
Tuhan aku sayang dia, aku cinta dia.
aku hanya ingin Tuhan lah yang akan memisahkan aku dengannya, bukan orang lain.
.
.
.
.
Berjalan cepat untuk mencari kekasihnya itu, semoga dia masih berada di dalam gedung. pikirnya.!"
Mencari di parkiran motor dan beralih ke taman. akan tetapi tetap sama, tidak ada tubuh tegak wanita yang dia cintai di manapun saat ini.
Hujan yang begitu lebat membuatnya tidak putus asa untuk tetap mencarinya. meminta kunci mobil pada sopir untuk ia kendarai sendiri dan mencarinya di sekitar luar gedung, sangat-sangat berharap dia menemukan kekasihnya dan menjelaskan kesalahpahaman ini.
Beberapa kali mencoba menelpon kekasihnya tapi tak di angkat, hingga terakhir menelpon ponsel Eva sudah tidak aktif. hingga membuat dia semakin khawatir.
Dia pun mengendarai mobilnya untuk menuju kost Eva berharap dia sudah pulang dan bisa berbicara denganya.
Ya, beberapa jam yang lalu di saat Revan tersudut dengan situasi ini, dan tidak ingin membuat keluarganya malu. hingga itu dia memilih untuk berbicara secara kekeluargaan terlebih dahulu tidak ingin berlari dan meninggalkan gedung di saat acara masih berlangsung.
Meminta keluarganya dan keluarga calon tunangannya untuk turun ke panggung bersamaan dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah di siapkan oleh pihak gedung khusus keluarga Gio.
Untuk mengalihkan suasana yang tegang, pihak gedung sudah menyiapkan hiburan musik dengan artis papan atas serta jamuan makanan yang mewah agar sedikit mencairkan suasana.
"Maaf pa, ma aku tidak bisa menerima perjodohan ini.?" Ucapnya saat ke dua orang tuanya berada di hadapannya.
"Apa alasan kamu tidak bisa menerima perjodohan ini.!" Tanya papa Gio.
"Karena aku sudah memiliki kekasih." jawabnya dengan tegas. membuat ke dua orang tuanya saling menatap.
"Apa dia karyawan pabrik.?" Tanya mama Vani. Revan pun mengangguk kan kepala.
"Bawa dia ke rumah." Ucap papa Gio membuat Revan menatap ke dua orang tuanya dan tersenyum. serta berpamitan untuk mencari kekasihnya itu.
__ADS_1
Sedangkan Tuan Gio dan Nyonya Vani berdikusikan secara kekeluargaan dengan calon besannya itu. dan di sisi lain calon tunangannya memendam amarahnya saat mengetahui pembatalan pertunganannya.
Bella yang sudah begitu mengincar Revan sedari dulu saat masa kuliah dan ingin sekali menjadi istri dari Revan Giovano pemilik pabrik testil terbesar itu hanya ingin mengincar hartanya saja agar hidupnya tetap bergelimang harta dan bersosialita.
Saat Bella mengantarkan mamanya ke rumah teman arisan sosialita itu, dia bertemu dengan mama Revan dan di situlah kesempatan Bella untuk mencoba mendekati mama Revan. serta bilang pada mamanya untuk ikut membantunya dalam mengambil hati Nyoya Vani hingga Nyonya Vani pun luluh dan suka dengan Bella.
Dia tidak akan melepaskan mangsanya begitu saja, dia akan tetap meberut Revan dari siapa pun itu dengan cara liciknya.
Revan yang berada di depan kost eva itu mulai turun dan meminta tolong pada salah satu penghuni kost untuk memanggilkan eva.
Sedikit lama menunggu, tetangga eva bilang padanya jika Eva tidak ada di kost dan ada yang bilang jika eva belum pulang sedari tadi sore.
*B*elum pulang.! dia kemana." gumannya dalam hati dan segera menelpon rizal untuk mencari nomer telpon Ana.
****
Malam yang begitu pekat dengan awan yang gelap, serta hujan yang begitu deras, tidak membuatnya kedinginan saat berjalan menelusuri jalanan yang sepi.
Mengingat ingat kejadian di mana dirinya berada di gedung saat melihat kekasihnya itu telah berbohong kepadanya dan membuat hatinya hancur karna permainan cintanya.
Lelaki yang sudah membuat hidupnya berwarna dan tersenyum kembali itu, telah mempermainkan hidupnya. tidak mengira jika dia di hianati ke dua kali oleh seorang pria yang dia cintai.
Dia tidak menyalahkan Tuhan, tapi dia menyalahkan dirinya sendiri karena dia adalah wanita yang tidak pernah beruntung dalam bercinta.
Memeluk kedua tangannya dan berjalan ke arah pulang, terlalu termenung hingga tanpa sadar dia menyabrang jalan tanpa melihat sekitarnya.
Suara klakson mobil membuatnya tersadar dan melihat ke arahnya. dengan rasa terkejut membuatnya tidak bisa bergerak.
Decitan rem mobil terdengar di telinganya, corot lampu mobil yang terang membuat ke dua tangannya menutup mata.
tanpa sadar dia terjatuh dan tak sadarkan diri di depan mobil yang sudah berhenti tepat di hadapannya itu.
Pria yang berada di balik kemudi itu turun melihat tubuh wanita yang ada di hadapanya sekarang terbujur di aspal dan tak sadarkan diri.
Perlahan pria itu menempelkan jarinya ke arah hidung Eva, beruntung dia masih bernafas dan segera pria itu membopong tubuh Eva untuk masuk ke dalam mobilnya.
Menaruh tubuh Eva di kursi depan dan menyelimutinya dengan jas dia. .
__ADS_1
Pria itu segera menelpon dokter pribadinya untuk segera datang ke rumahnya. dia tidak mungkin untuk membawa Eva ke rumah sakit karena dia tidak ingin jika ada wartawan atau orang lain mengenalnya atau menggosipkannya dengan seorang wanita.
dua puluh menit mobil itu sampai di depan rumah yang tidak kalah mewahnya dengan kekasih Eva.
Para penjaga membukakan pintu mobil untuk tuannya. sedangkan tuannya membuka pintu penumpang dan mengangkat wanita yang tak sadarkan diri itu untuk membawanya masuk ke dalam rumah.
Penjaga serta para pelayannya itu terkejut melihat Tuannya membawa wanita ke dalam rumahnya. selama empat tahun Tuannya tidak pernah berhubungan dengan wanita
Pria itu membawa masuk re kamar tamu dan membaringkan tubuh Eva di ranjang. menyuruh pelayannya untuk menggantikan semua pakaian Eva yang basah dan memberikan pakaiannya untuk Eva pakai. sedangkan dia segera membersihkan diri dan berganti pakaian.
Dokter yang di telpon pun datang dan memeriksa eva. dan menunggu Tuannya yang sedang berada di kamar.
"Bagaimana keadaannya.?" Tanya pria itu yang masuk ke kamar tamu untuk menemui dokter dan Eva.
"Dia kelelahan dan badannya panas. saya sudah menyuntiknya dan ini resep untuknya Tuan." ucap dokter itu.
Pria itu mengangguk dan mengambil resepnya dari tangan dokter pribadinya. dokter itu berpamitan undur diri di antar oleh pelayannya ke depan rumah.
Pria dingin itu memberikan resepnya pada pengawal untuk segera menebus obatnya.
Di dalam kamar tamu dia melihat wajah Eva yang tertidur dengan wajah yang pucat dan pergi untuk menuju ruang kerjanya.
Entah kenapa di dalam ruang kerja itu dia memikirkan Eva, terbayang wajah yang cantik saat tertidur mengingat kan dia pada seseorang yang pergi jauh darinya dan tidak pernah kembali lagi untuk selamanya.
.
.
.
.
🌱🌱🌱🌱
bakal ada saingan nich babang kadal.😀
nich tak kasih up. meskipun authornya lagi di perjalanan.
__ADS_1
untung suami gak nyuruh nyetir.😅😅
kalau nyetir mah .. aku juga gak bakalan bisa.😄😄