Eva My Life Line

Eva My Life Line
sahabat dan kencan


__ADS_3

Kamu bukan hanya sahabat ku saja tapi juga sudah aku anggap sebagai saudara, kamu orang yang selalu ada di saat aku susah maupun senang.


.


.


.


.


berjalan cepat menelusuri lorong rumah sakit untuk segera sampai ke ruangan yang sudah dia dapatkan informasi dari salah satu perawat yang sedang bertugas malam itu.


menaiki lif, memencet tombol empat untuk menuju ke atas. Melihat wajah sang istri begitu cemas membuatnya mengerti jika sahabatnya juga berarti dalam hidup istrinya.


Merangkul bahu sang istri merapatkan tubuhnya untuk membuat sang istri menyandarkan di bidang dadanya.


" Aku takut Ay?" ucap Eva dalam dekapan Arzan


" Dia pasti baik baik saja." jawab Arzan, untuk menenangkan istrinya, mengusap lembut punggung sang istri dan mencium puncak kepalanya.


pintu liff telah terbuka dengan langkah tergesa gesa ia pun mencari kamar yang bertulis nama bunga anggrek.


membuka pintu kamar pasien dan mendapati seorang sahabat sedang makan dengan di suapin oleh mantan atasannya.


"Ana?" sapa Eva dan berjalan menuju ranjang pasien dan memeluk tubuh sahabatnya membiarkan dua lelaki yang sedang menatap mereka dengan menggelengkan kepala serta tersenyum melihatnya.


" Kamu tidak apa-apa kan An.?" tanya Eva, saat melepaskan pelukannya


" Tidak ada yang parah, untung dia membawa ku ke rumah sakit." jawab Ana dan menunjuk Rizal dengan kepalanya.


" Ah, pak Rizal maaf saya melupakan kehadiran anda." Kata Eva.


" Eh, gakpapa mba. saya yang jadi merasa bersalah menghubungi mba Eva malam malam begini." ujar Rizal dengan sedikit menundukkan kepala.


" tidak apa-apa malah saya berterima kasih karena sudah membawa teman saya ke rumah sakit, kalau tidak bertemu dengan bapak bagaimana nasibnya." jawab Eva, membuat Ana mengendus kesal.


" Sama saja, enggak ketemu sama dia nasib ku juga sudah begini." ralat Ana


" Mangkanya kalau naik motor itu jangan sama melamun, liat tu akibatnya." gerutu Eva pada Ana.


yang di katakan Eva memang benar Ana sempat melamun dan menggerutu sendiri saat berkendara dan tidak memperhatikan jalanan. tapi dia juga tidak salah karena Ana di tabrak dari belakang oleh pengendara lain.


Memang nasib sialnya Ana saja hari ini, sudah terkena omelan, bertemu dengan atasannya yang menyebalkan, dan di tabrak pengendara dari belakang.

__ADS_1


mungkin memang benar jika ia tidak bertemu dengan Rizal bagaimana dengan nasibnya.


Tapi dalam hati ia juga bersyukur pada Tuhan karena dia masih selamat dan tidak terluka terlalu parah.


" Pak Arzan." sapa Rizal pada suami Eva tersenyum dan mengangguk.


" Mari pak duduk sebelah sana." kata Rizal dengan menunjukkan sofa panjang, berjalan di belakang Rizal dan duduk bersama dengan memandangi istrinya yang sedang berbicara dengan sahabatnya.


" Bagaimana keadaan Revan." tanya Arzan pada Rizal.


" Dia baik-baik saja pak." jawab Rizal


" Aku berharap begitu." gumamnya dan masih terdengar oleh Rizal, tersenyum sekilas karena dia mengerti jika Arzan masih peduli dan sedikit bersalah karena sudah merebut mantan kekasih yang masih dia cintai.


sama-sama terdiam menikmati suasana saat dua pria sedang menatap ke arah dua perempuan yang sedang asyik berbicara hingga cukup lama.


" Va sudah malam, sebaiknya kamu pulang kasian suami kamu." ucap Ana.


" Terus kamu di sini sama siapa." tanya Eva.


" Kan masih ada suster." jawab Ana " cepatlah pulang kasian tu suami kamu." ujar Ana lagi dengan melirik sekilas ke arah dua pria yang sedang bermain ponsel.


" Hmm, baik lah besok aku akan menjenguk mu lagi." kata Eva dan di anggukkan oleh Ana dengan tersenyum.


Menatap sang istri dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, serta menghampirinya.


" Ayo pulang, sudah malam." kata Eva.


" Kamu tidak menginap." tanya Arzan.


" Tidak, besok pagi-pagi aku akan ke sini lagi menjenguknya." jawab Eva,


" Pak kami pulang dulu, tolong jaga teman saya ya." pamit Eva pada Rizal.


" Ah, iya mba." jawab Rizal mengangguk samar.


" Kami pulang dulu, semoga kamu lekas sembuh." ucap Arzan pada Ana.


" Terima kasih, tolong jaga sahabat ku." kata Ana dan di anggukkan oleh Arzan dengan tersenyum.


berjalan untuk mengantarkan kepergian sepasang suami istri hingga depan ruangan.


" Saya pulang dulu, tolong sampaikan salam saya pada adik saya." kata Arzan saat berada di luar ruangan

__ADS_1


" Iya pak akan saya sampaikan, hati-hati di jalan." ucap Rizal.


" Iya, terima kasih." jawabnya, dan menggenggam tangan istrinya berjalan keluar dari rumah sakit untuk menuju parkiran.


" Kamu mau jalan-jalan ay.?" tanya Arzan dangan memasangkan helm pada sang istri.


" Kamu enggak capek." tanya Eva.


" Enggak, mau kemana." ucap Arzan dengan tersenyum.


" kemana saja yang penting kita kencan." senyumnya dengan merekah, tertawa kecil melihat tingkah sang istri.


menaiki motor sport, menelusuri jalanan kota malam minggu yang masih ramai akan kendaraan menikmati suasana malam dengan sang istri yang memeluknya dari belakang, mengambil tangan mulus Eva dan menciumnya saat berada di lampu merah. membuat siapa saja yang melihat pasti merasa iri.


Membawa isrtinya ke tempat kuliner malam yang penuh dengan pedagang kaki lima di sana berjejer rapi dan ramai.


Arzan yang tidak pernah malu dan jijik untuk berbaur pada siapa pun dan makan di mana pun meskipun dia kaya raya dan terkenal oleh kalangan atas. Arzan yang sederhana, apa adanya serta bisa menjadi pria yang angkuh dan kejam ketika kehidupannya di usik oleh orang.


" Kamu mau membuatku gendut ya ay.!" cibik Eva pada Arzan.


" Meskipun kamu gendut aku tetep cinta kok." jawab Arzan, membuat pipi sang istri bersemu merah dan memukul kecil lengan suaminya.


Mengacak gemas rambut sang istri dan merangkul bahu Eva serta berjalan untuk mencari makanan yang di inginkan.


sedikit risih saat Eva melihat banyak wanita yang menatap suaminya dengan kagum dan tersenyum saat melihatnya. yang di lihat hanya memasang wajah datar dan cuek tidak membalas tatapan orang yang melihatnya.


" Banyak sekali sih Ay yang menatap kamu." kata Eva lirih.


" Hmm, masak sih." ucap Arzan.


" Jangan pura-pura enggak tau." cibik Eva dengan mengerucutkan bibir. " Kan aku jadi gak PD." ujarnya lagi.


" Kamu cantik, cantik sekali dan akan tetap menjadi wanita yang tercantik dalam hidup ku." kata Arzan, membuat Eva menggigit bibir bawahnya menahan senyum dan tawa saat sang suami mencoba menggombalnya.


.


.


.


.πŸƒπŸƒπŸƒ


Kalian pasti kangen kan sama babang kadalπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


babang kadal sudah hadir nich dengan judul novel SAD BOY WIHT GADIS TOMBOY. yuk mampir.


__ADS_2