario menyukai Ana.


" Kau tenang saja kakak ku bukan tipikal seperti mu yang suka nyosor begitu saja pada wanita.!!" seru Eva membuat Arzan tersenyum dan membuat Mario meringis malu saat menatap Eva.


" Apa Ana mempunyai saudara." tanya Mario


" Tidak, dia bilang anak tunggal. tapi.!" dengan mulai mengingat perkataan Ana.


" Apa itu Ayah Ana.!!" ucap Eva yang menyadari jika Ana masih mempunyai keluarga.


" Ayah Ana.!!" ulang Mario dengan mengerutkan keningnya

__ADS_1


" Ya, dia masih mempunyai Ayah. yang Ana bilang jika ibunya meninggal karena ulah Ayahnya berselingkuh memilih meninggalkan dia dan ibunya demi wanita yang cantik." ujar Eva dengan mengingat perkataan Ana tempo dulu saat Eva juga di hianati oleh mantan suaminya.


Ana memang bercerita tentang kehidupan pahitnya pada Eva, saat Eva waktu itu terpuruk karena perselingkuhan suaminya. Hanya sebagian saja yang Ana ceritakan tidak semuanya Ana bercerita tentang kehidupannya.


Karena Ana adalah tipikal orang yang lebih memilih untuk memendamnya sendiri, dari siapa dirinya yang sebenarnya, dari soal percintaan dan asal mana dia berada.


***


Kediaman Chandavarman


Wanita yang duduk di sofa kamar seorang pria paruh baya dengan wajah cemberut akan apa yang di lakukan pria paruh baya yang telah membohonginya dan membuatnya sangat khawatir kala itu.


Bagaimana tidak khawatir saat seorang kepercayaan pria tua datang ke rumahnya untuk memberi kabar jika kakeknya sedang sakit parah hingga berbaring lemah di ranjangnya.


Begitu khawatirnya dan merasa cemas hingga dia memutuskan untuk mengemasi pakaiannya dan memilih untuk merawat kakeknya yang katanya sedang sakit keras.


Tapi apa yang dia lihat saat itu ketika tiba di rumah megah dan memasuki rumah dengan begitu tergesa gesa untuk menuju kamar kakeknya.


Melihat kakeknya yang makan dengan lahap dan wajah yang segar seperti tidak terlihat orang sakit membuat wanita itu merasa tertipu akan kelakuan kakeknya.


" Kau membuat cucu mu ini menangis dan khawatir tau gak kek.!!" gerutu wanita cantik.


" Jika tidak begitu, kau tidak akan pulang-pulang.!" seru pria tua. " Cucu durhaka satu tahun tidak pernah pulang ke rumah. Kau melupakan kakek mu ini hah.!" geram pria tua.


" Ngapain pulang orang tiap hari kakek sudah vidio call." jawab wanita itu dengan masih tidak terima.


" Punya cucu satu semua kemauan sudah di turutin tetap saja masih membantah." kata pria tua itu, membuat wanita itu tersenyum dan mulai menghampiri kakeknya yang mulai marah akibat ulahnya.


" Maafin Anna ya kek." ucapnya dengan manja dan memeluk kakeknya, membuat sang kakek membalas pelukan Anna dan mencium puncak kepala cucu satu-satunya dari almarhum anak tunggal perempuannya.


ANNATASYA DAVIRA CHANDAVARMAN. empat tahun memilih hidup sederhana tinggal di rumah ibunya yang meninggal akibat perselingkuhan dari Ayahnya.


.


.


.


.


.🐨🐨🐨


Jeng jeng jeng.??


Lunas, lunas.?? 😄😄


enggak vote santet online.😅😅

__ADS_1


__ADS_2