
Rasa ini mulai tumbuh dengan sendirinya, entah sejak kapan. Bolehkah aku berpindah hati? "
.
.
.
" Kalau tau begini aku enggak akan minta uang jajan pada mu!" gerutu Eva yang berada di balkon dengan menikmati angin malam serta memakan makanan yang di belinya di taman.
" Hanya temanin aku semalam saja!" jawab Arzan.
" Ya tap-"
" Enggak usah banyak protes." ucap Arzan yang berhasil memasukkan makanan ke dalam mulut Eva
Eva yang menerima suapan dari Arzan dengan mengerucutkan bibirnya membuat Arzan tertawa kecil dan mengacak rambut Eva yang berada di sampingnya.
Meskipun Eva merasa sebal tapi dia tetap merasa senang karena ia bisa melihat Arzan tertawa dan tersenyum untuk menghilangkan rasa marahnya mengurangi beban masa lalunya.
Arzan yang melihat goresan di leher Eva, seketika itu berdiri dan pergi untuk mengambil kotak obat yang berada di laci dn kembali duduk di sebelah eva.
mengerutkan keningnya saat Eva melihat Arzan membuka kotak obat.
" Untuk apa?" tanya Eva.
" Untuk kamu.?"
" Untuk aku, memangnya aku kenapa.?" ucap Eva yang sedikit heran.
Tidak menjawab pertanyaan Eva, Arzan pun mulai menyingkapkan rambut Eva ke samping dan mengoleskan salep di leher eva yang terdapat goresan.
Meringis kesakitan saat Arzan menyentuh dan memberikan salep itu pada lukanya, di saat Arzan meniup luka Eva tubuh Eva sedikit membeku merasakan hawa aneh yang masuk ke dalam tubuhnya.
Sungguh ini pertama kali Eva merasakan hawa aneh seperti ini, tangan yang mulai meremas kuat dan mata yang mulai terpejam saat tiupan itu keluar lagi dalam bibir Arzan.
Sempat tersenyum saat melihat Eva menutup mata mungkin karena ia merasa geli pada tiupannya. saat Arzan melihat jenjang leher Eva dia pun mulai menjauh dari tubuh Eva mencoba mengendalikan diri karena dia tidak ingin membuat wanita yang ada di sebelahnya ternodai karena perbuatannya.
Sama sama canggung saat mereka saling menundukkan kepala, mencoba mengurangi rasa canggung Arzan pun mengambil makanan dan menawarkan pada Eva walaupun rasanya sedikit kaku untuknya.
" Mau?" tanya Arzan pada Eva, dia pun hanya mengangguk dan tersenyum untuk mengurangi rasa gugupnya.
__ADS_1
Rasa canggung itu mulai hilang saat mereka makan bersama dan Eva yang mulai bercerta serta Arzan seorang pendengar yang baik dengan menatap Eva begitu dalam.
" Arzan?" sapa Eva
" Hmm." dengan memandang eva.
" Terima kasih, selama ini kamu ada di sisi ku." ucap tulus Eva dengan tersenyum. " Maaf aku belum bisa memberi jawaban untuk kamu, jangan pernah menunggu ku, aku takut bila nanti kamu kecewa dengan ku."
" Keputusan mu tidak akan membuatku kecewa, apa pun akan aku terima asal kamu bahagia." jawabnya, entah kenapa jawaban dari Arzan membuat hatinya tersentuh.
" Boleh aku meminta satu permintaan pada mu." kata Arzan, sedikit mengangguk dan tersenyum padanya.
" Bersandarlah di bahu ku malam ini!" pinta Arzan.
Permintaan yang sederhana membuat wanita yang ada di sampingnya tersenyum, bergeser sedikit untuk dekat dengan tubuh Arzan dan menyandarkan kepalanya di bahu Arzan.
Merasa senang saat kepala Eva bersandar di bahunya, menggenggam tangan Eva untuk memenuhi sela jarinya dan mencium tangan mulus itu sedikit lama, hingga membuat sang wanita itu tersentuh dengan hati yang hangat merasakan getaran yang ia rasakan saat Arzan mencium tangannya.
Apa aku mulai jatuh cinta dengan mu.!" gumam Eva dengan masih menikmati suasana yang romantis seperti pasangan kekasih
*****
Pagi yang indah, dengan suasana rumah yang hangat akan kebersamaan wanita yang semalaman bersamanya
Membawanya di kamar Arzan, menaruhnya di ranjang dan menyelimuti tubuhnya serta memberi kecukapan singkat di kening wanita yang membuat dirinya bisa tersenyum kembali. Memilih beranjak pergi untuk tidur di ruang kerjanya karena dia tau akan batasannya.
Karena terbiasa bangun pagi, Eva sempat kerkejut karena ia tidur di kamar Arzan untuk pertama kalinya, segera bangun dan mandi.
Menuruni anak tangga untuk mencari Arzan, ia pun bertanya pada pelayan Arzan tapi mereka tidak tau di mana Tuannya karena mereka belum melihat sama sekali.
Bertemu dengan bibik santi dengan mengucapkan selamat pagi, bibik santi merasa senang saat Eva berada di rumah Tuannya.
Semenjak Tuannya mengenal Eva hidupnya seperti berwarna, mulai sedikit tersenyum dan wajahnya sedikit menghangat tak seperti dulu dingin dan pemarah.
Bukan hanya bibik santi saja yang suka dengan Eva, tapi semua pelayan juga merasakan sama halnya dengan bibik santi mereka semua suka dengan Eva karena Eva membuat rumah Tuannya sedikit hangat dan melihat Tuannya mulai tersenyum saat mereka menyapanya.
" Apa ibuk melihat Arzan." tanya sopan Eva.
" Tuan Arzan ada di ruang kerjanya non dari semalam." jawab bibik santi.
Apa dia tidur di sana." gumam Eva.
__ADS_1
" Buk santi mau kemana." ucap Eva
" Bibik mau antarkan teh ini buat Tuan nona."
" Biar aku saja ya buk, sekalian aku mau pamitan pulang." katanya, dan di anggukkan oleh bik santi.
Aku berharap nona berjodoh dengan Tuan Arzan, karena nona lah yang bisa membuat Tuan Arzan tersenyum kembali.!" gumam pelayan tua yang merawat Arzan mulai dari di tinggal ibunya hingga sekarang tumbuh pria dewasa.
Membawa nampan untuk menuju ruang kerja Arzan, mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan, mendapat perintah untuk masuk ia pun segera membuka pintu dan melihat Arzan yang duduk di meja kerjanya dengan baju yang sudah rapi serta berkutat dengan laptopnya.
" Ini tehnya.?" ucap Eva membuat Arzan menatapnya.
" Kamu sudah bangun." tanya Arzan dengan senyum
" Dan kamu sudah rapi sekali." gerutu Eva membuat Arzan tertawa kecil, entah kenapa Arzan suka dengan pagi ini.
" Aku pulang ya, nanti siang masuk kerja." kata Eva.
" Kita sarapan dulu, baru aku antar kamu pulang." ucap Arzan, karena tau sifat Arzan yang tidak suka di bantah iya pun mengangguk dan tersenyum.
Seperti biasa Eva selalu melayani Arzan yang ingin makan bersamanya. menikmati sarapan pagi dengan sedikit bercerita dan tak ada yang sunyi di dalam meja makan seperti pertama kali Eva menginjakkan kakinya di rumah Arzan.
Selesai dengan sarapan kini Arzan mengantarkan Eva pulang ke kost tanpa sopir dan tanpa sekertarisnya. sungguh luar biasa hebatnya Eva mengubah hidup Arzan hingga membuat orang sekitarnya terheran-heran dan kagum.
Sesampai di depan kost Eva dan Arzan turun dari mobil.
" Terima kasih." ucap Eva dengan tersenyum membuat Arzan pun tersenyum.
" Eva?" sapa seorang pria hingga membuat Eva dan Arzan menatap sumber arah yang memanggilnya.
.
.
.
.
🍁🍁🍁🍁
Jeng jeng jeng.
__ADS_1
hayooo sapa tu.?