Eva My Life Line

Eva My Life Line
babang kadal vs mantan suami


__ADS_3

hari yang di tunggu telah tiba, di mana semua karyawan di hari libur harus berkumpul pagi hari di pabrik, untuk segera berangkat ke pantai.


eva sangat semangat sekali di pagi hari, menyiapkan baju ganti dan bekal makanan ringan untuk di perjalanannya nanti. rasanya ia tidak sabar untuk segera sampai di pantai.


melihat senja yang akan tergantikan dengan langit hitam, serta cahaya bulan untuk penerangnya di kala kegelapan. itulah yang selalu eva impikan saat dia mengalami masa kehancuran. ia ingin mengeluarkan segala rasa yang terpendamnya agar mendapatkan kebahagiaan yang ia ingin kan di masa depan nantinya.


eva dan ana sekarang sudah berada di pabrik dan mereka sedang mencari nomer tempat duduk di bus yang sudah di bagikan oleh panitia.


sial eva tidak duduk bersama dengan ana dia duduk di kursi baris tiga yang berada di urutan empat dan dia duduk di tegah sedangkan dua kursi itu kosong belum terisi oleh pemiliknya.


ana yang duduk di deretan dua dan kursi berisi dua orang itu juga merasa sedih karna ia tidak bisa duduk bersama eva.


eva yang sudah duduk di kursinya sedikit terkejut karna dia melihat toni yang duduk berada di sampingnya. jantung eva berdebar begitu cepat, rasa takut menyeruap begitu saja di hatinya saat toni tersenyum manis di sampingnya.


eva pun membuang muka karna ia begitu benci akan senyuman itu. eva tidak habis pikir kenapa toni bisa duduk di sampingnya apa ini sudah di rencanakan oleh mantan suaminya itu agar ia bisa duduk bersamanya. dan ia juga bertanya tanya kenapa istri toni tidak di ajak olehnya.


"pantai.!! kamu masih ingat itu kan." ucap toni pada eva. eva enggan membalas ia hanya diam tak menghiraukan ucapan toni.


"pantai di mana aku mengatakan cinta kepada mu dan kamu menerima cinta ku. apa kamu masih ingat.?" senyum toni "ah .. rasanya kita akan memulai kenangan itu lagi.!!" serunya hingga membuat eva menatapnya.


eva pun mulai berdiri dan akan pergi dari kursinya, tapi toni malah menarik tangan eva hingga membuatnya duduk kembali.


"lepasin.!!" lirih eva, membuat toni semakin mencekram tangannya.


"aku tidak akan membuat mu terlepas lagi dari genggaman ku.!" serunya, hingga membuat eva menajamkan matanya.


eva pun menarik tangannya dari genggaman toni dengan kuat hingga terlepas dan menatapnya dengan kebencian yang semakin dalam. sedangkan toni menatap eva dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


eva berharap semoga di bangku kosong yang berada di sebelahnya ini cepat datang dan ia akan mencoba menukar tempat duduknya. agar ia tidak duduk di samping mantan suaminya itu.


saat eva menatap ke arah jendela dia teringat dengan revan, dia tidak pernah bilang pada revan soal tour yang di adakan oleh pabrik dan dia juga tidak pernah bilang jika eva ikut ke pantai. karna ia pikir revan juga akan ikut ke pantai dan pasti akan bertemu dengannya di pabrik.


tapi pagi ini dia tidak melihat revan di pabrik atau mungkin revan sudah berada di bus yang lain hingga dia tidak melihatnya sama sekali.


dalam hati eva, dia hanya menyebut nama revan sampai tak terasa air matanya keluar begitu saja. ia sangat menyesal tidak memberitahukan revan soal dia yang ikut tour ke pantai, jika saja dia memberitahu revan mungkin dia akan duduk bersamanya dan tidak akan duduk bersama mantan suaminya itu.


ia pun segera menghapus air matanya saat mendengar suara orang yang tak asing baginya selama ini.


"revan?" ucap eva saat melihat revan berdiri di samping toni.


toni yang melihat revan ia pun segera berdiri dan menatapnya. suasana di bus mulai menegang di kala dua pria saling menatap tajam.


"bisa kau minggir.! tempat dudukku ada di ujung jendela." ucap revan dengan senyum ejek membuat wajah toni terkejut karna itu tidak mungkin kursi duduk revan.


"sama kan nomernya." terang revan, hingga toni menatap nomer revan dan kembali menatap kursi yang kosong.


mau tidak mau toni harus menyingkir memberi jalan untuk revan yang akan duduk di ujung.


"kamu bisa pindah di ujung." ucap revan saat melihat eva menatapnya hingga membuat eva cepat cepat bergeser tempat duduk.


eva yang duduk di pojok, revan yang di tengah dan toni yang berada di samping revan, dengan menahan amarah karna dia tidak bisa duduk di samping eva.


"maaf." ucap lirih eva pada revan. revan enggan membalas karna dia masih marah pada eva karna tidak memberitahukanya soal dia yang ikut tour itu.


eva tau jika revan marah karna dia tidak memberitahukannya saat ikut tour itu pun akhirnya hanya menunduk dan menangis meratapi kebodohannya yang tidak bilang terlebih dahulu pada revan sebelum berangkat.

__ADS_1


saat eva menunduk ia pun tersentak kecil karna tangan revan yang mengusap pipinya dan membawa kepalanya untuk bersandar di pundaknya dan menggenggam tangan eva dengan lembut.


revan tidak bisa melihat eva menangis dan ia pun mencoba meredam amarahnya untuk tidak menyakiti wanita yang dia cintai itu.


eva menangis di sandaran bahu revan dan revan mengusap lembut pipi eva, hingga membuat hati toni mendidih dan semakin marah karna melihat eva dan revan yang bermesraan sehingga dia berpaling untuk tidak melihat mereka.


di dalam perjalanan revan sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan eva. dia tetap membiarkan eva bersandar di bahunya hingga tertidur pulas dan menyelimuti tubuh eva dengan jaketnya.


revan mengingat sehari sebelum berangkat ia di beritahukan pada asistennya itu jika pabrik mengadakan tour di pantai. revan yang baru di beritahu pada asistennya sedikit terkejut karna eva tidak pernah bilang padanya.


dia pun memerintahkan rizal untuk melihat data eva yang ikut ke pantai atau tidak. hanya butuh beberapa menit hingga akhirnya revan mendapatkan datanya, jika eva ikut dalam tour itu dan yang membuat revan marah ternyata mantan suami eva duduk bersebelahan denganya dan satu lagi seorang wanita.


revan menyuruh rizal untuk mencarikan tempat duduk wanita itu di bus lain bagaimana pun caranya meskipun harus memberikan dia uang juga tidak apa apa asalkan revan mendapatkan nomer duduk wanita itu, agar dia bisa bersama eva.


.


.


.


.


🍃🍃🍃


ah... shooswiitt.!!! babang kadal tidak jadi marah karna melihat jendesnya menangis.


lagian napa sih jendes gak bilang bilang pada babang kadal, untung lho babang kadal cepat bertindak. kalau tidak sudah berabe kan

__ADS_1


__ADS_2