Eva My Life Line

Eva My Life Line
kedatangan Budhe


__ADS_3

Kabar ini begitu indah sehingga di sambut dengan baik, aku merasa seperti mempunyai keluarga meskipun itu bukan dari keluarga ku sendiri.


.


.


.


.


Pagi hari yang begitu ramai dan heboh dengan kehadiran Budhe, Paman, serta Dani yang sedang berada di rumah Arzan saat mendapat kan kabar dari putri mereka yang sedang mengandung.


Budhe Eva begitu antusias hingga tidak sabar saat Eva menelponnya dan mengatakan jika dirinya hamil, ingin rasanya saat malam itu Budhe berangkat ke rumah menantunya.


Ingin cepat cepat memeluk putrinya yang sudah memberikan cucu padanya hingga dia bisa memamerkannya pada tetangga jika Budhe akan menjadi nenek karena ia sudah bosan selalu mendapatkan pertanyaan pada tetangga tentang putrinya yang tidak kunjung hamil.


Pertanyaan yang sensitif dan tersindir, saat orang selalu menanyakan hal itu saat kita belum juga mendapatkan keturunan.


Mencoba bersabar untuk mengahadapi orang semacam itu dan tidak terlalu menghiraukan perkataannya karena itu akan menyebabkan kita semakin sakit hati dan marah pada diri sendiri.


Menyalahkan satu sama lain karena belum juga mendapatkan keturunan dan bisa mengakibatkan rumah tangga hancur karena saling menyalahkan.


Hamil di luar nikah di gosib kan, sudah nikah dan belum juga mendapatkan keturunan di gosib kan. Sungguh tetangga-tetangga yang julid bukan hingga tersebar sampai di mana pun dari ujung hingga ke ujung.


" Ih.! Nenek enggak sabar untuk gendong kamu." ucap Budhe Eva saat berada di ruang keluarga dengan mengusap perut putrinya.


" Kamu tau enggak Uthi selalu di hina sama tetangga yang mulutnya julid karena mama kamu belum juga hamil." Curhat Budhe membuat seisi rumah menggelengkan kepala dan tersenyum menatap Budhe sedang menceritakan tetangganya di desa.


" Masak si Budhe?" tanya Eva.


" Iya.! tu tetangga yang di pojok selalu bawa cucunya dan bilang kok putrinya belum hamil-hamil sih buk.! lihat ini mantu saya top care." dengan mempraktekkan gaya tetangganya.


" Terus Budhe jawab apa." pancing Eva.


" Ya Budhe jawab gini." menjeda sebentar " Ya top care lah! orang sekali percobaan di motel, bagaimana enggak top care.!" ucap Budhe dengan sinis, karena semua tetangga tau jika anak tetangga yang julid hamil sebelum menikah.


Sedikit terkejut akan jawaban Budhe yang pedas dan sinis pada tetangganya yang julid, Eva dan Arzan pun menatapnya dengan menggelengkan kepala.


Budhe yang berwajah kalem dan baik pada anaknya serta menantunya kini menjadi ganas dan pedas saat membalas perkataan tetangga yang julid.


" Dan Budhe kamu langsung bertengkar sama tetangganya." saut cepat Paman. " Sampai sampai susah untuk di lerai." ujarnya lagi.


" Mas Dani tau?" tanya Eva, dan Dani pun hanya mengangguk kan kepala.


" Kenapa enggak bilang." kata Eva.


" Buat apa bilang ke kamu va. " jawab Dani

__ADS_1


" Biar aku telponin Ana, minta bantuannya untuk membantu calon mertua yang lagi bertengkar sama tetangga julid.!" seru Eva hingga membuat keluarganya menatap Eva.


" Kenapa.?" tanya Eva yang mendapatkan tatapan intimidasi dari keluarganya, tersadar dari perkataannya hingga Eva membungkam bibirnya sendiri dengan tangannya.


" Calon mantu.!" ucap Budhe " Kakak mu sudah punya pacar Va.?" tanyanya.


" Dani.?" sapa Budhe.


" Iya buk." jawab Dani.


" Mana calon mantu ibuk."


" Mana ada, orang Dani belum punya pacar."


" Punya Bud-." belum sempat menjawab Dani sudah melempar tissu yang sudah di remas olehnya pada Eva dan di tangkis baik oleh Arzan agar tidak mengenai istrinya.


Mendapatkan perlindungan dari sang suami hingga Eva merasa senang dan mengejek kakaknya yang sedang menatapnya dengan rasa sebal.


" Ih enggak ngakuin.! aku bilangin kamu ya mas sama dia." Ancam Eva di balik punggung suaminya.


" Bilangin saja, emang aku enggak ada apa-apa sama dia." jawab Dani.


" Oke, jangan nangis ya kalau dia ninggalin mas Dani karena mas Dani enggak peka-peka." ucap Eva dengan setengah menakuti kakaknya.


" Kau kenapa sekarang jadi julid gini sih dek.!" seru Dani yang mulai terpancing. " Kamar mandi di mana?" tanya Dani untuk menghindar.


" Ih takut ya?" ejek Eva dengan tersenyum senang. " Tuh Budhe mas Dani emang su-."


Memicing kan mata saat melihat Ana yang berjalan beriringan dengan Asisten Arzan hingga menatap Dani yang menatap Ana dengan wajah Datar tanpa expresi sama sekali.


" Ana?" sapa Eva dan berdiri menghampiri sahabatnya.


Memeluk tubuh sahabatnya dengan senang karena mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan serta membahagiakan.


" Selamat sayang kamu akan menjadi mama.?" ucap Ana dengan tersenyum saat melepaskan pelukannya.


" Ah.! terima kasih kamu akan menjadi aunty An." jawabnya dengan tersenyum.


" Eh, kamu kenapa bisa sama asisten suami ku." tanya Eva yang mulai penasaran.


***


Flas black Ana.


Mendapatkan kabar semalam dari Eva tentang kehamilannya membuat Ana merasa senang serta bahagia karena dia akan menjadi aunty.


Memutus pagi hari ini untuk bolos kerja karena ia ingin sekali bertemu dengan sahabatnya.

__ADS_1


Bergegas menjalankan motornya saat ia sudah mendapatkan notif dari Eva yang mengirimkan alamat rumahnya.


Mampir sebentar ke toko kue untuk membawakan cake kesukaan Eva, berada di toko kue Ana bertabrakan dengan seseorang yang juga akan mengambil cake kesukaan Eva yang ternyata hanya tinggal satu box.


" Ini punya saya mas.?" ucap Ana.


" Bisakah ini buat saya saja nona." pinta pria itu.


" Eh? jangan mas. Ini kue kesukaan teman saya." larang Ana


" Tapi saya membutuhkannya Nona, karena istri Tuan saya sedang menginginkan cake ini. Nona saya sedang ngidam."ujarnya dengan sopan.


Menghembuskan nafas dengan panjang merasa kasihan hingga Ana pun mengalah dan mengiklaskannya untuk pria itu yang sedang membutuhkannya.


Mengucapkan terima kasih banyak karena wanita yang ada di hadapannya telah menolongnya di pagi hari ini yang mengharuskannya mencari makanan yang di inginkan istri Tuannya.


Di saat pria itu berada di parkiran dan tidak sengaja melihat ban mobil depan yang kempes mengeram serta mengumpat kesal.


Saat ia akan mencari taksi, ia melihat Ana yang sedang berada di parkiran dan akan menjalankan motornya.


Berlari kecil untuk menghampirinya sebelum Ana pergi dari parkiran, dan membuat Ana terkejut saat dia di hadang oleh pria yang bertemu di dalam toko kue tadi.


" Kamu.!" pekik Ana serta membuka helmnya.


" Nona bisa kah anda menolong saya sakali lagi.?" ucap pria itu.


" Aku enggak bisa."


" Saya akan membayar anda lima ratus ribu." ucap pria itu.


" Enggak bisa." tolak Ana.


" dua kali lipat."


"Enggak bi-."


" Empat kali lipat." tawar pria itu lagi hingga membuat mata Ana berbinar.


" Oke deal." jawab Ana dan meminta uangnya terlebih dahulu dan mau tidak mau pria itu mengambil uang di dompetnya.


" Kamu yang menyetir." kata Ana, hingga pria itu mengangguk pasrah.


.


.


.

__ADS_1


🐨🐨🐨


pilih mana? asisten Arzan apa Dani.


__ADS_2