Eva My Life Line

Eva My Life Line
anak dan ibu julid.


__ADS_3

Hanya karena status aku yang janda, semua orang bilang jika aku wanita murahan dan tidak bisa mengatur rumah tangga dengan baik.


.


.


.


.


Revan menepati janjinya untuk memperkenalkan kekasihnya itu pada orang tuanya, berharap lebih kepada orang tuanya itu untuk mau merestui hubungannya dengan Eva.


Malam ini orang tuanya meminta Revan untuk membawa Eva di restoran yang sudah di pesan oleh mamanya. Revan begitu senang bisa dinner bersama orang tua dan kekasihnya.


sedikit gugup bertemu dengan calon mertuanya hingga dia mencoba untuk sebisa mungkin menutupi rasa gugupnya dengan berdoa di sepanjang jalan.


Revan tau jika kekasihnya itu gugup dan tidak percaya diri dengan penampilannya sekarang, tapi bagi Revan penampilan Eva malam ini sangat begitu cantik dan sempurna di matanya. ia pun menggenggam tangan kekasihnya itu dengan tersenyum serta mengangguk untuk menenangkan kegugupan Eva. Eva merasa tenang saat Revan menggenggam tangannya dengan lembut.


mobil yang mereka naiki kini sudah berada di area parkir restoran, berjalan bergandengan untuk masuk ke dalam restoran tersebut.


restoran itu begitu mewah, hanya beberapa kalangan atas yang makan ke tempat ini dan harus memesannya terlebih dahulu sebelum datang.


Eva semakin gugup saat mereka hampir sampai di tempat meja restoran dan membuat tangannya sedikit meremas tangan Revan. berhenti sejenak untuk menatap kekasihnya.


"Jangan takut, jangan gugup. aku ada di sini dan tetap bersama kamu.?" Ucap Revan dengan lembut, Eva pun mengangguk dan mencoba menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya dengan perlahan dan mereka pun berjalan kembali hingga sepasang kekasih itu tiba di hadapan orang tua dan calon mertua.


"Ma, Pa.?" sapa Revan, dan membuat kedua orang tuanya menatapnya dan berdiri untuk memeluk putranya secara bergantian.


"Aku membawa kekasih ku untuk bertemu dengan papa dan mama.?" ucapnya dan menggeser badannya sedikit untuk memperlihatkan kekasihnya itu.


Eva tersenyum manis dan tulus untuk menyapa orang tua Revan dan di balas oleh ke dua orang tua Revan dengan senyum yang tulus pula.

__ADS_1


Mama Revan menghampiri Eva dan menyentuh lengan Eva dengan lembut.


"Ayo sayang, kita duduk dulu.!" ajak Nyonya Vani, Eva pun menurut dan mengangguk.


Eva pikir orang tua Revan, orang yang sedikit sombong tapi ternyata dia salah. ke dua orang tua Revan sangatlah hangat dan ramah kepadanya.


duduk di hadapan ke dua orang tua Revan membuat semakin gugup, ia takut jika nanti orang tua Revan menanyakan statusnya dan takut jika tidak di restui. tapi ternyata Nyonya Vani dan Tuan Gio tidak pernah membahas status dia,mereka hanya menanyakan nama dan tempat tinggal saja serta mengobrol sedikit tentang perusahaannya.


awalnya semua baik baik saja dan saling bercengkrama, sebelum hingga akhirnya datang mantan calon mertua dan mantan calon tunangan Revan di hadapannya.


"Tante, Om.?" sapa Bella hingga membuat mereka yang ada di meja makan menatap ke arahnya.


"Bella.!" sapa balik Nyonya Vani, berdiri dan saling pipika cipiki.


"Tidak di sangka ya kita bertemu di sini Jeng, jeng Vani ke sini sama siapa." tanya Mama bella.


"Sama keluarga dan kekasih Revan.?" jawabnya dengan tersenyum.


"Eva.?"


"Mba Bella.?" sapanya bersamaan, membuat mereka yang berada di sekelilingnya menatap mereka secara bergantian.


"Kalian saling kenal.?" Tanya Nyonya Vani.


"Dia adik angkat teman sma aku tante.?" jawab Bella.


sebenarnya Bella adalah mantan pacar Dani. Bella memutuskan Dani, karena dia merasa bosan dan merasa Dani sudah tidak punya apa apa lagi untuk dia manfaatkan memenuhi kebutuhan fashionnya. ya selama dia pacaran dengan Dani, dia bisa mendapatkan apa pun yang dia mau. mulai dari pakaian, tas, sepatu dan mek up. dan ketika Dani tidak mempunya uang Bella memutuskan hubungannya.


"Dia kekasih Revan.?" tanya Bella dan di anggukkan oleh nyonya Vani.


"Bukannya kamu itu sudah mempunyai suami.!" seru Bella, hingga ke dua orang tua Revan terkejut mendengar ucapan Bella.

__ADS_1


"A-aku sudah bercerai mba.?" ucap lirih Eva dengan gugup serta menundukkan kepala. lagi lagi ke dua orang tua Revan terkejut dan menatap putranya itu


"Bercerai.!" seru bella dan mama Bella


"Kamu janda di usia muda. astaga.!!" pekik mama Bella "pasti kamu kan yang membuat masalah hingga suami kamu menceraikan kamu." umbuh mama Bella, hingga Revan menatapnya dengan tajam.


Saat Revan akan membalas perkataan mama Bella, Eva pun menggenggam tangan Revan menggelengkan kepalanya untuk tidak menjawab dan membalasnya.


"hati hati ya jeng, keliatannya saja dia wanita yang lugu tapi aslinya nakal, hingga suaminya saja menceraikannya." tambahnya untuk mengompori Nyonya Vani.


"Cukup tante.!!" geram Revan.


"Revan.!!" sergah Tuan Gio hingga membuat suasana sedikit tegang dan semua orang yang berada di restoran menatap ke arah mereka.


"Papa ingin bicara dengan mu.!" seru Tuan Gio dan berdiri serta berjalan ke arah toilet di ikuti Revan serta Nyonya Vani dan meninggalkan Eva sendiri di meja itu.


Eva hanya menunduk kan kepala menahan air mata saat melihat kepergian orng tua Revan dan kekasihnya. Eva seperti melihat rasa kecewa di mata ke dua orang tua Revan saat mengetahui Eva yang statusnya janda.


Bella dan Mama Bella pun tersenyum ejek serta duduk di hadapan Eva.


"Kamu sudah membuat pertunangan aku batal bersama Revan, dan sekarang aku tidak akan membiar kan kamu memiliki Revan karna Revan adalah milik ku selamanya." ucap Bella dengan tajam.


"Dan kamu seharusnya sadar diri wanita jal*ng, kamu itu hanya wanita janda yang miskin dan tidak pantas untuk Revan yang sempurna serta kaya raya" cibir Mama Bella.


"Sebaiknya kamu pergi sebelum ke dua orang tua Revan mengusir kamu.!!" serunya, membuat Eva menatap mereka.


Rasanya Eva tidak ingin pergi karena dia merasa tidak sopan jika tidak berpamitan pada orang tua Revan. akan tetapi karena Mama Bella menyiram minuman ke arah Eva hingga membuat bajunya basah dan terlalu mencaci makinya mau tidak mau dia pun pergi dari restoran itu.


Bella serta mamanya merasa senang sudah mencaci makinya dan membuat nama Eva tercoreng di hadapan Tuan Gio dan nyonya Vani.


dan dari ujung meja restoran ada sepasang mata yang sedari tadi menatap tajam ke arah meja itu, saat melihat perlakuan ibu dan anak yang mencaci maki wanita yang hampir dia tabrak waktu itu dan memperlakukannya dengan sangat tidak baik. pria itu pun akhirnya pergi dari restoran setelah melihat wanita itu di usir dan pergi dari restoran.

__ADS_1


__ADS_2