
Masih teringat jelas bagaimana bibir ini menyentuh bibir ku. Dan kau lah orang yang pertama mencium ku.
.
.
.
.
Sungguh hati Ana masih berdebar begitu kencang saat Mario mencium bibirnya. tidak pernah ia merasakan hal yang seperti ini, di cium seorang pria yang sudah membuatnya dongkol dan marah akan sikapnya yang begitu tengil.
Mengerjabkan mata saat menyadari Mario sudah tidak ada di hadapannya dan melihat mobil yang terparkir di depan rumah.
Menatap kaca mobil di belakang yang terbuka lebar dengan Mario yang tersenyum serta melambaikan tangannya dan mengisyaratkan lambang sharangheo di tangannya untuk Ana.
Menatap kepergian mobil hitam dengan tidak lagi berada di depan rumahnya. Menutup pintu rumah, menguncinya dan bersandar di pintu dengan ke dua tangan yang menyentuh dadanya.
Seperti memenangkan hadiah begitu besar akan tidak percayanya saat ini, bagaiman bisa dia di cium oleh seorang pria yang baru dia kenal. Apa lagi dia menciumnya di bibirnya yang belum pernah sekali di sentuh oleh lelaki.
Menyentuh bibirnya, merasakan tempelan bibir Mario saat berada di bibirnya. Seperti orang ling-lung dengan menggigit bibir bawah.
Dia mencium ku.! mencuri ciuman pertama ku.!" gumamnya dengan tangan masih menyentuh bibirnya.
" Pria cabul.!!" teriak Ana dengan berjingkak jingkak, antara senang atau sedih, antara benci atau suka.
Masuk ke dalam kamar dan berebahkan tubuhnya di ranjang. Berguling-guling ke kanan ke kiri hingga tungkurap dan berguling lagi hingga membuatnya terjatuh.
" Auww." pekiknya kesakitan dengan mengusap kepalanya yang terlebih dulu terbentur.
"Astaga.!! kenapa aku jadi begini sih!! " gerutunya sendiri dan bersandar di bawah ranjang dengan kaki yang di tekuk.
" Aku enggak akan bukain pintu jika besok dia datang." ujarnya dengan cemberut dan beranjak naik lagi ke tempat tidur.
Mencoba memeluk gulingnya dan teringat akan guling yang dia peluk sudah ternodai dengan Mario yang memeluknya hingga dia menyingkirkan gulingnya dan beralih menyelimuti tubuhnya.
Mencoba memejamkan mata dengan erat meskipun Ana masih memikirkan serta membayangkan ciuman Mario yang begitu mendadak.
***
Kediaman Arzan
" Ay.?" sapa Eva dengan tubuh yang di peluk suaminya saat berada di ranjang besarnya dengan Eva yang bersandar di dada Arzan.
" Hmm.?" jawab Arzan dengan mengusap lembut rambut istrinya.
__ADS_1
" Mario orangnya bagaimana." kata Eva, membuat Arzan terdiam mengingat akan kelakuan Mario yang baru ia tahu dan lihat selama lima tahun bersamanya.
" Aku baru tau jika dia orangnya tengil." ucap Arzan membuat Eva mendongakkan kepala untuk menatap suaminya.
" Emang selama ini dia bagaimana." tanya Eva dengan sangat penasaran.
" Istri ku mulai penasaran banget.?" kata Arzan dengan mencubit gemas hidung Eva.
" Ih Ay.! ya kan dia dekat dengan sahabat ku dan aku enggak mau dia menyakiti Ana.?" ucap Eva dengan mengerucutkan bibirnya.
" Emang dia sudah pacaran dengan Mario.?" tanya Arzan
" Enggak tau Ay." ujarnya dengan tersenyum " Udah ah Ay, ayo ceritakan tentang Mario.?" paksa Eva membuat Arzan menggelengkan kepala dan mengacak rambut istrinya dengan gemas.
" Dia menolong ku, waktu aku kecelakaan." ucap Arzan membuat Eva terkejut dan duduk dengan menghadap suaminya yang bersandar di hearbord.
" Kamu pernah kecelakaan Ay.?" saut cepat Eva.
" Iya, lima tahun yang lalu." jawab Arzan dan memegang tangan Eva. " Ketika aku sedang mabuk saat itu." ujarnya dengan jujur.
" Mabuk.!" ulang Eva dan di anggukkan oleh Arzan.
" Boleh aku tau Ay, kenapa.!" tanya Eva ragu-ragu.
" enggak jadi nich aku ceritain tentang Mario." kata Arzan dengan tersenyum.
" Itu sudah masa lalu dan tidak mungkin untuk aku ceritakan pada orang yang sudah menjadi istri ku sekarang." jawab Arzan dengan mengusap tangan Eva.
" Kenapa.?" lirih Eva. " Apa karna kamu masih menyim-."
" Karena bagi ku sekarang adalah kamu." dengan mencium tangan Eva. " Tidak peduli jika masa lalu ku datang, aku akan tetap bersama mu dan hati ku sudah sepenuhnya untuk istri ku sekarang." ujarnya lagi dengan menatap istrinya lekat.
Menatap mata Arzan mencari celah kebohongan di dalam sana tapi dia tidak menemukannya. Hanya ada cinta tulus saat mata itu menatapnya, hingga membuat Eva luluh dan tersenyum.
Mengahambur ke dalam pelukan suaminya, merasakan cinta Arzan yang begitu dalam untuknya.
Memeluk Istrinya mengusap lembut punggung Eva dan mencium puncak kepalanya dengan lama.
" Tetap percaya pada ku, apa pun yang terjadi di masa yang akan datang. Dan jangan pernah meninggalkan ku." kata Arzan pada Eva.
" Kita akan melalui bersama saat susah maupun senang. Meskipun badai akan menerpa hubungan kita." jawab Eva dengan menatap Arzan membuat Arzan tersenyum dan mencium bibir istrinya.
Melakukan rutin senam malam saat pasangan suami istri akan tidur dengan saling memeluk.
****
__ADS_1
Rumah sakit.
Terdengar suara alat detak jantung yang memenuhi ruangan serba putih di dalam ICU dan hanya satu orang saja yang bisa menunggunya.
Menatap wanita seorang paruh baya yang berbaring tak berdaya cukup lama di ranjang rumah sakit dengan mata yang terpejam dan selang oksigen di hidungnya.
Duduk di kursi samping dengan memegang tangan wanita paruh baya, menciumnya serta mengusap lembut tangannya.
" Buk.? Apa ibuk tidak mau bangun." sapa ramah pria yang mencoba membangunkan ibunya.
" Aku sudah menemukan wanita yang tepat untuk menjadi mantu Ibuk, hari ini aku datang ke rumahnya. Masakan dia sama persis dengan masakan ibu, sederhana dan enak." ujarnya lagi dengan mengingat wanita yang sudah mencuri hatinya.
" Dia wanita pemarah dan cuek. Tapi sebenarnya dia baik buk, hanya saja aku yang salah saat mengajak berkenalan. Mario mohon, bangun ya buk.! nanti tolong lamarkan aku dengan dia." ucapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca saat menatap ibunya yang tidak berdaya.
Ya dia adalah Mario yang selalu menunggu ibunya di malam hari, bergantian berjaga dengan adiknya di siang hari.
Pagi hari menitipkan ibunya dengan suster, siang hari adiknya yang pulang sekolah akan menjaganya, dan malam hari Mario yang akan bergantian menjaga.
Mario akan menyewa jasa suster yang mau merawat ibunya saat dirinya sedang ke luar kota maupun rapat hingga malam hari.
Ibu Mario mengidap penyakin leukimia kronis stadium empat yang di deritanya sama enam tahun yang lalu.
Dimana hidup keluarga Mario tidak lah semapan saat bertemu dengan Arzan, Keluarganya orang yang tidak mampu hidup dari kata sederhana.
Ayah meninggal saat Mario berada di bangku SMA. Bekerja keras untuk biaya dia dan adiknya sekolah, di bantu dengan ibunya yang juga bekerja serabutan.
Mario mendapatkan beasiswa kuliah hingga lulus, bersyukur dengan itu Mario tidak perlu memusingkan biaya kuliahnya lagi.
Tapi dia tetap bekerja malam menjadi pelayan di restoran untuk biaya kehidupan ibu dan adiknya.
Mengetahui ibunya punya penyakit leukimia membuat Mario terkejut dan bekerja keras untuk perawatan ibunya, untuk sementara menebus obat obatan yang begitu mahal tidak sanggup membayar biaya kemoterapi karena dia masih menjadi seorang pelayan dan semester akhir kelulusan.
Bertemu dengan Arzan membuat hidupnya berubah. Menolak imbalan dari Arzan dan hanya meminta satu pekerjaan untuknya.
Tidak tanggung-tanggung Arzan memberikannya pekerjaan menjadi Asistennya saat Arzan mengetahui Mario kuliah dengan jurusan bisnis manajeman dengan semester akhir ia akan lulus kuliah.
Berterima kasih pada Tuhan saat Mario sudah mendapatkan pekerjaan yang begitu mapan dan bisa mengobati ibu yang mempunyai penyakit begitu serius, berharap kecil semoga ibunya akan sembuh dan melihatnya menikah dengan wanita yang sudah mencuri hatinya.
.
.
.
🐨🐨🐨🐨
__ADS_1
Selamat hari senin.!!!
yuk vote, like, dan komen janga lupa kasih hadiah ya buat bang Mario dan Ana. 😊😊