Eva My Life Line

Eva My Life Line
kamu milik ku.


__ADS_3

Adengan 18++ dilarang membaca bagi kaum yang belum menikah karna haluan yang sangat meninggi


Aku pikir aku yang terakhir tapi ternyata aku salah, aku adalah yang pertama dan akan menjadi yang terakhir menikmati semua yang ada dalam diri mu.


Hanya status mu yang janda tapi tubuh mu masih tersegel.


.


.


.


.


Memeluk dari belakang tubuh wanita yang ada di ranjangnya dari semalam saat ruangan itu penjadi panas dan mengagumkan.


mencium tengkuk leher wanita yang masih tertidur pulas dengan membelakanginya dan memeluknya dengan erat di dalam selimut yang menutupi butuh mereka tanpa busana satu pun yang merekat di tubuh pasangan suami istri yang baru saja menikah.


merasa terganggu saat ia tertidur hanya beberapa jam saja akibat bergulat panas dan menggeliat kecil karena pria itu masih saja mencium tengkuk lehernya.


" Arzan.!" serunya dengan lirih yang masih memejamkan matanya, membuat pria itu tersenyum dengan masih mengganggu tidur istrinya.


membalikkan tubuh wanita yang membelakanginya untuk menghadapnya, saat wajah itu sudah berada di hadapannya Arzan tersenyum memandang wajah wanita yang di cintai, wanita yang baru saja memberikan mahkotanya, keperawanannya.


merapatkan tubuhnya pada wanita itu, menyandarkan kepala wanitanya pada bidang dadanya, mencium puncak kepala, dan memeluknya erat.


" Terima kasih sayang." ucapnya dengan tersenyum dan mengingat kejadian semalam yang tidak akan pernah ia lupakan.


Flasback.


tidak ada resepsi di rumah Budhe karena Eva yang memintanya untuk tidak mengundang banyak orang, hanya kerabat dan tetangganya saja yang ikut serta melihat pernikahan Eva.


Hanya sampai siang acara mereka telah selesai, sore hari Arzan meminta izin untuk membawa pulang istrinya karena sudah menjadi haknya suami keluarga pun tidak bisa membantah dan menyetujui permintaan Arzan.


Seperti biasa saat akan berangkat pun Budhe memberi banyak wejangan dan banyak drama ala korea menangis, menciumi wajah putrinya, memeluknya.


menggenggam tangan dan memeluk wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya saat berada di dalam mobil karena menangis saat ia berpamitan pergi dari rumah keluarganya.


perjalanan cukup jauh dan melelahkan hingga tiba di rumah Arzan malam hari.


Semua ART menyambut kedatangan Tuan dann Nyonyanya dengan wajah yang tersenyum hangat, memberikan ucapan selamat pada pasangan baru menikah.


Menaiki anak tangga untuk menuju kamar Arzan, sedikit terkejut saat ranjang suaminya di hias bunga mawar berbentuk hati dan dua handuk yang berbentuk angsa saling berciuman serta sebuket bunga yang besar,l berada di ranjang, seperti di hotel saat akan hanymoon.


" Kamu suka." ucap Arzan dengan memeluk Eva dari belakang tangan yang melingkar di perut rampingnya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Eva, membuat tubuh eva tersentak kecil dan tegang saat Arzan memeluknya dari belakang.


" Hmm, iya. Terima kasih?" jawabnya sedikit gugup.

__ADS_1


" Aku mandi dulu, kamu istirahat lah." ujar Arzan dan mencium pipi Eva. Meninggalkan Eva yang masih mematung saat ia menciumnya.


Kenapa aku segugup ini.!" gumam Eva dengan menyentuh dadanya yang bedegub kencang.


tersadar saat Arzan sudah tidak ada di dekatnya dan mendengar pintu kamar mandi yang tertutup.


melihat kopernya yang terletak di sofa ia pun segera membongkor, mencari baju tidur karena ia merasa gerah saat sedari tadi memakai kebaya. menunggu Arzan dengan duduk di sofa untuk bergantian mandi.


" Kamu belum tidur?" tanya Arzan yang sudah keluar dari kamar mandi.


" badan ku lengket semua, aku ingin mandi." jawab Eva dan menghampiri Arzan


" Sudah malam, mandi air hangat saja." ujar Arzan dan di anggukkan oleh Eva.


Arzan yang melihat Eva gugup merasa gemas, seperti gadis perawan yang takut akan malam pertama.


Beranjak keluar dari kamar, untuk menuju ruang kerja memeriksa sebentar pekerjaannya serta email yang masuk dari klainnya.


Eva yang baru saja selesai dari kamar mandi itu pun mengerutkan keningnya karena tidak melihat Arzan di kamar.


menunggu sang suami di sofa mungkin saja dia sedang di lantai bawah tapi hingga satu jam Arzan sama sekali belum kembali. Dan pikiran negatif pun muncul di dalam kepalanya.


Dia Kemana? apa dia pergi, apa dia tidak mau tidur dengan ku, apa karna aku sudah pernah tidur dengan pria lain hingga itu dia jijik dan pergi meninggalkan ku." pikirnya hingga Eva mulai takut dan air mata yang mulai menetes.


Saat Eva mulai terisak pintu kamar pun terbuka membuat Eva melihatnya dan mendapati suaminya yang sedang menatapnya.


" Kamu menangis?" kata Arzan yang sudah berada di hadapan Eva.


" Takut kenapa." dengan mengusap lembut pipi Eva.


" Aku takut kamu tinggalin aku Zan, aku takut kamu kecewa dan tidak mau tidur bersama ku." ujar Eva.


" Maaf, aku lupa tidak memberitahu mu, tadi aku ke ruang kerja memeriksa laporan pekerjaan." jawab Arzan dan memeluk istrinya,


" Jangan menangis, aku tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku sudah menerima kamu apa adanya dan jangan mengungkit masa lalu mu." ucap Arzan dengan melonggarkan pelukannya, memberi jarak untuk melihat wajah istrinya.


" Terima kasih sudah mau menerima ku apa adanya." jawab Eva dengan tersenyum menatap wajah suaminya dan di anggukkan oleh Arzan.


Menyentuh pipi Eva, mengusapnya dengan lembut menarik pinggang Eva merapatkannya tidak memberi jarak sedikit pun.


berbisik pelan di telinga Eva sebelum dia memulainya " Va, aku menginginkan kamu" dengan memberikan gigitan kecil di telinga Eva, hingga tubuh Eva seperti tersengat aliran listrik menggeliat saat sentuhan itu terasa menggelitik di tubuhnya.


Menatap mata Eva yang terpejam, mendongakkan wajah istrinya dan memajukan wajahnya lebih dekat, memagut bibir istrinya dengan lembut, memberi gigitan kecil pada bibir bawah yang mencuri perhatiannya sedari tadi.


Ciuman yang memabukkan, membuat gelenyar aneh dalam tubuhnya hingga perlahan tangan Eva mengalung ke leher Arzan.


Membalas ciuman suaminya. Memag*t, *******, saling bertukar saliva. mengangkat tubuh istrinya untuk menuju ranjang dengan masih saling berciuman.

__ADS_1


menurunkan tubuh istrinya dengan perlahan, mengukungnya dengan tubuhnya yang berada di atas dengan tetap menyangga tangannya untuk melihat wajah istrinya.


" Va?" ucapnya lirih, seakan meminta persetujuan untuk ia memulainya malam ini.


mendapati manik mata suaminya yang sedang terpenuhi dengan hasrat ia pun mengangguk kecil memberikan persetujuan untuk suaminya.


tersenyum saat Eva mengangguk, ia pun mencium kening Eva lama, beralih mencium jenjang leher Eva memberikan hisapan kecil membuat tanda pemilikan di sana membuat sang istri mendesah dengan perlahan.


membuka kancing piyama dengan mencium kembali bibir sang istri, beralih kembali menelusuri jenjang leher mulus istrinya hingga turun ke dua gunung kembar yang masih memakai pelindung.


Perlahan membuka pengait pelindung yang menutupi dua gunung kembar sang istri, terpampang jelas putih dan mulus di dalam sana.


membenamkan wajahnya di dada sang istri bermain-main di dalam sana menghisap, memberi banyak tanda hingga membuat Eva mengerang dan meremas rambut sang suami.


" Zan?" erangnya dengan menggeliat meraup wajah sang suami untuk mencium bibirnya.


" Kita mulai malam ini sayang, dan nikmatilah." bisiknya, turun dari ranjang membuka semua pakaian yang masih merekat di tubuhnya.


naik dalam ranjang menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, kembali mencium bibir mungil istrinya.


membuka lebar, untuk memberikan akses ular masuk ke dalam sarang yang masih sempit membuat sang pemilik sedikit terkejut saat menyadari tubuh wanita yang ada di bawahya masih perawan.


"Zan. Sakit.!" lirih Eva dengan meringis menahan sakit di bawah sana.


" Va.! kamu-." ucap Arzan, seakan mengerti apa yang Arzan akan katakan ia pun mengangguk, membuat Arzan terdiam sebentar dan tersenyum saat ia mendapati istrinya masih tersegel.


" Maaf jika ini akan membuat mu sakit sayang." bisiknya dan membungkam bibir Eva dengan sekali hentakan merobek sarang yang sempit agar ular itu bisa masuk ke dalam sana mencari kehangatan.


merasakan sakit saat mendapati ular yang masuk dan merobeknya, mencekram kuat punggung Arzan hingga tanpa sengaja membuat goresan di punggung suaminya.


Memberikan jeda waktu diam saat Eva kesakitan dan memulai kembali dengan ritmen pelan dan lembut agar tidak membuat sang istri kesakitan.


mengimbangi cara bermain dengan suaminya, memberikan kenikmatan bersama saling membalas ciumannya, merasakan hal yang baru saja ia temukan di dunia surgawi.


" Aku mencintai mu, sangat mencintai mu sayang." ucap Arzan dengan menaikkan manuver yang lebih cepat saat merasakan bisa yang akan keluar dari mulut ular, menegang hebat, sama sama terlemas, membenamkan wajahnya ke dalam ceruk leher sang istri saat bisa itu sudah keluar dari mulutnya.


Membiarkan bisa itu memenuhi di dalam gua, membenamkannya di dalam sana berharap akan tumbuh benih di dalam sana.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹


Ciye ciye yang lagi ngehalu.😆

__ADS_1


sama aku juga.😄😄


Dan maaf judul novel ini aku ganti menjadi Eva my life line karna dari pihak mangatoon tidak menerima judul yang terlalu kontroversial.


__ADS_2